Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri

Pacitan, RMI NU Tegal. Tidak kurang dari 20 stand milik pesantren, madrasah, kampus, dan  badan otonom Nahdlatul Ulama, dan masyarakat umum ikut meramaikan Pameran Kreatif Santri yang digelar dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional 22 Oktober di alun-alun Pacitan. Stand ini menampilkan berbagai macam produk unggulan milik para santri dan warga NU.

Beberapa produk unggulan dipamerkan dalam stand yang masing-masing berukuran 3×3 M itu, diantaranya baju muslim- muslimah, seragam NU, kain batik, berbagai buku bacaan, kaligrafi, aksesoris NU, poto pendiri NU dan kiai pesantren, serta aneka produk makanan.

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri

Sejak dibuka pada Kamis sore (20/10) oleh Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, stand ini ramai didatangi para pengunjung. Mereka datang dari berbagai latar belakang. 

Pengunjung juga dihibur dengan berbagai jenis penampilan santri yang berada di panggung utama acara. Selain itu, pengunjung dimanjakan pula dengan aneka jenis hidangan yang tersedia di kedai-kedai yang berdiri disisi lokasi pameran.

Stand pameran yang digelar hingga Ahad 22 Oktober besok ini, dibuka tiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. 

RMI NU Tegal

Sekretaris panitia hari santri Pacitan, Gus Zaki Alwan mengatakan, pameran kreatifitas santri ini digelar sebagai sarana mempromosikan produk yang dihasilkan oleh para santri dan warga Nahdliyin Pacitan.

"Pameran ini sebagai sarana memperkuat ekonomi santri, " terangnya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Wakil Bupati H Yudhi Sumbogo yang didaulat membuka pameran mengapresiasi pameran kreatifitas santri ini. "Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan sangat mengapresiasi pameran ini. Kami akan mendukung dan mensupport kegiatan hari santri pada tahun-tahun yang akan datang," kata Wabub.

Tampak hadir dalam acara pembukaan, Rais Syuriyah KH Abdullah Sadjad, Ketua PCNU KH Mahmud, Kepala Kankemenag H Nurul Huda, para kiai seperti KH Burhanuddin HB, KH Imam Faqih Sudjak, sejumlah pengurus Banom NU dan tamu undangan lainnya.

Selain pameran kreatifitas santri, pada Rabu (18/10) kemarin panitia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) telah menggelar Lomba Santri Madin. Dengan mempertandingkan lomba baca puisi islami, lomba pidato dan lomba kaligrafi. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, AlaSantri, Sunnah RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta

Bangkalan, RMI NU Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bangkalan, Jawa Timur, menggelar reuni alumni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Bangkalan.

Alumni Makesta PAC Kota Bangkalan, Rido’i, pada (13/12) mengatakan, berkomunikasi merupakan suatu kewajiban dalam berorganisasi? sebab dengan dari situ akan terlahir ide-ide dan informasi yang bermanfaat.

Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Bangkalan Reunian Makesta

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bangkalan Mahsus R HM mengaku sangat senang kegiatan tersebut. Pada kesempatan tersebut, ia meminta bergabung dalam kajian bulanan PC.IPNU-IPPNU Bangkalan yaitu Cangkruan Bareng Sambil Mikir (Cangkir).

RMI NU Tegal

Pada reunian tersebut, diputuskan membentuk wadah komunikasi alumni bernama Al-Maba (Alumni Makesta Bangkalan). Melalui wadah tersebut mereka akan mengadakan pertemuan rutin bulanan. Tak hanya itu, mereka akan ikut andil dalam kajian rutin Cangkir. (Hafidzi/Dedi Hermanto/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Sejarah, Sunnah RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik

Kudus, RMI NU Tegal. Orang beragama saat ini saling menuduh kafir maupun syirik. Budayawan asal Jombang, Emha Ainun Nadjib meminta masyarakat untuk belajar dari “mazhab telo”.?

Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik

Telo yang dalam bahasa Indonesia adalah ketela merupakan bahan dasar makanan. Ketela bisa dibuat kripik, gethuk dan beraneka macam makanan yang lain. Yang terjadi, saat ini ungkap Cak Nun, kripik menganggap “syirik” gethuk sedangkan gethuk menganggap “kafir” kripik. ?

“Untuk itu kita harus mengerti gethuk sampai telo,” harapnya dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang dilaksanakan di SMPN 1 Dawe, Kudus, Jumat (7/4) malam.





RMI NU Tegal

Sinau itu Menemukan

RMI NU Tegal

Pada Reuni Perak 25 Tahun Alumni SMPN 1 Dawe angkatan 1991 itu, ia mengatakan, dalam dunia pendidikan siswa harus sinau. “Sinau iku ora diwurui tapi goleki, menemukan,” jelas suami Novia Kolopaking kepada jamaah yang hadir.?

Sinau, tutur pimpinan grup Kiai Kanjeng itu, tujuannya untuk kebaikan. Kesempatan itu, ia mencontohkan orang yang disuruh untuk memilih antara baik, pintar, kuasa atau kaya tentu lanjut Cak Nun orang mesti memilih baik.?

“Wong pinter tapi ora apik ya bahaya,” contoh Cak Nun menambahkan. ?

Makanya, kiai mbeling itu menggarisbawahi bahwa Islam yang dibawa oleh para wali kurun abad 8–9 merupakan orang-orang baik. Sehingga meski dalam kurun waktu 3 tahun sudah ada hasilnya.?

Nah, kembali soal sekolah, masih menurutnya, tujuan dari sekolah agar menjadi anak yang baik. Utamanya baik karakter, akhlaknya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah RMI NU Tegal

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Semarang, RMI NU Tegal. Ribuan jamaah memadati lapangan Sepak Bola Kliwon Ngaliyan Semarang Majelis Dzikir Maulidin Nabi Ngaliyan, Ahad (24/2) dalam acara pengajian akbar bertema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Kita Pelihara, Akhlak, Sabar dan Takwakal.”

Kegiatan dihadiri tim hadroh dan para habib se-Semarang, sehingga ribuan jamaah memenuhi lapangan sambil menikmati Hadroh shalawat dan sambutan pengajian oleh Habib Jafar. Dalam pengajian akbar maulid Nabi Muhammad tersebut di isi oleh Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan.

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Kelahiran Nabi Muhammad sangat layak untuk diperingati. Akan tetapi dalam memperingati Nabi Muhammad tidak hanya waktu kelahiran Nabi Muhammad melainkan tiap hari, bulan maupun tahun, kata Habib Luthfi.

RMI NU Tegal

“Nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara melakukan tirakat dan puasa. Ia adalah suri teladan yang baik, dan teladan atau ushwah itulah yang sulit kita laksanakan,” kata Habib.

Meski Muhammad adalah orang suci namun ia selalu melakukan tazkiyah an-Nafs dan tazkiyah Qulub.Ia selalu mensucikan hati dan nafsunya, selayaknya cara-cara penyucian dengan teladan yang baik tersebut menjadi contoh bagi kita dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah.

RMI NU Tegal

Islam dibawa ke bumi Nusantara dengan baik dan damai. Namun acara-acara televisi dalam menontonkan kisah-kisah wali selalu dibumbu-bumbui dengan pertengkaran dan kesaktian.

“Sesungguhnya para wali memberikan contoh teladan dari Nabi, bukan melalui kesaktian namun dengan manajemen Islam yang damai. Islam dibawa melalui contoh dan kegemaran masyarakat, sehingga Islam mudah menyebar di Indonesia,” tutur Habib Luthfi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Santri, Lomba RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara

Jakarta, RMI NU Tegal. NU Care-LAZISNU menggelar Nonton Bareng Film Naura & Genk Juara bersama Anak Yatim, Sabtu (25/11) di Bioskop XXI Pondok Indah Mall 1 Jakarta Selatan. 

Kegiatan yang bekerjasama dengan Kitacomm, sebuah perusahaan publik relation, melibatkan sedikitnya 135 anak yatim.

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara

 

Henna Lestari, penyelenggara kegiatan mengungkapkan melalui kegiatan ini pihaknya ingin membuat anak-anak yatim melalui film yang disaksikan mereka. 

Dihubungi terpisah, Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, menonton Film Naura & Genk Juara, pihaknya tidak sekadar ingin memberi hiburan, namun juga edukasi.

“Soal cinta kepada sesama manusia, alam semesta dan kejujuran,” katanya.

RMI NU Tegal

Naura & Genk Juara menceritakan hubungan pertemanan antara Naura, Okky, dan Bimo. Mereka mewakili sekolah dalam mengikuti kompetisi sains yang berlokasi di Situ Gunung. 

Di sana, ketiganya bertemu dengan Kipli, seorang ranger cilik yang memiliki misi menggagalkan Trio Licik, sindikat perdagangan hewan liar. 

Film ini disutradarai Eugene Panji yang acap memproduksi film pendek dan karyanya pernah menyabetpiala citra untuk kategori film pendek.

RMI NU Tegal





Film Naura & Genk Juara tayang di bioskop sejak 16 November 2017. Film sempat menuai kontroversi dan dituduh melecehkan agama Islam karena terdapat adegan para penjahat mengucapkan istighfar dan doa-doa yang biasa diucapkan umat Islam. Selain itu juga terdapat karakter penjahat dengan penampilan berjenggot.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi meminta masyarakat menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi terkait isu film. Dia meminta masyarakat tak terprovokasi melakukan tindakan negatif.

Wakil Sekjretaris Jendral PBNU itu mengungkapkan, sebelum meloloskan film drama musikal anak tersebut Lembaga Sensor Film sudah mengundang para ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan dan menilai film tersebut. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar

Blitar, RMI NU Tegal

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan memberikan kuliah perdana, sebagai tanda dibukanya proses perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Kuliah tersebut dijadwalkan pada 29 Oktober di Pendapa Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar

Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Pesantren Mambaul Hikam, Mantenan Udanawu, Kamis (20/10).

“Pak Menteri yang akan menyampaikan kuliah perdana nanti pada 29 Oktober mendatang di Pendapa Kabupaten,’’ujar Kiai Dain.

RMI NU Tegal

Dijelaskan Kiai Dain, kunjungannya ke pesantren asuhan KH Diya’uddin Azam-zami adalah dalam rangka memberitahukan dan mengajak para santri dan alumni untuk ikut bergabung di kuliah umum tersebut. Karena, berdirinya UNU ini sebagai kado ulang tahun Hari Santri tahun ini.

”Bisa dibilang berdirinya UNU ini sebagai kado istimewa pada Hari Santri tahun ini,’’ tandas alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini.

RMI NU Tegal

Kehadiran Ketua NU didampingi Rektor UNU Blitar HM Zainuddin disambut shohibul ma’had KH Diya’uddin Azam-Zami di rumahnya. Setelah ramah-tamah sebentar, rombongan bertemu dengan ratusan santriwan dan santriwati pesantren yang didirikan KH Abdul Ghofur tersebut.

Di hadapan jamaah, Kiai Dain mengajak para santri dan alumni untuk bisa melanjutkan kuliah di UNU.

“Ada 10 prodi di UNU, konco-konco santri dan alumni bisa masuk di situ, khususnya ke jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, red.) karena sesuai penelitian, tahun 2020 nanti, ribuan guru SD akan pensiun. Sehingga banyak tenaga yang akan dibutuhkan dan positifnya para santri bisa mengajar dan mengembangkan ilmunya di sana, setelah mengantongi sarjana di UNU,’’ tandas Kiai Dain.

Biaya termurah sedunia

Sementara Rektor NU Blitar mengatakan, banyak kemudahan yang di berikan UNU, kata dia. Selain biayanya murah, juga akan diberikan beasiswa bagi yang tidak mampu. Biaya kuliah di UNU paling murah di seluruh dunia, per tahunnya hanya sekitar Rp1.200.000 saja.

Jadi, kalau dihitung biaya kuliahnya, hanya 100 ribu saja per bulan. UNU murah tapi buka murahan lo,’’ tambah Profesor Zainuddin.

Sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan di hadapan ratusan warga NU di Desa Bakung Udanawu saat acara santunan yatim.

“Tadi Kiai Cikut (Syaikuddin Rohman, red.) sudah banyak memberikan uraian seputur anak yatim. Kami malam ini akan banyak berbicara masalah organisasi saja, termasuk masalah berdirinya Universitas NU di Blitar,’’ katanya, mengawali pidatonya.

Menurutnya, selain menyatuni anak yatim seperti saat ini, warga NU Blitar juga punya kewajiban meningkatkan taraf pendidikan putra-putrinya. Kalau sebelumnya hanya sebagaian saja yang bisa masuk perguruan tinggi, saat ini semua punya kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi, yakni masuk ke Universitas NU Blitar.

Untuk itu, lanjutnya, semua pengurus dan warga NU Blitar memiliki kewajiban untuk membesarkan dan memajukan perguruan tinggi ini.

“Diharapkan setiap tahun minimal setiap ranting NU ada 2-10? siswa yang melanjutkan ke UNU yang memiliki 10 prodi tersebut. Misalanya kalau per Ranting NU bisa atau ada 2 anak saja yang masuk, maka sudah ada 1000 lebih mahasiswa yang masuk setiap tahunnya. Karena jumlah ranting NU di Blitar ada 500 lebih,’’ terang Kiai Dain. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal RMI NU, Sunnah RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat

Medan, RMI NU Tegal



Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Povinsi Sumatera Utara (Sumut) akan dipercepat. Seyogyanya, PW GP Ansor Sumut di bawah kepemimpinan Mulia Banurea MSi baru akan berakhir 2018, namun dalam rangka merespon tumbuh suburnya kaderisasi, Konferwil akan digelar setahun lebih cepat, yakni Oktober 2017.

Hal itu diungkapkan Ketua PW GP Ansor Sumut Mulia Banurea saat menyampaikan sambutan pada Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama pengurus PW GP Ansor Sumut, di Hotel Madani Medan, Sabtu (17/6). Buka puasa bersama dirangkai dengan penyantunan puluhan anak yatim.

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil GP Ansor Sumut Dipercepat

Hadir dalam acara itu, Sekretaris PW GP Ansor Sumut Parulian Siregar MA, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut Adrian Harahap yang juga kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumut, Penasihat GP Ansor Sumut Maraimbang Daulay MA, Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Satkorwil Banser) Sumut Yosrizal Saragih MSi, unsur pengurus harian PW GP Ansor Sumut di antaranya Tamrin Harahap, Ibnu Hajar, Edy Harahap, Ridwan Asnawi, Syafrizal El-Batubara, Arif Hasibuan, Uli P Nasution, dan puluhan anggota Banser. ?

Mulia mengatakan, pengurus PW GP Ansor Sumut periode 2014-2018 sudah melaksanakan sebagian besar program organisasi. Dalam tiga tahun kepemimpinannya, setiap minggu dilaksanakan kaderisasi.

Sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) GP Ansor, kata Mulia, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang sudah menyelenggarakan kaderisasi seperti Pelatihan Kader Dasar (PKD) punya suara dalam Konferwil.

RMI NU Tegal

"Setelah ditabulasi, sekarang ada 60 PAC yang sudah berhak menjadi peserta penuh pada Konferwil. PAC yang sudah melaksanakan PKD akan memiliki hak yang sama dengan ketua Pimpinan Cabang (PC) di Konferwil Ansor," tegas Mulia.

Namun, katanya, masih ada tugas PW GP Ansor yang belum terlaksana, yakni menggelar Kursus Banser Lanjutan (Susbalan). Namun kepanitiaan Susbalan sudah dibentuk, dan akan digelar sebelum Oktober atau sebelum Konferwil.

Alasan mempercepat Konferwil, menurut Mulia Banure, mengingat makin banyaknya kader-kader Ansor yang siap memimpin organisasi yang merupakan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) ini. Di sisi lain, sebagai Ketua KPU Sumut, Mulia menyatakan akan berkonsentrasi untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

"Silakan semua kader Ansor untuk maju menjadi calon ketua pada Konferwil Ansor Oktober mendatang. Saya akan netral, dan akan mejaga jarak yang sama dengan seluruh calon ketua yang maju. Namun syarat menjadi calon ketua PW GP Ansor harus lulus Pelatihan Kepemimpin Nasional (PKN)," tandas Mulia.

RMI NU Tegal

Terkait dengan buka bersama, menurut Mulia bertujuan melaksanakan perintah Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW yakni menjalin silaturahmi antara penasehat, pengurus harian, biro dan lembaga yang ada di PW GP Ansor Sumut.

"Selama ini pengurus jarang ketemu karena kesibukan masing-masing. Jadi pada buka bersama ini jadi momentum silaturahmi untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Kalau silaturahmi sudah meningkat, maka hubungan pengurus akan makin akrab. Dan kalau sudah akrab, kita bisa meningkatkan sinergitas, menyatukan barisan untuk melaksanakan visi misi GP Ansor," tutur alumni IAIN Sumut dan Universitas Negeri Medan (Unimed) ini.

Sementara itu, Panesihat PW GP Ansor Sumut Maraimbang Daulay berharap, Mulia Banurea dan jajaran pengurus lainnya segera merampungkan program-program kerja yang masih terbengkalai seperti Susbalan.?

"Dengan merampungkan seluruh program kerja, maka ? keberadaan PW GP Ansor Sumut bisa menyamai pengurus Ansor di Pulau Jawa," kata Maraimbang. (Hamdani Nasution/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah RMI NU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum!

Jakarta, RMI NU Tegal?



Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai penegakan hukum dan hak asasi manusia adalah kunci penting di dalam negara hukum. Sesuai peraturan yang ada, Indonesia adalah Negara hukum, tapi secara substansi jauh panggang dari api. Penegakan hukum bisa dibilang ? masih “melempem”. Kebijakan yang telah disusun belum “sakti” dalam tataran aplikasi.?

Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII Athik Hidayatul Ummah mengatakan, masalah-masalah yang kerap muncul dalam persoalan hukum di antaranya, penegakan hukum yang masih tumpul ke atas namun runcing ke bawah, penegakan hukum yang masih diwarnai penyalahgunaan wewenang oleh aparatnya, termasuk “budaya” pungli.?

PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum! (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum! (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII: Selamatkan Indonesia dari Ketidakpastian Hukum!

“Nampaknya potret buram penegakan hukum terjadi dari hulu hingga hilir: mulai dari penyelidikan, penyidikan, persidangan, dan bahkan penyimpangan terjadi di rumah tahanan,” katanya melalui siaran pers Ahad (16/10).

Di sisi lain, kata dia, kita harus berkaca pada paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dirilis sebelumnya. Iintensitas kebijakan tersebut belum sebanding dengan efektivitas pelaksanaan. Tentu ini harus menjadi evaluasi dan pelajaran dalam rangka membuat paket-paket yang lain, termasuk paket reformasi hukum.

RMI NU Tegal

Oleh karena itu PB PMII menilai bahwa kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah harus dikawal dengan baik. Adapun rekomendasi yang diberikan sbb:?

1. PB PMII mendukung pentingnya menguatkan kehadiran negara dalam melakukan keadilan hukum dan hak asasi manusia untuk seluruh rakyat Indonesia.

2. PB PMII mendorong segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus menjadi peraturan yang berkualitas, efesien dan kongkrit, peraturan yang tidak tumpang tindih antara satu dengan lainnya, membawa manfaat untuk melindungi rakyat, tidak mempersulit rakyat, dan memberi keadilan bagi rakyat.

3. PB PMII mendukung penguatan KPK menumpas kejahatan korupsi. KPK harus bekerja secara profesional, independen, bebas dari intervensi politik, transparan, dan terpenting bekerja tanpa pandang bulu. Terutama segera menuntaskan skandal korupsi besar yang telah merugikan dan memalukan Negara.?

RMI NU Tegal

4. PB PMII mendorong rekruitmen penegak hukum; polisi, jaksa, dan hakim, harus dilakukan secara transparan melalui online dan pengawasan eksternal.

5. PB PMII mendorong penyelenggaraan tata kelola cleen and good governance. Penyelesaikan kasus-kasus dan pelayanan publik harus dilakukan secara transparan.

6. PB PMII mendesak keseriusan reformasi lembaga penegak hukum sekaligus aparatnya. Pemerintah harus membangun penguatan kultur hukum (legal culture) yang positif secara massif dan sistematis untuk mengembalikan kepercayaan publik.?

7. PB PMII mendorong segera disahkannya RKUHP yang Pancasilais. (Red: Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah RMI NU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan

Gorontalo, RMI NU Tegal. Anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Willy Pramudya, menyebut persaingan media menjadikan profesionalisme wartawan semakin turun. Untuk mencegah penyebarluasan paham radikal terorisme, media disarankan meminimalisir persaingan. 

Hal itu disampaikan Willy saat menjadi narasumber Visit Media Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo ke Mimoza TV, Rabu (8/11).

Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan

"Karena alasan persaingan media sekarang mendewakan klik, rating, dan oplah; yang ujungnya media menjadi tidak profesional," kata Willy.

Ketidakprofesionalan media, lanjut Willy, di antaranya tampak dari terjadinya glorifikasi, fabrikasi, justifikasi. Dalam isu terorisme, tak jarang berbagai pelanggaran menjadikan berita yang disajikan media menjadi teror baru bagi masyarakat. 

"Contoh kasus bom di Jalan Thamrin, Jakarta. Kejadiannya tidak besar, tapi karena media mengejar rating dan membuatnya heboh, masyarakat yang di Gorontalo juga merasakan kengeriannya," tambah Willy.

RMI NU Tegal

Willy menambahkan, menjadi tugas industri pers dan wartawan secara pribadi untuk meningkatkan independensi dan profesionalismenya.

"Profesionalisme akan mencegah persaingan antarmedia," tutupnya. 

RMI NU Tegal

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mendukung apa yang disampaikan Willy Pramudya. Menurutnya, pencegahan terorisme bukan hanya menjadi tugas pemerintah. 

"Pers adalah bagian dari yang wajib ikut terlibat dalam pencegahan terorisme. Bagaimana keterlibatannya, salah satunya dengan menjaga profesionalisme," kata Yosep. 

Stanley, demikian Yosep Adi Prasetyo disapa, juga menyampaikan empat fungsi pers, yaitu penyampaian informasi kepada masyarakat, media pendidikan, media hiburan serta sarana pengingat dan pengawal pemerintahaan. Pemberitaan media diminta tidak meninabobokkan aparat pemerintahan. 

"Media juga harus mampu menyampaikan kritik apabila menemukan ketidakadilan, karena ketidakadilan dalah salah satu penyebab seseorang menjadi radikal dan mau melakukan aksi terorisme," tandas Stanley.   

Stanley mengajak media menjalankan fungsi mata dan telinga bagi masyarakat, mengingatkan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme ada di mana-mana dan bisa terjadi kapan saja. 

Visit Media merupakan salah satu metode yang dijalankan di kegiatan Pelibatan Media Massa dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Dialog Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Ahlussunnah, Habib RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

RMI NU Tegal

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

RMI NU Tegal

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Bahtsul Masail RMI NU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Muslimat NU Karangjati Kirim Doa untuk Rohingnya

Blora, RMI NU Tegal - Sebagai bentuk kepedulian atas nasib yang sedang dialami etnis Rohingya, Muslimat NU Ranting Karangjati Kabupaten Blora menggelar doa bersama di Masjid Baiturrahman Ketangar, Sabtu (16/9) sore. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua LP Maarif NU Blora Ustadz Sholihin Hasan.

“Kita memohon bersama kepada Allah agar persoalan yang dialami saudara-saudara kita di Rohingnya segera selesai sehingga mereka bisa kembali hidup normal, bisa bekerja, sekolah, dan beribadah sebagaimana sebelumnya,” ujar Ustadz Sholihin Hasan.

Muslimat NU Karangjati Kirim Doa untuk Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Karangjati Kirim Doa untuk Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Karangjati Kirim Doa untuk Rohingnya

Ia menambahkan, sesama Muslim adalah saudara. Di mana pun mereka berada, Muslim adalah bersaudara sehingga sudah seharusnya warga Muslimat Karangjati ikut mendoakan saudara-saudaranya yang sedang terkena musibah, seperti yang dialami Muslim Rohingnya.

RMI NU Tegal

Ibarat anggota tubuh, jika satu bagian anggota tubuh ada yang tersakiti, maka anggota tubuh lainya akan merasakan sakit. Ibarat sebuah bangunan, maka satu bagian dan bagian lainnya saling menopang dan menguatkan.

RMI NU Tegal

“Doa yang sedang kita mohonkan ini, sebagai bentuk perwujudan bahwa Muslimat NU Karangjati ikut merasakan apa yang sedang dirasakan saudara-saudara kita di Rohingya,” ujar Sholihin yang juga mahasiswa program doktor UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan doa bersama ini dirangkai dengan acara pengajian rutin selapanan. Tampak hadir pengurus harian dan warga Muslimat NU Ranting Karangjati, Rais Syuriyah NU Ranting Karangjati, Kiai Tasrifin Tanjung turut menyampaikan doa dan sambutannya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah RMI NU Tegal

Rabu, 13 September 2017

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi

Pacitan, RMI NU Tegal. Pelajar NU di Pacitan, Jawa Timur, gerah dengan pemerintah daerah setempat yang memberikan izin kepada salah satu perusahaan sepeda motor ternama yang menggelar peluncuran produk sepeda motor baru dengan menampilkan pertunjukkan yang mengarah kepada unsur pornoaksi. Pasalnya, selain digelar di tempat terbuka, alun-alun kota, acara tersebut juga disaksikan oleh anak-anak dibawah umur.

Keresahan dan keprihatinan Pelajar NU Pacitan sangat beralasan, sebab selama ini Pacitan dikenal sebagai daerah yang masih menjunjung tinggi norma agama dan kearifan budaya lokal yang santun. Mereka tidak ingin pacitan menjadi seperti kota-kota besar yang terlalu bebas mempertontonkan aksi vulgar gadis berbusana minim didepan khalayak dan anak kecil.

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi

“Sebagai organisasi kepemudaan dan pelajar, IPNU-IPPNU Pacitan sangat menyayangkan adanya kejadian ? dan acara tersebut,” kata Ketua IPNU Pacitan, Amrudin di Pacitan, Senin (5/8) malam.

Sebagai wujud keperihatinan atas kelalaian dan lemahnya pengawasan perizinan acara tersebut. IPNU-IPPNU Pacitan segera mengambil sikap dengan melayangkan surat protes kepada Bupati Pacitan dengan tembusan kepada Kapolres Pacitan, Dandim 0801 Pacitan, Kepala Satpol PP, Kepala PM dan Perizinan Pacitan, dan Ketua MUI Pacitan.

IPNU-IPPNU Pacitan melalui surat bernomor: 21/PC/C/7354-7455/VII/XI/2016, berisi tiga point, Antara lain, pertama, meminta Bupati memperhatikan proses pemberian ijin kegiatan (memberikan syarat bahwa kegiatan tidak mengandung unsur pornografi/pornoaksi dan/atau syarat lainya.

RMI NU Tegal

Kedua, meminta agar dilakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan masyarakat terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan pada masyarakat, dan dapat menghentikan secara langsung jika didapati unsure melanggar hukum.

Ketiga, memberikan peringatan sampai dengan pemberian sanksi kepada pihak yang melanggar ketentuan, sekaligus sebagai peringatan untuk pihak yang akan menyelengarakan acara serupa.

“Badan PM dan perizinan Pacitan berkilah, hanya berwenang memberikan izin atas pengunaan alun-alun, dan tidak sampai pada isi acara itu berbentuk apa. Ini menunjukkan bahwa prosedur perizinan di Pacitan begitu lemah dan tidak adanya kontrol atas acara itu,” jelas Amrudin dengan nada geram.

RMI NU Tegal

Apalagi, lanjut Amruddin, bila dalam perizinan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan saat pengajuan izin acara, maka acara yang dimaksud boleh dibubarkan, lebi-lebih acara tersebut sudah mengandung unsur pornoaksi yang dapat mempengaruhi moral dan ahlak masyarakat.

Sementara itu, IPNU-IPPNU menganggap Polres Pacitan sebagai pihak yang paling bertangungjawab atas kejadian ini. Sebab walaupun acara tersebut digelar ditempat yang hanya berjarak 100 meter dari Mapolres Pacitan, pihak yang berwajib seakan tutup mata dengan alasan tidak mengetahui apabila acara sampai terjadi seperti itu.

“Kami sudah melayangkan surat ke Kapolres Pacitan dan hanya diterima oleh Kasi umum dan tidak bertemu dengan Kapolres. Pihak polres hanya menjanjikan akan mengkonfirmasi lewat telpon. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi. Tapi surat sudah masuk dan akan dinaikkan” imbuhnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Amrudin berharap kepada Pemerintah Daerah dan seluruh element masyarakat untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal yang berasaskan toleransi, sopan-santun dan tidak lepas dari nilai agama.

“Bila kejadian serupa masih terulang kembali, maka tidak menutup kemungkinan IPNU-IPPNU akan melakukan langkah yang lebih tegas lagi.” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu 3 September 2016 lalu, aksi vulgar dengan menampilkan model leadis wash ? yang beraksi diatas motor saat peluncuran sebuah produk sepeda motor ternama berhasil diabadikan oleh beberapa orang penonton. Gambar yang diambil lewat kamera HP itu kemudian di unggah di media sosial facebook, dan terjadilanh pro kontra atas penyelenggaraan acara tersebut.?

Tidak sedikit masyarakat yang memberikan komentar negatif dengan aksi tersebut. Apalagi kegiatan itu digelar di alun-alun kota Pacitan yang notabene sangat dekat dengan pusat pemerintahan dan tempat Ibadah umat muslim Pacitan. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Halaqoh RMI NU Tegal

Kamis, 20 Juli 2017

Pendidikan Karakter, Madrasah Jagonya

Jakarta, RMI NU Tegal. Ditengah-tengah ramainya perbincangan tentang pendidikan karakter, revolusi mental, akhlak, moral dan sejenisnya, termasuk dalam kurikulum 2013 tanpa banyak bicara sistem pendidikan madrasah menjadikan pendidikan karakter sebagai tujuan utama.

Pendidikan Karakter, Madrasah Jagonya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Karakter, Madrasah Jagonya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Karakter, Madrasah Jagonya

“Madrasah adalah sekolah umum berciri khas keagamaan atau keislaman dan ini bukan hanya ciri, tetapi ruh yang mampu mencetak generasi yang memiliki karakter. Kalau kurikulum 2013 mencirikan sebagai pendidikan karakter, ya masih kalah dengan pendidikan madrasah. Dari dulu juga begitu,” kata Nur Kholis Setiawan, direktur pendidikan madrasah Kementarian Agama di Jakarta, Selasa. 

Dengan pembekalan pendidikan karakter ini, ia yakin madrasah bukan hanya mampu melahirkan orang yang pinter, tetapi juga bener. “Kekurangan Indonesia kan di situ, banyak orang pinter, tapi tidak bener. Yang jual beli kasus perkara, kan doktor-doktor hukum. Yang ngrusak hutan ya doktor-doktor kehutanan. Yang ngrusak ekonomi Indonesia ya doktor-doktor ekonomi yang mengikuti liberalisme ekonomi itu,” jelasnya.

RMI NU Tegal

Menurutnya, hal ini terjadi karena sistem pendidikan Indonesia belum mampu menyatukan antara ilmu dan pertanggungjawaban keilmuan. “Saya yakin madrasah mampu ke sana kalau kita tata dengan benar, kita pola dengan baik, lalu kita hadirkan program prioritas.” 

RMI NU Tegal

Sayangnya, masih banyak anggota masyarakat yang menganggap bahwa madrasah merupakan sekolah agama atau lembaga pendidikan agama yang belum menjadi pilihan tetapi alternatif setelah tidak diterima di sekolah favorit. Ia mengaku tidak mudah untuk menggeser persepsi ini karena masyarakat tidak bisa dipaksa, apalagi meminta mereka mengirimkan anaknya ke madrasah. 

“Yang bisa kita lakukan adalah membuktikan bahwa persepsi mereka salah, atau lebih bagusnya keliru bahwa madrasah masih dipersepsikan seperti itu,” tegasnya. 

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas madrasah adalah meningkatkan kehadiran negara melalui komitmen anggaran dan menata kelembagaan. Dari 72 ribu lembaga pendidikan madrasah yang ada di Indonesia, 91 persennya merupakan sekolah swasta yang membutuhkan banyak dukungan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah RMI NU Tegal

Rabu, 26 April 2017

Kadiv Humas Polri akan Hadiri Pelantikan ISNU Jombang

Jombang, RMI NU Tegal. Kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau PC ISNU Jombang periode 2017-2021 akan dilantik akhir bulan ini. Sejumlah tokoh akan hadir, termasuk Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Polisi Boy Rafly Amar.

Kadiv Humas Polri akan Hadiri Pelantikan ISNU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kadiv Humas Polri akan Hadiri Pelantikan ISNU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kadiv Humas Polri akan Hadiri Pelantikan ISNU Jombang

Kepastian tersebut disampaikan H Abdul Hanan Majdy saat rapat pantia pelantikan di Kantor PCNU Jombang, Selasa (7/3) petang. Menurut Gus Hannan, sapaan akrabnya, komunikasi dengan orang penting di jajaran Mabes Polri tersebut sudah dilakukan secara intensif. "Dan Bapak Boy Rafly sudah memastikan akan hadir saat pelantikan," kata Ketua PC ISNU Jombang tersebut.

Karena itu panitia tengah mengebut sejumlah persiapan. "Pelantikan akan dilangsungkan 25 Maret mendatang," kata ketua panitia, Muhammad Syafii. Hal yang berhubungan dengan keperluan administrasi hingga teknis pelaksanaan sudah dibicarakan, lanjutnya.

Untuk lokasi kegiatan akan menempati gedung serba guna KH Chasbullah Said yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. "Awalnya kami akan menempati aula Mahad Aly, namun dengan banyak pertimbangan akhirnya diputuskan di gedung serba guna," ? kata Syafii.

RMI NU Tegal

Syafii juga menjelaskan bahwa Boy Rafly Amar tidak hanya akan menghadiri pelantikan, juga menjadi pembicara. "Nantinya akan satu panggung dengan Jaenal Effendi, Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah IPB," katanya.

Kehadiran Boy Rafly memiliki nilai lebih lantaran banyak hal yang dapat dikonfirmasi terkait isu kekinian yang berhubungan dengan keamanan di negeri ini. "Hal ini juga menjadi sarana silaturahim dengan sejumlah ulama, tokoh agama dan pimpinan pesantren khususnya di Jombang," jelasnya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan, pelantikan PC ISNU Jombang dilaksanakan Sabtu (25/3) mendatang. Ketua Umum PP ISNU, H Ali Masykur Musa dan Ketua PW ISNU Jatim, H Abdullah Azwar Anas juga telah memastikan hadir pada kegiatan yang akan dilangsungkan di gedung serba guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Sunnah, Cerita RMI NU Tegal

Kamis, 12 Januari 2017

Semangatnya Bapak dan Anak Ini Ikuti Pembaretan Banser

Pringsewu, RMI NU Tegal. Kekompakan bapak dan anak ini patut diacungi jempol. Kecintaan kepada NU dan semangat tinggi berorganisasilah yang menjadikan Sulaiman dan puteranya, Yovi ikut bergabung di Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Semangatnya Bapak dan Anak Ini Ikuti Pembaretan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangatnya Bapak dan Anak Ini Ikuti Pembaretan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangatnya Bapak dan Anak Ini Ikuti Pembaretan Banser

Kekompakan mereka terlihat saat keduanya bersama-sama ikut prosesi pembaretan yang dilaksanakan Satkorcab Banser Pringsewu.

Umur yang sudah tidak muda lagi tidak menghalangi Sulaiman untuk ikut prosesi pembaretan yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental ini. "Saya ingin berkhidmah di NU melalui Banser," kata pria yang akrab dipanggil Leman ini saat dihubungi RMI NU Tegal, Selasa (10/10).

Ketika ditanya motivasi ikut pembaretan, Leman menjelaskan bahwa Ia ingin memberikan contoh kepada generasi muda untuk memiliki jiwa dan fisik yang tangguh dan digunakan untuk berkhidmah di NU. 

"Kulo pengin nyukani wawasan kangge rencang-rencang (saya ingin memberikan wawasan untuk teman-teman)," katanya polos menggunakan bahasa jawa.

RMI NU Tegal

Semangat Leman ini ternyata sudah ia wariskan kepada putranya Yovi. Saat Prosesi Pembaretan mereka tidak canggung bersama-sama melewati test fisik dan mental. "Saya dari kecil pingin jadi TNI. Untuk menyalurkannya saya ikut Banser," kata Yovi yang memang suka berorganisasi ini.

Yovi menambahkan bahwa kekompakan Ia dengan Bapaknya di Banser memang sudah terjalin saat Ia mengikuti Diklatsar Banser angkatan III. "Saya ikut Diklatsar angkatan III dan Bapak ikut Diklatsar angkatan IV. Untuk pembaretannya kita kompak bersama-sama," katanya.

Pembaretan yang dilaksanakan di Gedung NU pada pada Ahad (8/10) lalu memang berbeda dari yang lain. Selain terlihat Bapak dan anak ikut pembaretan bersama, kegiatan tersebut juga diikuti oleh 20 pemudi Fatayat Serbaguna atau Fatser. Setelah melalui test fisik lintas alam, para peserta akhirnya mampu mendapatkan baret yang mereka impi-impikan

RMI NU Tegal

Proses pemasangan baretpun sangat khidmah dan berkesan. Satu Persatu, 92 Anggota Banser dan Fatser merengkuh dan mencium Bendera Merah Putih dan Bendera NU. Aura khidmah semakin terasa saat hujan deras mengiringi prosesi pembaretan tersebut. 

Tenaga yang terforsir seharian setelah melakukan jelajah alam tidak mereka hiraukan. Yang ada hanya kecintaan terhadap NKRI dan Nahdlatul Ulama. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Sunnah RMI NU Tegal

Sabtu, 16 Januari 2016

Perkemahan Pramuka Santri Tonjolkan Tradisi Pesantren

Banjarmasin, RMI NU Tegal. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) diselenggarakan untuk menjaga nasionalisme santri dan menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin. Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen di Banjarmasin, Senin (01/06).

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-4 diperkirakan akan diikuti lebih dari 5.000 santri se-Indonesia diselenggarakan dari 1 – 7 Juni 2015 di Bumi Perkemahan Agro Wisata Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan. Menag Lukman Hakim Syaifuddin direncanakan membuka acara ini pada Selasa (2/6).

Perkemahan Pramuka Santri Tonjolkan Tradisi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkemahan Pramuka Santri Tonjolkan Tradisi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkemahan Pramuka Santri Tonjolkan Tradisi Pesantren

“Kami hendak menanamkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil alamin, yang tawasuth, tasamuh (toleran), i’tidal dan tawazun, kita akan mupuk semangat nasionalisme, cinta akan Tanah Air,” tegas Mohsen seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

RMI NU Tegal

Sehubungan itu, Mohsen mengaku bahwa pelaksanaan PPSN kali ini berbeda dengan event pramuka santri sebelumnya. Menurutnya, pada PPSN kali ini ada kekhasan tersendiri, karena lebih menonjolkan kekhasan pondok pesantren.?

“Kegiatan-kegiatan keagamaan yang selama ini identik dengan pesantren, seperti Tahajjud, Qiyamul-lail, dzikir-dzikir, shalat berjama’ah dan ritual-ritual keagamaan Islam lainnya, akan kami tonjolkan,” terang Mohsen.

RMI NU Tegal

“Selain itu, semangat keislaman dan nilai-nilai luhur para pendahulu yang mempunyai jiwa kebangsaan dan keagamaan, yang benar-benar menunjukkan corak Nusantara, itu yang akan kami usung,” tambahnya.

Pemecahan rekor

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin menyatakan dalam acara ini akan ada pemecahan rekor MURI.?

“Akan ada pemecahan rekor MURI, untuk melantunkan seni berpantun ala Islam, yang kami sebut dengan Madihin, yang akan dilantunkan oleh sekitar 5 ribu orang,” katanya, Senin.

Selain pemecahan rekor MURI, PPSN juga akan diisi dengan ? penanaman 5 ribu lebih pohon, oleh para peserta PPSN, sebagai bentuk kepedulian kita dan para santri terhadap linglungan.?

Menurutnya, event perkemahan ini juga menjadi media dakwah dan syi’ar Islam. Selain identik dengan kitab kuning, ilmu agama, membaca dan menelaah al-Qur’an, para santri juga mempunyai pengetahuan tentang kepanduan, tentang alam, dan lain sebagainya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sejarah, Pertandingan, Sunnah RMI NU Tegal

Rabu, 09 Juli 2014

Muhammad Fudoli, dari Pesantren ke Cerpen

Muhammad Fudoli (1942-2007) : Salah seorang cerpenis terkemuka yang berasal dari kalangan santri. Lahir di Sumenep, 8 Juli 1942 dan meninggal di Surabaya pada 2007 dalam usia 65 tahun. Awalnya ia menggunakan nama M. Fudhaly atau M. Fudoli Zaini, tetapi kemudian ia lebih sering menggunakan nama ‘Muhammad Fudoli’ saja.

Fudoli menerima pendidikan keagamaan dari keluarganya yang merupakan keluarga pesantren. Seusai SMA ia sempat mengecap bangku Universitas Gadjah Mada Yogjakarta, tapi kemudian lebih memilih IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pada 1968, ia melanjutkan studi di Universitas Al Azhar, Kairo, atas beasiswa pemerintah Mesir.

Awalnya ia belajar syariah, lalu berganti meminati sejarah di Institute of Islamic Studies di kota yang sama, lantas belajar Sastra Arab Modern di Institute of Arabic Studies. Tetapi kemudian ia kembali belajar filsafat,? khususnya Filsafat Tasawuf, di Universitas Al Azhar sampai meraih gelar MA dan PhD dalam bidang tersebut.

Muhammad Fudoli, dari Pesantren ke Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammad Fudoli, dari Pesantren ke Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammad Fudoli, dari Pesantren ke Cerpen

Ia mulai aktif menulis awal tahun 1960an. Cerpen-cerpennya waktu itu disiarkan di majalah Sastra dan kemudian pada pertengahan 1960an di majalah Horison. Tak heran kalau H. B. Jassin memasukkannya dalam barisan Angkatan 66, seperti dengan simbolik disertakannya “Si Kakek dan Burung Dara”, salah satu cerpennya, dalam buku Angkatan ’66: Prosa dan Puisi (Jakarta: Gunung Agung, 1976). Selain pada karya H. B. Jassin di atas, beberapa karyanya juga telah masuk ke sejumlah antologi cerpen bergengsi, di antaranya cerpen “Sabir dan Sepeda” yang masuk dalam Laut Biru Langit Biru (Jakarta: Pustaka Jaya, 1977) yang diredaksi oleh Ajip Rosidi. Sedangkan Satyagraha Hoerip memuat pula cerpennya yang berjudul “Potret Manusia” dalam Cerita Pendek Indonesia III (Jakarta: Gramedia, 1986).

Menurut Satyagraha Hoerip, “...Fudoli terhitung seorang di antara lima sastrawan Indonesia yang paling produktif, istimewa di bidang cerita pendek.”

Kumpulan cerpen dan bukunya yang telah diterbitkan adalah Lagu dari Jalanan (Balai Pustaka, Jakarta, 1982), Potret Manusia (Balai Pustaka, Jakarta, 1983), Arafah (Pustaka, Bandung, 1985), Kota Kelahiran (Balai Pustaka, Jakarta, 1985), Batu-batu Setan (Pustaka Firdaus, Jakarta 1994), Sepintas Sastra Sufi (kumpulan esai, Risalah Gusti, 2000), dan Rindu Ladang Padang Ilalang (Bentang Budaya, Yogyakarta, 2002). Beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan Belanda.

RMI NU Tegal

Sebagai pengarang, ia telah beroleh banyak penghargaan. Cerpennya “Kemarau” masuk sebagai pemenang Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas Radio Wereldomroep, Belanda pada tahun 1975. Bersama 14 cerpen lain, cerpen itu kemudian dihimpun dan diterbitkan dalam buku Dari Jodoh sampai Supiyah (Jakarta: Djambatan, 1976).

Cerpennya yang lain, “Sisifus” meraih Hadiah Hiburan dalam Sayembara Cerpen Horison 1977/1978. Sedangkan antologi cerpennya Kota Kelahiran mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai karya fiksi terbaik tahun 1985 dan cerpen “Suminten” mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta, 1999.

Fudoli memang tidak menawarkan bentuk baru dalam penulisan cerpen. Cerpennya sederhana, kurang memiliki tanjakan dramatik, dan terasa datar. Tetapi, yang penting dicatat, ia adalah satu dari sedikit pengarang yang mengetengahkan kehidupan orang-orang dengan latar belakang budaya santri di dalam cerpen-cerpennya.

RMI NU Tegal

Ia tentu tidak mengalihkan dengan verbal begitu saja latar belakang kehidupan keagamaan santri itu tetapi dengan intens mengolah problematikanya, terutama dari segi kemanusiaannya. Dengan ini pula ia menjadi penangkis tuduhan banyak pengamat bahwa pengarang Indonesia jarang menghadirkan orang-orang kecil dalam karya-karya mereka.

Tokoh-tokoh Fudoli adalah orang-orang kecil yang tidak memiliki daya di hadapan mesin-mesin raksasa politik, ekonomi, dan kebudayaan, meski ada kritik juga, ia kurang menggarap secara mendalam karakter tokoh-tokohnya. Statusnya sebagai santri tak menghalanginya untuk menggarap orang-orang kecil yang dari segi keagamaan formal selama ini disisihkan dan dihukum kotor seperti para perempuan malam atau orang yang bunuh diri.

Selain itu, Fudoli juga merupakan salah seorang cerpenis Indonesia yang mengangkat latar belakang luar negeri ke dalam cerpen-cerpennya. Hal ini tergambar dalam sejumlah cerpen dalam kumpulannya, Potret Manusia, yang semuanya berlatarkan kota Kairo. Dengan teliti dan cermat, serta dengan perspektif kemanusiaannya, ia mengamati kehidupan orang-orang di sekitarnya, mulai tukang cukur, penjual buah, mahasiswa asing, nyonya kaya, polisi, dan lain-lain. Kepedulian dan perhatiannya terhadap lingkungan sekitar sangat jelas, meskipun ia tengah berada di negeri orang.

Akhirnya, penting pula dicatat karakter cerpen-cerpennya yang bersifat religius. Religius di sini, bukanlah suatu penghadiran narasi yang bersifat didaktis dan mengubah karya seni (cerpen) menjadi media penyampaian khotbah agama.

Dengan taktis dan cerdas, ia menggunakan berbagai metafora dan personifikasi, seperti yang cukup dikenal di dalam wacana sufi, untuk memasukkan inspirasi dan aspirasi keagamaan itu secara halus. Ini juga alasan, mengapa penyair dan pengamat sastra Abdul Hadi WM, memuji sejumlah cerpennya sebagai cerpen yang menghadirkan kisah sufistik yang unik dan segar.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpennya mengandung sepuluh pandangan sufistik: yaitu jamal-kamal, fana’-baqa’, ru’yah (pandangan terhadap Tuhan), ketidakkekalan dunia, tidak ada kesia-siaan dalam hidup, taubat, wara’, zuhud, tawakkal, dan ridho. Tak heran karena itu, Abdul Hadi WM bahkan menempatkannya sebagai pionir sastrawan yang mengangkat tema-tema sufistik pada tahun 1970an.

?

Sepulang dari Kairo tahun 1986, ia mencurahkan waktunya mengajar filsafat dan sejarah kebudayaan Islam dan di program Pasca Sarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selain itu, ia juga mengelola pesantren di kota kelahirannya, Sumenep, Madura. Muhammad Fudoli, dalam banyak hal, bisa disebut sebagai inspirator dari maraknya kehadiran para penulis santri belakangan ini. (Hairus Salim HS)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pondok Pesantren, Santri, Sunnah RMI NU Tegal

Kamis, 14 Agustus 2008

PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut

Pamekasan, RMI NU Tegal. Kegiatan fasilitasi pendidikan kompetensi aplikatif melalui kursus pengolahan ikan di daerah tertinggal, diikuti oleh para perempuan Madura, Selasa (2/12) di SMKN 1 Pamekasan, Jawa Timur. Kursus yang digelar PP Muslimat NU dengan menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI tersebut, memasuki hari kedua dan menitiktekankan pada ragam cara pengolahan hasil laut.

PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut

Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 40 peserta dibekali teori pengolahan ikan jadi abon, kripik, naget, dan bakso.

Selain itu, mereka juga diberi wawasan mengenai legalitas dan standarisasi makanan sehat, kebijakan umum tentang fungsi ikan, serta pengenalan pengolahan ikan dan manajemen keuangan. Muaranya, peserta belajar pengemasan, pelabelan, dan pemasaran pengolahan ikan.

RMI NU Tegal

Kursus ini dibuka langsung oleh Bupati Achmad Syafii sehari sebelumnya. Diproyeksikan, penutupannya pada Kamis (4/12) mendatang. Peserta mendapat pendampingan khusus dari pengurus PP Muslimat NU, yaitu Ketua Harian Bidang Pendidikan Dr Srimulyati, Sekretaris VI Bidang Hukum dan Advokasi Dra. Nur Rifah Masykur, dan anggota Bidang Hukum dan Advokasi Rizky Wijayanti, SH.

RMI NU Tegal

Nantinya, peserta akan diberi peralatan supaya pelatihan bisa berlangsung secara berkesinambungan. Peralatan yang diterima masing-masing peserta senilai Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Peralatan tersebut meliputi freezer, kompor gas, tabung gas, dan peralatan olahan makanan. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Amalan RMI NU Tegal

Minggu, 27 April 2008

Beragama Berarti Tidak Melakukan Kekerasan

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, untuk ke sekian kalinya menyampaikan tidak ada agama di muka bumi yang mengajarkan kekerasan. Pemeluk suatu agam sudah menjadi semestinya untuk meninggalkan kekerasan dalam bentuk apapun. 



Beragama Berarti Tidak Melakukan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Beragama Berarti Tidak Melakukan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Beragama Berarti Tidak Melakukan Kekerasan

"Ayat la ikhraha fiddin maknanya tidak ada paksaan, tidak ada kekerasan dalam beragama. Dibalik maknanya juga bisa, yaitu orang yang melakukan kekerasan tidak sedang menjalankan ajaran agama," ungkap Kiai Said di Jakarta, Jumat (4/5). 

Pernyataan yang sama juga disampaikan Kiai Said saat menjadi penceramah utama dalam perayaan hari jadi Kota Tual ke 81, Senin (30/4) lalu. Dalam kegiatan tersebut hadir jajaran Muspida, tokoh masyarakat dan perwakilan seluruh agama yang ada. 

RMI NU Tegal

"Saya lihat di sana toleransi bisa berjalan dengan baik. Itu yang harus dipertahankan dan harus dikembangkan agar semakin baik," tambah Kiai Said. 

Dalam ceramahnya Kiai Said menekankan pentingnya menjalankan toleransi dengan baik antar umat beragama. Setiap orang yang beragama, apapun agama yang dipeluknya, sudah menjadi kewajibannya untuk menghormati keberagaman yang ada di sekitarnya, serta bersama-sama menjalankan prinsip anti kekerasan dan anti radikalisme. 

RMI NU Tegal

Di kesempatan yang sama Kiai Said juga diangkat menjadi anggota keluarga istimewa Kerajaan Tanhir, kerajaan Islam tertua di Kota Tual. Kiai Said juga didaulat melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan masjid di lokasi yang sama. 

"Islam Ahlussunnah wal Jamaah berjalan dengan sangat baik di Tual," tuntas Kiai Said. 

Penulis: Emha Nabil Haroen 

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Berita, Sunnah, Syariah RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock