Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia

Jakarta, RMI NU Tegal. Kabar duka kembali menyelimuti Nahdliyin. Salah seorang A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Imam Mudzakir wafat, Selasa (16/5), pukul 09.15 WIB, di Ruah Sakit MMC Kuningan, Jakarta.

Berita tersebut segera menyebar di grup-grup Whatsapp dan mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Sebelumnya, almarhum menjalani perawatan di rumah sakit beberapa hari lantaran sakit paru.

Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Mudzakir, Awan PBNU Tutup Usia

Terakhir almarhum mengemban amanah sebagai ketua panitia pembangunan kampus Universitas Nadhaltul Ulama (UNU) Indonesia setelah sebelumnya sukses memimpin proyek pembangunan Masjid an-Nahdlah yang terletak di Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Wasekjen PBNU H Ulil Abshar Hadrawi mengenang Imam Mudzakir sebagai sosok pejuang NU yang gigih dan tanpa pamrih. “Beliau sangat ramah dan dermawan. Kita kehilangan salah satu figur yang bisa diteladani,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Ulama, Olahraga, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Mahasiswa STAINU Selesaikan Program Kelas Internasional

Kenitra, RMI NU Tegal. Program Kelas Internasional kerjasama Kemenag RI Direktorat PD. Pontren, STAINU Jakarta dan Universitas Ibnu Thufail yang diikuti 21 mahasiswa STAINU Jakarta telah selesai dilaksanakan, Rabu (2/01/13).

Demikian dikatakan oleh Dr Narullah Jasam yang telah tiba di Maroko pada tanggal 1 Januari 2013.? Program tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 tahun, dihitung sejak kedatangan mereka pada bulan Januari tahun 2012 sampai tanggal 2 Januari 2013.

Mahasiswa STAINU Selesaikan Program Kelas Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Selesaikan Program Kelas Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Selesaikan Program Kelas Internasional

Di dalam kelas reguler para peserta menimba ilmu bahasa Arab serta ilmu-ilmu keislaman lainnya, setiap hari mereka berbaur dengan mahasiswa Maroko dan juga mahasiwa asing lainnya.

Pada hari itu juga, bertempat di Fakultas Adab Universitas Ibnu Thufail menggelar perpisahan dan pemberian sertifikat. Turut hadir dalam acara tersebut dari pihak Universitas ? Ibnu Thufail, Dr Abdul Hanin Bel Haj Dekan Fakultas Adab, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerjasama Dr Jamal al Karkuri, sekretarus Dekan Hamid Bense, dan dari Jurusan Islamic Studis Dr al Bukiri Ahmad, dari pihak STAINU Jakarta, Pembantu Ketua II Dr Nasrullah Jasam, dari KBRI Rabat, Suparman Hsibuan dan Dedi Rinaldi.

RMI NU Tegal

Dalam acara tersebut juga diserahkan sertifikat hasil studi mahasiswa STAINU Jakarta, Nuris Zein dan Irfan Prasetyo meraih nilai tertinggi masing-masing dalam bidang Study Islam dan Bahasa Arab. Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Adab dan jajarannya memberikan apresiasi luar biasa kepada mahasiswa STAINU Jakarta yang telah mengikuti program tersebut dengan baik.?

Sementara Dr Nasrullah Jasam yang mewakili STAINU Jakarta mengucapkan ribuan terimakasih kepada Dekan fakultas Adab yang telah memberikan kesempatan kepada Mahasiswa STAINU Jakarta menimba ilmu di Fakultas Adab Universitas Ibnu Thufail, hal senada juga disampaikan oleh Suparman Hasibuan (Pensosbud KBRI Rabat) dan Dedi Rinaldi (Staff Pensosbud KBRI Rabat).

RMI NU Tegal

Pada kesempatan tersebut juga dibicarakan mengenai keberangkatan angkatan ke II Program Kelas Internasional yang berjumlah 15 orang kerjasama Kementrian Agama RI Direktorat PD. Pontren, STAINU Jakarta dan Universitas Ibnu Thufail yang akan di berangkatkan akhir Januari 2013.?

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Adab sangat antusias dan senang dengan keberlanjutan Program ini, beliau mengatakan bahwa fakultas Adab siap menyambut dengan baik dan memberikan kesempatan untuk angkatan ke II belajar seperti halnya angkatan ke I, beliau juga memberikan beberapa masukan terkait dengan Program ini agar bisa berjalan lebih maksimal.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Pendidikan RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian

Jakarta, RMI NU Tegal. Salah satu ujian yang sangat sulit kita terima adalah mendapat cercaan dan hinaan dari orang lain. Karena hal itu dapat membangkitkan amarah dan dendam yang luar biasa, sehingga terjadi pertengkaran yang bahkan dapat menimbulkan pembunuhan.

Hal itu disampaikan oleh KH Hasbiallah Hasyim dalam pengajian kitab Nasa’ih al-Diniyah di Cipinang, Jakarta pekan lalu.

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian

Kesulitan seperti ini, kata Kiai Hasbi, seringkali dihadapi oleh sebagian masyarakat. Berbagai problem sosial terjadi diakibatkan karena maraknya kebencian, iri, dan sombong antarsesama. Kebanyakan dari mereka juga tak kuasa menahan kesabaran, dan minimnya keinginan untuk menciptakan harmonisasi dalam kehidupan sosial.

“Pergaulilah orang lain, sebagaimana kita ingin digauli. Karena kehidupan itu harus seirama. Kalau kita ingin orang datang ke kondangan kita, ya kita harus datang dulu ke kondangannya. Bagaimana orang mau kenal sama kita sedangkan kita sendiri acuh terhadap mereka,” ucap Kiai Hasbi.

RMI NU Tegal

Dalam hal seperti ini, sambungnya, sebagai umat Islam jangan sampai terlepas dari mencontoh Rasulullah SAW. Karena dengan mencontohnya kita akan menjadi manusia yang mampu mengontrol kadar emosional dalam diri.

“Rasulullah, selama hidupnya selalu penuh dengan kesabaran. Salah satunya adalah sabar dalam menghadapi cercaan dan hinaan dari orang lain.” tukas Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Arba’in Bojonggede, Kabupaten Bogor itu.

Pertama, sambungnya, Rasulullah tidak sama sekali membenci orang-orang yang mengganggunya.

“Ketika Nabi diludahi, dicaci, bahkan sampai sorbannya ditarik hingga robek pun, nabi tidak benci kepada orang tersebut,” ucapnya.

RMI NU Tegal

Kedua, Rasulullah tidak suka terhadap sifat buruk yang ada pada diri orang-orang yang membencinya.

“Janganlah kita diam kepada orang yang mempunyai sifat buruk seperti itu. Kita harus merasa prihatin, dan ingin sekali agar sifat buruk itu hilang,” sambungnya.

Terakhir, Rasulullah selama hidupnya tidak pernah menyumpahi orang lain, termasuk orang-orang yang membencinya.

“Selama hidup Rasulullah, ia sama sekali tidak pernah menyumpahi orang lain. Bahkan, orang yang menghinanya saja ketika sakit, dijenguk,” tegasnya.

Menurutnya, mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan solusi yang paling konkrit dalam menghadapi gejala-gejala kompleks. Sabar, ikhlas, dan berserah diri pada kehendak Allah, akan menjadikan manusia yang selalu rendah hati.

“Maka dari itu, pantaslah bahwa Allah memberi gelar uswatun hasanah kepada Rasulullah dalam firman-firman-Nya di dalam Al-Qur’an, karena begitu mulia akhlaknya,” pungkasnya. (Ahmad Rifaldi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Pahlawan, Hikmah RMI NU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit

Ketua PBNU, M. Imam Aziz menceritakan pengalamannya bertamu kepada seorang kiai. Di tengah kesibukannya menerima tamunya, sang kiai pamit.

"Sebentar, saya pamit keluar dulu ya," ujar sang tuan rumah pada para tamunya. Tentu para tamu mempersilakan tuan rumahnya pergi.

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit (Sumber Gambar : Nu Online)
Membahagiakan Santri dalam Dua Menit (Sumber Gambar : Nu Online)

Membahagiakan Santri dalam Dua Menit

Tetapi, tak sampai tiga menit, sang tuan rumah masuk lagi ke ruang tamu, duduk kembali menghadapi para tamunya.?

RMI NU Tegal

"Kok sebentar, Kiai? Emang dari mana?" tanya salah seorang tamu yang kaget, tiba-tiba tuan rumah ada di hadapannye kembali.

"Membahagiakan santri?" jawab kiai pendek.

"Bagaimana caranya? Membahagiakan santri kok cuma dua menit?" tanya si tamu penasaran, pikirannya sudah ke mana-mana.

RMI NU Tegal

"Saya cuma bilang ke santri, Kang, ngijene libur ya.." jawab kiai enteng. Seisi ruang tamu tertawa. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kajian, IMNU, Olahraga RMI NU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Angon Wedus Dituduh Wedus

Oleh Aswab Mahasin

Akhir-akhir ini, Indonesia seringkali dihebohkan oleh fenomena “kiro-kiro” (kira-kira). Sayangnya, fenomena “kiro-kiro” tersebut tidak diukur melalui proses benar/salah, sesuai/tidak, dan nyambung/tidak. Melainkan langsung jatuh vonis: Anda salah, Anda menyimpang, dan Anda keliru. Seringkali masyarakat kita terjebak dengan ‘nampak luar’ dan ‘nampak isu’. Pengandaiannya begini, orang angon wedus (gembala kambing) sering dituduh kalau dia wedus dan orang masuk kandang ayam sering dituduh kalau dia bagian dari ayam.

Angon Wedus Dituduh Wedus (Sumber Gambar : Nu Online)
Angon Wedus Dituduh Wedus (Sumber Gambar : Nu Online)

Angon Wedus Dituduh Wedus

Masih kental diingatan kita, Gus Dur pernah membuka wacana kerja sama dagang dengan Israel. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menuduh Gus Dur adalah antek Yahudi, antek zionis, dan antek-antek lainnya. Padahal yang Gus Dur lakukan adalah “angon wedus” dengan kata lain “angon Israel”.

Gus Dur dalam wacananya tidak begitu saja membuka kerja sama dengan Israel, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Israel itu sendiri, seperti: mempertimbangkan nasib rakyat Palestina dan dilibatkannya Indonesia dalam proses perdamaian di Timur Tengah (notabene Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar).

Gus Dur sebelumnya melakukan pertemuan dengan 16 Duta Besar Negara-negara Arab, termasuk Dubes Palestina saat itu Ribhi Y Awad. Kata Awad, “Gus Dur dan Indonesia tidak akan melakukan hubungan diplomatik dengan Israel sebelum bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaan, dan Indonesia juga tidak akan membuka hubungan kerjasama dengan Israel, sebelum Israel melepas tawanan Palestina, dan sebelum Israel mengembalikan wilayah-wilayah Arab yang diduduki Israel”.

RMI NU Tegal

Jika kita lihat konteksnya, Gus Dur sedang mencoba ngangon Israel, bukan menjadi Israel. Namun, kebiasaan masayarakat kita setiap “angon” dikira “menjadi apa yang di-angon”. Ini yang dinamakan “angon wedus dituduh wedus” sama dengan “angon Israel dituduh Israel”. Padahal Gus Dur ngangonitu supaya wedus (baca: Israel) tidak liar, dan bisa dikendalikan secara sikap politiknya. Untuk mengendalikan sesuatu yang liar maka harus dibimbing, diarahkan, dan diikat emosionalnya, dengan cara ‘angon’.

Belum lama juga, kita ingat geger tentang Cak Nun perihal kedekatannya dengan orang-orang HTI. Bagi pemahaman saya sekarang, itu adalah pancingan yang dilakukan oleh Cak Nun, dengan lebih awal menembak NU dulu. Karena HTI paling tidak klop dengan NU. Ini adalah cara Cak Nun untuk berdialog hangat dengan HTI, dan memberikan pemahaman utuh tentang keindonesiaan kepada HTI. 

RMI NU Tegal

Tepatlah sasaran Cak Nun, orang-orang HTI itu akhirnya soan ke kediaman Cak Nun (tanpa disangka dan tanpa diduga), dan meminta petuah kepada Cak Nun, dan di sinilah Cak Nun mencoba menggiring mereka kepada pemahaman utuh tentang khilafah dan keindonesiaan. Cak Nun mengatakan, pemahaman khilafah saya dengan khilafah Anda sebagai HTI berbeda. Namun, apa yang terjadi? 

Cak Nun, mencoba masuk kandang ayam, dan beliau-pun dikira ayam oleh kebanyakan orang. Padahal niat Cak Nun, ingin membersihkan kandang ayam, memandikan ayam, dan menyemprot ayam agar terhidar dari bakteri-bakteri yang menyimpang. Tapi Cak Nun, dibredel habis-habisan, dengan mengatakan, “Cak Nun, ayam, Cak Nun, ayam, Cak Nun, ayam”.

Baru kemaren, medsos ‘geger berat’ masalah Banser yang dituding membubarkan pengajian Felix Siauw di Bangil, Pasuruan.Memang,Banser akhir-akhir ini getol menindaklanjuti orasi-orasi terselubung yang dilakukan orang-orang HTI. Namun, di Bangil ini gegernya gementus. Saya lihat banyak anggapan miring yang diarahkan kepada Banser. Dalam hal ini, kita harus mendudukkan pada pikiran yang jernih dan jiwa yang lapang. Jangan hanya gara-gara Felix sebagai objek, lantas Banser yang salah, tidak begitu.

Faktanya, Ansor/Banser ingin mencoba meminimalisir kemungkinan pencuri ikan di meja makan Indonesia ini. Banser tidak mau, pancasila sedikit demi sedikit digerogoti keutuhannya, NKRI dirongrong kesatuannya, dan Indonesia digantikan sistem pemerintahannya. Namun, tuduhan demi tuduhan itu datang kepada Banser, disangkanya banser melakukan perbuatan semena-mena terhadap suatu kelompok atau orang tertentu. Jelas, ini anggapan keliru. Banser melakukan itu, tanpa kekerasan, tanpa pentungan, dan tanpa ancaman. Karena itu, ini bukan pembubaran.

Banser mengajukan penawaran, agar seseorang itu menandatangani poin-poin tertentu yang diajukan, seperti: mengakui pancasila, tidak menyebarkan faham-faham negara Islam, dan menyatakan tidak ada sangkutpautnya dengan HTI. Namun, seseorang tersebut menolak dan memilih untuk pergi. Logikanya jelas tidak utuh kalau itu dinyatakan sebagai pembubaran, Banser ingin berdialog, berdamai, dan tidak mau ada keributan.

Banser ini sedang “angon” toleransi, sedang “angon” kesatuan, sedang “angon” pancasila, dan sedang “angon” Indonesia. Banser malah dituduh sebagai kepanjangan tangan penguasa, hanya berpihak kepada penguasa dan memuluskan kepentingan penguasa. Padahal aktifitas tersebut untuk kepentingan bersama—keuntuahan rumah kita, Indonesia Raya. Memang aneh, setiap berbicara pancasila maka dituduh bagian dari penguasa, dengan dalih—hanya penguasa yang boleh menafsirkan pancasila.

Namun, penjelasan seperti itu belum mampu meredam hiruk-pikuk di medsos yang kadung terperdaya oleh sumber-sumber berita menyudutkan. Dalam hal ini, saya hanya berharap Banser tetap istiqomah dan Banser bersabar atas tudingan ini-itu, meminjam istilah Gus Dur, “Nanti sejarah yang akan membuktikannya.”

Kita semua mengenal peribahasa, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, Di mana ranting dipatah, di situ air disauk, Masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak”. Peribahasa tersebut menyarankan agar kita selalu menyesuaikan dan mengikuti kebiasaan (cara hidup, cara pandang), dan adat istiadat di tempat kita berada.

Indonesia dengan berbagai intriknya bersepakat mengusung identitasnya Pancasila. Negara berdasar Pancasila bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler, kata Prof. Dr. N. Drijakara tahun 1959. Bagaimana memahaminya? Bukan sekuler, karena negara mengakui dan memberi tempat buat religi. Bukan negara agama, karena tidak mendasarkan diri atas suatu agama tertentu.(Mahbub Djunaedi, Bukan Ini Bukan Itu, [Tempo, 15 Maret 1975])

Yang paling ruwet saat ini adalah dua kekuatan besar dibenturkan, di mana agama berbenturan dengan negara dan negara berbenturan dengan agama. Dan keduanya terkesan saling berlawanan. Ambil contoh pembubaran HTI, bagi sebagian orang menafsirkannya negara tidak berpihak kepada Islam. Namun, yang harus dipertanyakan ialah, kenapa hanya HTI yang dibubarkan?

Benturan itu terjadi tidak hanya dengan negara, namun dengan organisasi lainnya juga. Seharusnya HTI datang kepada pemerintah atau NU meminta bimbingan agar sesuai dengan misi dan visi pembangunan. Kalau HTI hanya ngambek di belakang, sampai kapanpun tidak akan ketemu titik pijaknya. Kita semua harus duduk bersama, dan HTI bertanya, saya salahnya dimana? Saya seharusnya bagaimana? Kalau HTI memang benar-benar ingin ikut andil dalam mencerdaskan dan membangun bangsa ini, HTI harus melakukan langkah-langkah yang cantik dan bijaksana.

Kita sebagai penonton, harus menghilangkan kebiasaan menduga-duga/mengira-ngira tuduhan-tuduhan yang belum tentu kebenarannya, lebih dulu harus dicek dan ditimang-timbang kesesuaiannya. Apalagi tuduhan-tuduhan yang mengarah pada perpecahan. Setiap ada yang “angon wedus” kita curigai, kalau semua kita curigai, lantas kita mau percaya kepada siapa dalam urusan dunia ini? Memang, kebenaran seringkali sepihak. Anehnya, ketika kita belajar tentang benar, itu untuk menyalahkan. Lantas, kalau semua disalahkan, siapa yang benar?

Sungguh, benar dan salah sudah tak terlihat di zaman medsos ini, apalagi zaman now, pemegang kuasa kebenaran tergantung bagaimana opini medsos yang berkembang, entah itu dituduh wedus atau dituduh ayam. Siapapun yang menentang kebenaran berita/informasi medsos maka ia akan dianggap salah dan siap-siap dihantam habis-habisan. Ketika kebenaran yang lebih valid datang, tidak akan diterima karena kebenaran yang sudah dianggap benar mendahului. Benar adagium yang menyatakan, “siapa yang menguasai media, ia menguasai dunia”. 

Efeknya adalah kita lebih menikmati “kentut” kita sendiri, dan tidak mau menerima “kentut” orang lain. Artinya, manusia selalu mengira apa yang dilakukannya itu putih (suci), padahal apa yang kita lakukan punya dua kemungkinan aroma, harum dan busuk. Karena itu, baiknya kita sama-sama bercermin dan introspeksi diri kita masing-masing.Bukan hal yang buruk berjalan memperbaiki diri, dalam posisi apapun dan dipihak manapun.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Wa’ tashimu bi habli allaihi jami’an wa la tafarraqu” (Dan bepeganglah kalian kepada tali Allah (secara) keseluruhan dan janganlah bercerai-berai/terpisah belah) (QS. Ali Imran [3]: 103). Menurut Gus Dur, ayat ini menunjukan kepada kita, yang dilarang bukannya perbedaan pandangan melainkan bersikap terpecah-belah satu dari yang lainnya. Hal ini diperkuat sebuah ayat lain (QS. Al-Maidah [5]: 3), “ta’wanu ‘ala al-birri wa al-taqwa”.

Kata Gus Dur, di sinilah kita perlu membangun kembali “kesatuan umat”(ummatan wahidatan). Mudah diucapkan, tapi sulit diwujudkan bukan?

Penulis adalah Pembaca Setia RMI NU Tegal.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Brebes,RMI NU Tegal. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu penghuni panti asuhan. Pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim.

“Kami ingin saling berbagai dan ingin meminta doa dari anak yatim,” tutur Kepala Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI di sela pemberian santunan, di aula Kantor Kemenag Brebes, Selasa (15/7/14).

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Menurut Imam, doa anak yatim sangat makbul. Untuk itu, dia berharap dari mereka agar segenap keluarga besar Kemenag Brebes mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, bisa bekerja dengan baik dan benar, mendapatkan rezeki yang melimpah dan halal. “Kami hanya berharap doa dari anak-anak yatim ini,” kata Imam.

RMI NU Tegal

Sebelumnya, para anak yatim diajak berbuka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah, mereka juga diajak berdiskusi dan menyampaikan taushiyah Ramadhan serta menjawab berbagai pertanyaan dari Kepala Kemenag, Kasubag TU dan para Kepala Seksi. “Bagi yang bertanya dan berani tampil kami beri hadiah,” tutur H Makmur MPdI selaku panitia penyelenggara.

RMI NU Tegal

Santunan diberikan kepada 100 anak yatim menghuni panti asuhan Putra Muslimat Kauman Brebes, panti asuhan Muhammadiyah Pasarbatang dan panti asuhan Darul Nadlonal Gamprit Brebes. “Meskipun besarnya santunan kecil, tapi mudah-mudahan bernilai tinggi sebagai bentuk kepedulian kami,” tambah Makmur.

Ahmad, salah seorang penghuni panti merasa gembira mendapatkan santunan dari Kemenag. Karena perhatian dari instansi menjelang hari raya dan tahun pelajaran baru sangat meringankan beban dirinya. “Ya, Alhamdulillah bisa buat beli buku baru,” tuturnya.

Selain pemberian santunan, Kemenag juga memberikan bantuan Al-Qur’an, ruku, sarung, mukena untuk 34 masjid di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. Pemberian bantuan diserahkan pada saat Safari Ramadhan bersama Bupati Brebes dan Forkompinda. “Minimal, di masjid tersebut tersedia Al-Qur’an, sarung dan mukena untuk memfasilitasi para musafir yang hendak beribadah shalat,” terangnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Lomba RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah

Probolinggo, RMI NU Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/3) menggelar pelatihan rukun kifayah di Kantor MWCNU Besuk. Pelatihan ini diikuti oleh 100 orang peserta mulai dari pengurus MWC hingga ranting NU baik lembaga maupun badan otonom se-MWCNU Besuk.

Dalam pelatihan rukun kifayah ini, ada beberapa materi yang diberikan mulai dari perawatan saat mendekati sakaratul maut, memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkan jenazah.

MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Besuk Gelar Pelatihan Rukun Kifayah

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Besuk Hasan Zainuri mengungkapkan pelatihan rukun kifayah ini digelar dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan praktek pelaksanaan perawatan jenazah sesuai syariat Islam.

RMI NU Tegal

“Sebab masih ada di beberapa wilayah ketika ada jenazah laki-laki yang memandikan adalah perempuan yang bukan mahromnya dan sebaliknya. Dengan adanya pelatihan ini, jika ada jenazah laki-laki maka yang merawat (memandikan dan mengkafani) juga laki-laki dan sebaliknya,” ungkapnya.

Menurut Zainuri, pelatihan rukun kifayah ini dimaksudkan untuk bisa berbagi ilmu pengetahuan secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut aturan dan syariat agama Islam.

RMI NU Tegal

“Dengan pelatihan ini warga NU bisa memahami bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah dan kitab-kitab yang digunakan oleh ulama NU,” jelasnya.

Dengan pelatihan ini Zainuri mengharapkan agar warga NU bisa terampil dan paham dalam merawat jenazah sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan syariat agama Islam.

“Setidaknya mampu menciptakan kader NU yang benar-benar handal dan terampil dalam merawat jenazah. Hal ini penting agar nantinya warga NU bisa merawat jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga RMI NU Tegal

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, RMI NU Tegal. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

RMI NU Tegal

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

RMI NU Tegal

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, Olahraga RMI NU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Lantik Muslimat Pinrang, Majdah Ajak Berantas Narkoba

Pinrang, RMI NU Tegal

Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Majdah Agus Arifin Numang melantik pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Senin (17/10) di Aula Kementerian Agama.

Majdah mengutarakan latar belakang adanya Laskar Anti Narkoba di Muslimat. Hal itu karena Indonesia saat ini darurat Narkoba. Muslimat NU sebagai salah satu komponen bangsa harus berkontribusi memberantasnya.

Lantik Muslimat Pinrang, Majdah Ajak Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik Muslimat Pinrang, Majdah Ajak Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik Muslimat Pinrang, Majdah Ajak Berantas Narkoba

"Tidak hanya melanda kota-kota besar, tetapi saat ini Narkoba sudah mulai masuk ke pelosok-pelosok daerah. Oleh karena itu, Muslimat NU harus memastikan keluarga dan lingkungannya jauh dari Narkoba," imbaunya.

RMI NU Tegal

Laskar tersebut, lanjutnya, tak hanya sebatas dideklarasikan, tapi harus punya komitmen sebenar-benarnarnya memberantas Narkoba di lingkungannya masing-masing. “Kami intruksikan kepada seluruh pengurus untuk melebarkan sayap sampai ke ranting, demi menyukseskan program Muslimat,” tambahnya.

Adapun yang dilantik, Ketua Dewan Pembina Hj Dewiyani Aslan Patonangi, Ketua PC Hj Salmawati dibantu beberapa Wakil Ketua, didampingi Sekretaris Rusmini dibantu beberapa Wakil Sekretaris dan beberapa bidang.

RMI NU Tegal

Hj Salmawati melaporkan, saat ini Muslimat membina beberapa panti asuhan dan Raudatul Athfal. “Tentunya ini sebagai wujud eksistensi Muslimat NU sebagai organisasi masyarakat, sosial dan keagamaan," katanya.

Selain pelantikan, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pinrang dan seluruh pengurus mendeklarasikan Laskar Anti Narkoba sebagai upaya memerangi bahaya laten Narkoba.

Tampak hadir Bupati Kabupaten Pinrang A Aslam Patonangi, Pengurus NU, Pengurus MUI, Kepala Kantor Kemenag, Kapolres, ratusan guru sekabupaten Pinrang, dan ratusan pengurus majelis ta’lim binaan Muslimat NU. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga RMI NU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan

Bandar Lampung, RMI NU Tegal. Saat ini berita palsu (hoaks) diberbagai media dan konten kontent yang berisi ujaran kebencian sudah pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Polarisasi terbelah cukup signifikan di sosial media.

MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan

Seringkali percakapan yang terjadi tentang sebuah issu bukan Iagi pada tataran diskusi sehat yang membangun, akan tetapi sudah pada tataran saling mencaci, memaki bahkan menghina antara kelompok satu dan yang Iainya.

Menurut data dari Kementerian Kominfo saat ini jumlah pengguna internet di indonesia sudah mencapai 63 juta orang. 95 persennya merupakan pengguna sosial media. Angka ini diprediksi akan terus meningkat secara signiflkan.

Dengan data ini maka sosial media dan online berpotensi untuk menimbulkan permasalahan tersendiri jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mengatasi konflik horisontal yang mungkin ditimbulkan oleh maraknya ujaran kebencian di sosial media, maka perlu di bangun pemahaman dari hilir ke hulu.

RMI NU Tegal

Pendidikan sosial media kepada para aktivis organisasi kemasyarakatan keagamaan menjadi penting agar dapat menetralisir polarisasi yang terjadi.

Terkait hal inilah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung akan menggelar Talkshow Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah yang bertajuk Jaga Dunia Maya, Jaga Akhlak Bangsa.

Menurut Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid, Kegiatan yang akan dilaksanakan satu hari pada Sabtu (14/10/2017) mendatang di Hotel Novotel Bandar Lampung tersebut diharapkan mampu memberi gambaran tentang kondisi jagat maya kita saat ini khususnya kepada aktivis Ormas Keagamaan.

RMI NU Tegal

"Kita berharap Talk Show ini mampu memberi pemahaman tentang bahayanya jika ujaran kebencian dan Hoax merajalela," ujarnya, Rabu (11/10) tentang kegiatan yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Kominfo Pusat ini.

Lebih lanjut, Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini mengajak kepada kepada seluruh pengurus Ormas untuk mampu menjadi agen-agen perubahan yang aktif untuk menciptakan suasana kondusif di jagat maya khususnya media sosial.

Kegiatan Talk Show tersebut akan menghadirkan Prof. Henri Subiakto dari Kominfo dan H. Mustafa Helmy dari MUI Pusat yang akan membahas Fatwa Medsos, Islam Wasathiyah, dan Konsensus Kebangsaan.

Selanjutnya Pakar Sosial Media Savic Ali akan memaparkan kondisi real media sosial saat ini. Selain itu dari MUI Provinsi Lampung juga akan memaparkan materi tentang Islam, Kebangsaan, Medsos dan Isu-Isu Lokal. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Olahraga RMI NU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi

Jakarta, RMI NU Tegal. Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) terus mendalami kemungkinan adanya pelanggaran aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kasus Kebakaran Pabrik Kembang Api, PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang. Kemnaker telah menerjunkan tim pengawas ketenagakerjaan  ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mendalami kasus tersebut.

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Selidiki Dugaan Pelanggaran K3 Ledakan Pabrik Kembang Api Kosambi

Menaker Usut Kecelakaan Kerja di Gudang Kembang Ap

Dalam pelaksanaannya, tim fokus mendalami kemungkinan pelanggaran pada aspek ketenagakerjaan. Diantaranya kepatuhan perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). 

“Apakah perusahaan tersebut sudah menerapkan norma keselamatan kerja dengan baik dan benar. Norma keselamatan kerja tersebut adalah meliputi aspek-aspek ketenagakerjaam terutama ya, keselamatan bagi para pekerja,” kata Dirjen Pembinaan  Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker  Sugeng Priyanto di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (27/10).

RMI NU Tegal

 

RMI NU Tegal

Sugemg menjelaskan, aspek K3 yang diselidiki berkaitan dengan sarana dan prasarana K3  di lingkungan kerja. Seperti penyediaan alat pelindung pekerja, pintu evakuasi, dan sebagainya.

“Ini yang merupakan kewajiban kerja perusahaan, untuk menyiapkan sarana dan prasarana kerja yang aman, yang terkait dengan keselamatan pekerja,” jelasnya.

Selain itu, tim Kemnaker tersebut juga akan mendalami hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja, seperti jaminan sosial dan upah.

“Kami akan melihat satu persatu tenaga kerja yang bekerja di perusahaan tersebut. Terutama yang menjadi korban untuk memperoleh hak-haknya,” Sugeng menguraikan.

Sugeng juga mengucapkan bela sungkawa yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Hal ini menurutnya harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, perusahaan, pekerja, dan masyarakat umum. Hal itu untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya K3.

“Kami, sekali lagi ingin menyampaikan ungkapan bela sungkwa dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya kecelakaan kerja ini yang menimbulkan korban baik luka-luka maupun meninggal dunia,” ujarnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Warta RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan

Solo, RMI NU Tegal. Hiruk pikuk panitia, untuk mempersiapkan kegiatan khataman dan haul di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, pekan lalu (31/1), masih terlihat. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 23.30 WIB.

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Wasiat KH Umar Abdul Mannan

Sebagian dari para santri yang berada di depan halaman masjid, masih sibuk dengan aktivitas mengangkat kursi, mengecek lampu dan sebagainya. Secara kebetulan, saya dan seorang kawan dari RMI NU Tegal, yang hendak pergi berziarah ke makam tokoh kharismatik di Solo, KH Umar Abdul Mannan, menemukan semacam prasasti yang terletak persis di depan masjid.

Pada prasasti tersebut, tertulis judul dengan huruf kapital: SHOLAWAT – WASIAT K.H. AHMAD UMAR ABDUL MANNAN. Tulisan yang berwarna kuning keemasan tersebut, terlihat menyala di atas prasasti yang berwarna hitam. Di bawah judul, tertulis syair shalawat yang dibuat oleh Kiai Umar.

RMI NU Tegal

Menurut Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH M Dian Nafi’, syair tersebut diciptakan semasa Kiai Umar masih hidup. “Kemudian dititipkan ke Nyai Siti Fathonah Rofingi. Pesan Mbah Umar, setelah wafat agar diserahkan ke pengganti beliau, KH Rofingi Al-Hafidh,” ujar Kiai Dian, Rabu (4/2).

RMI NU Tegal

Adapun isi shalawatnya sebagai berikut:

Allahumma sholli wa salim ‘alaa # Sayyidina wa maulanaa muhammadin

‘adada maa fi ‘ilmillahi sholatan # Da’imatan bida wa min mulkillahi

Wasiate Kyai Umar maring kita.

Mumpung sela ana dunya dha mempenga.

Mempeng ngaji ilmu nafi’ sangu mati.

Aja isin aja rikuh kudu ngaji

(wasiat Kiai Umar kepada kita

mumpuung hidup di dunia, bersungguh-sungguhlah

sungguh-sungguh cari ilmu bermanfaat sebagai bekal mati

jangan pernah malu, wajib mengaji!)

Dha ngajiha marang sedulur kang ngerti

Aja isin najan gurune mung bayi

Yen wus hasil entuk ilmu lakonono

Najan sithik nggonmu amal dilanggengno

(mengajilah kepada yang alim

jangan malu, meski gurumu masih sangat muda

bila sudah belajar, amalkanlah

walau sedikit, tapi konsisten)

Aja ngasi gegojegan dedolanan

Rina wengi kabeh iku manut syetan

Ora kena kanda kasep sebab tuwa

Selagine durung pecat sangka nyawa

(jangan banyak bergurau dan bermain

siang malam, semua itu mengikuti syetan

jangan pernah berkata terlambat belajar karena tua

selagi nyawa masih di kandung badan)

Ayo konco padha guyub lan rukunan

Aja ngasi pisah congkrah lan neng-nengan

Guyub rukun iku marakake ruso

Pisah congkrah lan neng-nengan iku dosa

(ayo saling guyub dan rukun

jangan saling berseteru

guyub rukun itu menjadikan kuat

berseteru itu dosa)

Ing sahrene dawuh rukun iku nyata

Ayo enggal dha nglakoni aja gela

Aja rikuh aja isin aja wedi

Kudu enggal dilakoni selak mati

(pesan untuk rukun itu nyata

ayo segera dilakukan, agar tidak kecewa

jangan malu, jagan takut

harus segera dilaksanakan, sebelum mati)

Mula ayo bebarengan sekolaho

Mesti pinter dadi bocah kang utama

Budhi pekertine becik sarta tata

Woh-wohane bakal bekti marang wong tuwa

(ayo bersekolah

jadilah anak yang pintar

berbudi pekerti baik dan tata krama

akhirnya berbakti kepada orang tua)

Ing sahrene dawuh rukun iku cetha

Ayo enggal dha nglakoni aja gela

Ayo sekolah nyang madrasah Al-Qur’an

Padha ngaji Qur’an ana Mangkuyudan

(pesan untuk rukun itu nyata

ayo segera dilakukan, agar tidak kecewa

ayo sekolah ke madrasah Al-Quran

mengaji Al-Quran di Pesantren Mangkuyudan

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Sholawat RMI NU Tegal

Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah

Garut, RMI NU Tegal - Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor Kabupaten Garut baru berdiri dan beroperasi selama tiga tahun. Pihak koperasi sudah memiliki aset melimpah. Tercatat sebesar Rp.125 juta menjadi aset utama berupa uang yang diperoleh dari keuntungan usaha dan simpan pinjam.

Tak hanya keuntungan uang, sejumlah usaha seperti fotokopi, peternakan, dan simpan pinjam pun terus menunjukkan perkembangan. Sementara anggota koperasi ini berjumlah 67 orang yang terdiri atas pengurus dan anggota GP Ansor dan Banser.

Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tahun, Koperasi GP Ansor Garut Miliki Aset Ratusan Juta Rupiah

Ketua Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor Garut Heri Hasan Basri mengatakan, aset berupa uang sebesar Rp.125 juta ini sebagai keuntungan selama tiga tahun. Ia berharap keuntungan terus bertambah untuk membentuk usaha lain demi menyejahterakan anggota.

"Kita mulai dari yang kecil. Alhamdulillah sudah menunjukkan peningkatan," kata Heri saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Kantor Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor, Kampung Cimuncang Kelurahan Cimuncang Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut.

RMI NU Tegal

Heri menekankan bahwa koperasi ini terbuka untuk umum meski bukan anggota GP Ansor atau Banser.

"Tujuan koperasi dari anggota untuk anggota. Siapa saja boleh menjadi anggota koperasi ini," ujarnya.

RMI NU Tegal

Koperasi Syubbanul Wathan GP Ansor Cabang Garut berdiri 30 Juli 2013. Sampai 30 Juli 2016 koperasi sudah memiliki aset sebesar Rp 125 juta. Iuran anggota per bulan Rp.30 ribu. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

Tegal, RMI NU Tegal. Bupati Tegal, Enthus Susmono mengemukakan, Hari Santri Nasional sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran perjuangan para kiai dan santri dalam memerdekakan republik ini. 

Ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini bertepatan dengan dikeluarkannya fatwa jihad oleh KH. Hasyim Asyari di tahun 1945 yang mampu membangkitkan semangat ruhul jihad, semangat cinta tanah air arek-arek Suroboyo utamanya kalangan pesantren kala itu yang berujung pada pecahnya pertempuran heroik di

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

“Surabaya 10 November 1945 melawan tentara sekutu yang kemudian kita kenang sebagai Hari Pahlawan Nasional," ujar Enthus dalam sambutannya pada Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Tegal dilapangan Pemkab Tegal, Ahad (22/10).

Menurut Bupati yang jago jadi dalang itu, meskipun peristiwa bersejarah tersebut dicetuskan oleh Rais Akbar dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), akan tetapi semangat berjihad dan berjuang yang dikobarkannya mampu menembus sanubari seluruh elemen bangsa Indonesia. 

"Hal ini penting saya sampaikan di sini agar peringatan Hari Santri tidak memunculkan dikotomi di kalangan umat beragama dan mengusik kehidupan pluralisme Bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya

RMI NU Tegal

Dikatakannya, peringatan Hari Santri Nasional ini bukan saja perwujudan rasa syukur, penghormatan dan penghargaan kita kepada santri dan ulama yang telah ikut serta berjuang mengusir penjajah, akan tetapi juga momentum penting bagi kita Bangsa Indonesia untuk memupuk dan menumbuhkembangkan semangat rasa cinta tanah air. 

“Rasa cinta tanah air ini tidak boleh luntur, maka harus dijaga, dipelihara dan digelorakan semangatnya di berbagai kesempatan,” tegasnya.

"Bagaimana Kiai Wahab atas bimbingan Kiai Hasyim Asyari mencetuskan adagium hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air bagian dari iman dan menggubah lagu bertajuk Syubanul Wathan ini merupakan upaya dan pesan dari para pendahulu kita untuk merawat nasionalisme," sambung Enthus.

RMI NU Tegal

Untuk itu, Mantan Kasatkorcab Banser itu memandang bahwa Hari Santri Nasional ini adalah momentum yang tepat untuk menggugah dan membangkitkan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang disatukan oleh kesatuan ideologi anak bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, ras dan golongan.

Untuk itulah, melalui kesempatan Hari Santri ini, semangat "NKRI Harga Mati" harus terus kita gelorakan. Sudah tidak ada lagi waktu bagi kita memperdebatkan hal-hal yang bersifat wacana atau adanya hanya di awang-awang saja. 

Yang bangsa ini butuhkan adalah generasi santri hebat yang mau turun tangan, bukan urun angan. Saatnya kita bekerja nyata dengan terus mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan, saling memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan saling melemahkan.

"Semoga dengan peringatan Hari Santri Nasional ini Bangsa Indonesia menjadi semakin damai, berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan demi terwujudnya Bangsa Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota Forkompimda Tegal, Sekda Tegal, jajaran Syuriyah dan Tanfidziah PCNU, Badan Otonom NU, para kepala OPD Pemkab Tegal dan ribuan santri se Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Olahraga, Pertandingan RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Pasuruan, RMI NU Tegal - Istighotsah akbar digelar dalam rangka pelantikan pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Ahad (30/7) pagi. Sekitar 3000 jamaah sudah datang sejak pagi hari dan memenuhi area istighotsah.

Acara ini dimulai dengan penampilan pencak silat dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa serta penampilan paduan suara dari SMK Ar-Rahma. Selain itu, Stikes Ar-Rahma juga turut berpartisipasi dengan membuka layanan tes kesehatan gratis bagi warga yang hadir dalam acara istighotsah tersebut. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kecamatan Gempol juga ikut berpartisipasi dalam pelantikan ini.

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Ketua MWCNU Gempol M Nurul Huda mengatakan, "Saya berterima kasih kepada seluruh warga dan banom-banom NU di Kecamatan Gempol mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, Ishari. Saya selaku Ketua MWCNU Gempol mengharapkan agar semakin kompak ke depannya."

RMI NU Tegal

Sementara Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Gus Ali Mashuri menyampaikan arahannya. Menurutnya, ada tiga poin yang harus menjadi acuan dalam melakukan program kerja nantinya. Pertama, NU harus bisa mengambil alih pasar di sektor ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.

“Saya akan membantu MWCNU Gempol nantinya untuk membuat program kerja agar NU di Gempol semakin maju," kata Gus Ali.

Sementara salah seorang kader IPNU di Kecamatan Gempol Aditya Mardani mengatakan, "IPNU dan IPPNU akan kita massifkan koordinasi dengan NU untuk kemajuan NU dan IPNU atau IPPNU di Gempol."

RMI NU Tegal

Seluruh Pengurus MWCNU Gempol sepakat memperkuat LP Maarif NU sebagai bagian dari NU guna berkontribusi membangun pendidikan berkarakter di Kecamatan Gempol khususnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Halaqoh, Olahraga RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah

Seorang kiai tengah duduk-duduk di depan balai rumahnya. Tak lama, istrinya datang membawakan teh dan cemilan kesukaan sang suami.

“Makasih Umi. Setelah ini Umi mau ngapain?” tanya kiai.

Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah

“Ini Bah, baru mau nyambel tomat,” jawab istri singkat. Segera sang istri kembali ke dapur.

RMI NU Tegal

Namun, melihat suami terlihat serius memegang sesuatu, ia jadi penasaran, "Baca apa sih, Bah? Kok serius amat?"

"Ini lho Umi.. Abah lagi baca surat nikah. Kok aneh ya?" Jawab kiai

"Apanya yang aneh, Bah?" tanya istri makin penasaran.

RMI NU Tegal

"Saya bandingkan sama KTP dan SIM, semua ada tanggal kadaluarsa. Lha ini surat nikah kok tidak ada ya?"

"Walah, Bah. Umi buatkan sambel yang pedes kapok, Sampeyan,” sang istri sambil buru-buru masuk. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga RMI NU Tegal

Senin, 06 November 2017

Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad

Probolinggo, RMI NU Tegal. Sebagai upaya menjaga tradisi ke-NU-an di kalangan pelajar, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (15/12) malam.

Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Tradisi Baik untuk Teladani Nabi Muhammad

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor PCNU Kota Probolinggo ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari perwakilan pembina (majelis alumni) pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo. Serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisatiat (PK) IPNU-IPPNU se-Kota Probolinggo.

Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah rasa cinta pelajar NU terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus semakin menambah kekompakan pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo dan PAS serta Majelis alumni PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar IPNU-IPPNU di Kota Probolinggo semakin kompak dan semakin besar dengan melaksanakan dan menjaga tradisi-tradisi ke-NU-an sekaligus menjadi media menampung aspirasi para pelajar,” harapnya.

RMI NU Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Nur Baiti As-Syiddiqy. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari

“Sebagai pelajar kita wajib melestarikan semua tradisi-tradisi yang dilakukan oleh para ulama-ulama NU. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa semakin meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW,” katanya.

RMI NU Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Pembina PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo Kiai Saiful Islam. Dirinya berharap agar keberadaan IPNU-IPPNU supaya bisa menjadi organisasi yang berintelektual dan kompak yang menjadi contoh bagi pemuda serta bisa menjaga tradisi NU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Makam RMI NU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman

Pada Idul Fitri kali ini adalah ketiga kalinya bagi saya selama kuliah di Yaman. Satu kali berada di kota Mukalla dan dua kali di desa Tarim keduanya berada di Provinsi Hadhramaut Yaman.

Kalau di Mukalla biasanya syiar takbir hari raya begitu syahdu terdengar sepanjang malam dari berbagai masjid. Masjid Asrama kami misalnya, Masjid Imam Syafii. Menurut informasi yang kami dapatkan merupakan masjid terbesar yang ada di Hadhramaut. Di masjid Imam Syafii sepanjang malam mengumandangkan takbir guna Ihya Lailatil Ied menghidupkan malam Idul Fitri serta qiyamul lail sebagaimana anjuran Nabi hingga waktu shalat tiba.

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman

Berbeda dengan Kota Mukalla Desa Tarim yang klasik memiliki tradisi yang berbeda. Masyarakat tarim lebih banyak mengisi malam harinya dengan qiyamul lail dan shalat Tasbih, Qosidah, serta dzikir-dzikir kepada Allah SWT. Adapun takbiran dilantunkan tanpa pengeras suara. Barulah sehabis shalat subuh dikumandangkan takbir dengan pengeras suara.

Pembayaran zakat juga semarak diberikan kepada fakir miskin sehari sebelum pelaksanaan shalat ied. Kemarin saat saya akan membayar zakat fitrah setiap orangnya diminta 500 real untuk beras yang kualitas rendah, 700 Real beras kualitas menengah, dan 1000 Real untuk beras unggulan.

Beberapa masjid yang terkenal di Tarim melaksanakan shalat Ied dengan ragam yang berbeda. Misalnya masjid fenomenal dengan Menara tanah liat tertinggi di Yaman yaitu Masjid Al-Muhdlor. Nampak para jemaah yang shalat di sini lebih mengintepretasikan makna khusyu dan ketenangan. Jamaah yang hadir ada yang sejak subuh duduk bersama bertakbir dan berdzikir kepada Allah SWT. Adapun yang menjadi khotib adalah dari keluarga bin Syihab yang terkenal di Tarim.

RMI NU Tegal

Begitu juga dengan masjid Al-Fath masjid yang didirikan oleh Imam Abdulloh al-Haddad nampak tidak jauh berbeda dengan masjid muhdlor. Hanya saja jika solat dimasjid ini kita bisa melihat ornamen hiasan kaligrafi dan lampion bergaya eropa. Kitapun juga bisa mengunjungi tempat peribadatan Imam Abdulloh Al-Haddad dan melihat artefak peninggalan dakwah beliau. Adapun yang menjadi imam dan khotib di masjid fath adalah dari keluarga al-Haddad

Pada hari raya kali ini kebetulan kami ingin merasakan suasana yang berbeda dan saya pun melaksanakan shalat Ied di Jabbanah yaitu masjid yang berada di sebelah kanan makam zambal dan furait. di pinggiran jalan menuju Jabbanah banyak orang menjajahkan mainan anak-anak, batotis, sambossa, makanan ringan dan manisan hari raya.?

RMI NU Tegal

Di Jabbanah juga unik berbeda dengan masjid lainnya sebab di sini banyak sekali anak anak kecil yang sengaja diajak orang tuanya untuk membeli maenan dan kuliner hari raya. Dengan mengenakan aneka pakaian ala cinderella arab dan dandanan Jambul rambut bermacam macam membuat anak anak itu makin nampak lucu dan menggemaskan. Karena saya orang indonesia, saya terperajat melihat kecantikan dan ketampanan gadis dan bocah Arab.

Sholat ied di masjid Jabbanah dipenuhi ribuan masyarakat dan santri dari Universitas Al-Ahqof, Rubath Tarim, dan Universitas Imam Syafii. Sementara yang menjadi imam dan khotib adalah dari keluarga Al-Khotib.? Selepas sholat ied para jamaah berziarah ke makam para ulama wal Auliya di zambal serta makam Syuhada Perang Badar. Sementara sebagian lainnya masih asyik berbelanja dan menikmati kuliner disekitar masjid jabbanah.

Darul Mustofa, pesantren asuhan habib umar memiliki cara sendiri dalam melaksanakan hari raya. Darul Mustofa terkenal sebagai pesantren yang mencetak dai kelas dunia, di sini ribuan santrinya menggunakan pakaian jubah dan imamah lengkap.

Kemudian segenap santri Darul Musthofa, Mahad idrus, Mahad Nur dan masyarakat sekitar kompleks Aidid bergerak melakukan arak arakan dari Markas musholla Ahlul Kisa menuju Masjid Ar-Raudloh yang berjarak sekitar 500 M. Arak arakan ini dipimpin langsung oleh beliau Habib Umar Bin Hafidz dan putranya Habib Salim Bin Hafidz.?

Arak arakan ini sangat meriah sebab di depan di bawakan 4 empat atribut bendera habaib serta tabuhan genderang berirama klasik penghangat suasana. Teriakan Allohu Akbar Walillahil Hamd dan qosidah Ala Ya Alloh Binadzroh Minal Aini Rohimah memecah tangisan kerinduan kepada bumi pertiwi Indonesia serta mengingatkan pada masa kejayaan islam dibawah bendera Rosulullah SAW.

Sesampainya di masjid raudloh para jamaah langsung melaksanakan shalat Idul fitri dan yang menjadi imam adalah dari keluarga Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim. Biasanya selepas sholat ied segenap santri dan mahasiswa bersalam salaman dan selfie bersama sambil melepas kerinduan dengan keluarga dirumah. Yang berbeda khutbah iedul fitri di Tarim menggunakan rujukan dari kitab karya ulama Tarim yang telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu.?

Seorang dosen saya Al-Qodli DR Abdullah Balfaqih menuturkan, khutbah di tarim memiliki ciri khas dari segi keistimewaan sastranya yang tinggi, keluhuran pesan morilnya, serta tidak pernah mengabaikan aspek dzikrulloh mengingat Alloh SWT maka jangan heran meskipun disaat suasana bahagia kalian akan menemukan khotibnya menangis tersedu sedu saat mengingatkan mengenai kematian, dunia yang hanya sementara dibanding kekalnya kehidupan akhirat.? Dan itu terbukti saya pun beserta jamaah lainnya turut menitikan air mata saat mendengarkan khutbah yang dibacakan oleh khatib.

Dihari pertama hari raya banyak dari kalangan santri dan mahasiswa yang melaksanakan halal bi halal dan Uzumah dengan menyewa Suggoh (losmen) atau di Masbah (kolam renang) dan bertemu teman kerabat yang berbeda institusi. Barulah di hari kedua biasanya kita melaksanakan puasa syawalan hingga tanggal 7 Syawal.

Demikianlah beberapa hal yang menjadi khas Idul Fitri di Kota Tarim. Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan hari raya Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Tarim, 1 Syawal 1437 H

Dilaporkan oleh Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Hadits, Daerah RMI NU Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional

Bojonegoro, RMI NU Tegal. Syukur dan bangga. Mungkin dua kata itulah yang pantas diucapkan oleh segenap keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Nahdlotul Ulama (MINU) Wali Songo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro ketika Galuh Eka Fidyanti meraih Juara III Karate tingkat Usia Dini Nasional.

Raut muka sumringah tampak dari wajah pemangku kepentingan MINU Wali Songo ketika menyambut kedatangan pelatih karate Lemkari kecamatan Sumberrejo yang menyerahkan medali beserta atribut lainnya atas prestasi dari anak didiknya yang meraih medali perunggu dalam kejuaraan karate Lemkari tingkat Nasional di kantor MINU Wali Songo Rabu (20/2) pagi. 

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MI NU Sabet Medali Karate Nasional

Galuh Eka Yulianti siswi kelas III (tiga) ini meraih medali setelah melalui berbagai seleksi ketat dan bertahap. Siswa pendiam ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung ini menyabet medali kategori usia dini – 30 kg putri.

RMI NU Tegal

Sebagaimana diketahui siswi yang senangnya duduk di bangku deretan belakang ini beberapa hari terakhir sering izin melalui wali kelasnya untuk mengikuti seleksi kejuaraan karate Lemkari tingkat kabupaten kategori/kumite usia dini – 30 kg putri. 

RMI NU Tegal

“Kami maklum jikalau ini demi prestasi anak didik kami,” ujar Mubarok Firdaus Wali kelas III.

Kegiatan kejuaraan karate Lemkari ini memperebutkan Piala ketua umum Lemkari dan Ronggolawe I (pertama) pada tanggal 15 s/d 17 Februari 2013 di Kota Tuban.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Hikmah, Cerita RMI NU Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Doa Melepas Pakaian

Ketika kita melepas pakaian, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya, Rasulullah menganjurkan kita membaca:

? ? ? ? ? ? ?

Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Melepas Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Melepas Pakaian

Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa

RMI NU Tegal

"Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia."

(Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nasional, Olahraga, Makam RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock