Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi

Pringsewu, RMI NU Tegal. Pada tahun 2018 kali ini, Hari Lahir NU ke 92 yang jatuh pada Rabu (31/1) bersamaan dengan terjadinya fenomena alam Gerhana Bulan Total. Momen ini disambut antusias oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu dengan rencana menggelar kegiatan Harlah yang dibarengkan dengan Kegiatan Shalat Khusuful Qomar berjamaah di Komplek Gedung NU Pringsewu..

"Rangkaian kegiatan akan dimulai Shalat maghrib Berjamaah dilanjutkan dengan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan) dan Khutbah Shalat Khusuf. Setelah itu kita lanjutkan dengan Shalat Isya Berjamaah, Istighotsah dan Mauidzatul Hasanah dari beberapa Ulama Kabupaten Pringsewu," demikian jelas Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrahim, Rabu (24/1) malam saat mengadakan pertemuan persiapan kegiatan tersebut di Rumah Makan Abah Anwar Pringsewu.

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-92 NU, Momentum PCNU Pringsewu Intensifkan Kaderisasi

Dalam kegiatan Harlah lanjutnya juga akan diekspos program-program kegiatan yang akan dilakukan oleh PCNU Pringsewu  tahun 2018 kepada seluruh pengurus dan warga NU. Program-program tersebut jelasnya merupakan realisasi dari keputusan yang sudah diambil pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Pringsewu.

"Diantara kegiatan yang pada tahun ini akan dimaksimalkan oleh PCNU Pringsewu adalah program kaderisasi dengan melaksanakan Diklat Kaderisasi yang direncanakan akan digelar pada April 2018 mendatang," jelas Pria yang akrab disapa Mas Taufik ini.

Terkait pengkaderan ini, Mas Taufik mengatakan bahwa ikhtiyar ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kader-kader NU Pringsewu yang akan berkiprah mengurusi NU. Pengkaderan juga merupakan amanat AD/ART NU Bab XIII Pasal 39 ayat 4-7 yang menyebutkan bahwa syarat untuk menjadi pengurus NU harus sudah mengikuti pendidikan kader atau kaderisasi yang dibuktikan dengan sertifikat kader NU.

RMI NU Tegal

"Kita optimis nantinya akan bermunculan kader-kader NU yang akan meneruskan tongkat estafet kepengurusan Jamiyyah NU di Pringsewu melalui upaya-upaya yang terukur dan terstruktur melalui pengkaderan ini," katanya.

RMI NU Tegal

Apalagi diera teknologi dan informasi tanpa batas sekarang ini tambahnya, peningkatan kualitas pengurus menjadi sebuah keharusan. Saat ini menurutnya sudah terjadi perang ideologi baik terhadap radikalisme maupun sekularisme. Disamping matang organisasi, pengurus juga harus kuat secara ideologi dan peka terhadap perkembangan arus informasi khususnya faham-faham yang menyebarkan perpecahan.

"Kaderisasi menjadi jawaban atas fenomena ini. Dan PCNU Pringsewu akan mengintensifkannya pada tahun 2018 ini. Mohon doa dan dukungan agar program 2018 PCNU Pringsewu dapat berjalan sesuai dengan target dan membawa kemaslahatan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Khutbah RMI NU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengajak segenap aktivis politik dan para pemuka agama untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan umat dalam pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Kang Said mengimbau agar calon kepala daerah maupun pemuka agama di mana pun untuk tidak menggunakan isu agama dalam merebut dukungan politik.

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Isu Agama di Pilkada Serentak Rawan Pecah Belah Umat

Demikian disampaikan Kang Said di hadapan sedikitnya 70 peserta diskusi publik yang bertajuk “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan Adalah Rahmat”di Jakarta, Rabu (26/8) siang.

“Jangan jualan agama baik agama Islam atau agama lainnya di pilkada serentak. Bahaya sekali kalau agama diperjualbelikan,” kata Kang Said yang menjadi salah satu narasumber di forum ini.

RMI NU Tegal

Narasumber lain dalam diskusi ini Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia Bhiksu YM Dutavira Mahastavira.

Mereka yang berkepentingan merebut dukungan publik, kata Kang Said, harus menjunjung tinggi UU Pilkada sebagai konstitusi yang berlaku. Semua aturan itu dibuat sedemikian rupa memang dimaksudkan untuk menghindari kecurangan, cara-cara kotor yang berdampak pada perpecahan di tengah masyarakat.

RMI NU Tegal

“Terlebih lagi kalau negara negara berdasarkan atas agama. Ini sangat berbahaya sekali. Kalau berbeda kepentingan, bisa saling mengafirkan,” tegas Kang Said.

Menurut Kang Said, agama yang dipeluk calon kepala daerah tertentu tidak bisa menjamin yang bersangkutan bersih dari segala cela ke depannya. “Belum lagi kalau korupsi, mau disalahkan agamanya? Kan tidak mungkin agamanya,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Hadits, Santri RMI NU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Semarang, RMI NU Tegal. Ribuan jamaah memadati lapangan Sepak Bola Kliwon Ngaliyan Semarang Majelis Dzikir Maulidin Nabi Ngaliyan, Ahad (24/2) dalam acara pengajian akbar bertema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Kita Pelihara, Akhlak, Sabar dan Takwakal.”

Kegiatan dihadiri tim hadroh dan para habib se-Semarang, sehingga ribuan jamaah memenuhi lapangan sambil menikmati Hadroh shalawat dan sambutan pengajian oleh Habib Jafar. Dalam pengajian akbar maulid Nabi Muhammad tersebut di isi oleh Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan.

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Kelahiran Nabi Muhammad sangat layak untuk diperingati. Akan tetapi dalam memperingati Nabi Muhammad tidak hanya waktu kelahiran Nabi Muhammad melainkan tiap hari, bulan maupun tahun, kata Habib Luthfi.

RMI NU Tegal

“Nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara melakukan tirakat dan puasa. Ia adalah suri teladan yang baik, dan teladan atau ushwah itulah yang sulit kita laksanakan,” kata Habib.

Meski Muhammad adalah orang suci namun ia selalu melakukan tazkiyah an-Nafs dan tazkiyah Qulub.Ia selalu mensucikan hati dan nafsunya, selayaknya cara-cara penyucian dengan teladan yang baik tersebut menjadi contoh bagi kita dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah.

RMI NU Tegal

Islam dibawa ke bumi Nusantara dengan baik dan damai. Namun acara-acara televisi dalam menontonkan kisah-kisah wali selalu dibumbu-bumbui dengan pertengkaran dan kesaktian.

“Sesungguhnya para wali memberikan contoh teladan dari Nabi, bukan melalui kesaktian namun dengan manajemen Islam yang damai. Islam dibawa melalui contoh dan kegemaran masyarakat, sehingga Islam mudah menyebar di Indonesia,” tutur Habib Luthfi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Santri, Lomba RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama

Jakarta, RMI NU Tegal. Sebagai seorang Nahdliyin tulen, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud, memiliki impian tersendiri bagi kaum muda NU. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM NU mutlak diperjuangkan.

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Kaum Muda NU Harus Jadi Jihad Bersama

Ia mendorong kaum muda NU agar sukses pendidikannya, baik yang diselenggarakan di lingkungan NU maupun via pendidikan umum. “Gelar dan kualitas harus menjadi jihad kita bersama,” ujar Mas’ud kepada RMI NU Tegal melalui telepon seluler, Selasa (31/1) malam.

Dorongan kepada kaum muda tersebut, lanjut Mas’ud, diwujudkan dalam sejumlah program berkelanjutan. Untuk kegiatan insidental, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan beberapa pihak, misalnya PCINU Kairo.

“Secara tidak langsung, ini bagian dari upaya peningkatan SDM tersebut. Minimal affirmative action terhadap upaya-upaya pengembangan mereka,” kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang ini.

RMI NU Tegal

Mas’ud menambahkan, NU sebagai umat mayoritas di negeri ini tidak bisa dipungkiri. Namun, SDM NU yang berkualitas masih membutuhkan upaya kita bersama. Jamaah NU yang berkualitas dalam berbagai bidang merupakan indikator majunya bangsa ini.

“Kita merindukan dan mendoakan lahirnya generasi muda NU di negeri ini yang berada di garda terdepan dalam dunia akademis, birokrasi, legislatif, serta sentra-sentra yang memerlukan profesionalisme tinggi,” harapnya. ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagi doktor jebolan UCLA Amerika ini, upaya meningkatkan kualitas SDM kaum muda tersebut salah satunya melalui pembinaan secara langsung di birokrasi, baik tenaga struktural maupun fungsional. “Kebetulan saya menangani peneliti dan widyaiswara atau pelatih. Saya bersyukur masih sempat berinteraksi sekaligus membimbing mahasiswa pascasarjana baik S2 maupun S3,” ungkapnya.

Menurut pria asal Kudus ini, ada dua kata kunci untuk pemuda NU kita sekarang dan ke depan, information and knowledge. Dengan Aswaja di dada setiap generasi muda NU, mereka harus tertantang penguasaan dua keywords tersebut.

“Sebagai contoh, putri kami yang baru kelas 3 aliyah di MAN IC nilai IELTS-nya sudah 7. Penguasaan Bahasa Jepang-nya juga terus ia tingkatkan karena ingin kuliah di negara tersebut dengan tetap bertekat menghafal Quran juga. Mohon doanya,” pungkas Mas’ud. (Musthofa Asrori/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Meme Islam RMI NU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Ayat Al-Quran Ini Abadikan Tawassul Yahudi dengan Nabi Muhammad SAW

Tawassul merupakan salah satu bentuk doa untuk hajat tertentu. Karena salah satu bentuk doa, ia dapat dimaqbul dan ditolak. Dengan tawassul, seseorang tidak mengganti siapa yang dimohon (Allah). Yang dituju dalam beroda tetap Allah dalam tawassul. Hanya saja ketika berdoa, seseorang menyertakan orang-orang mulia di sisi Allah dengan maksud memudahkan penerimaan Allah SWT.

Tawassul seperti ini juga dilakukan masyarakat Yahudi Khaibar dalam menghadapi musuh-musuhnya sebelum Rasulullah SAW lahir. Dengan mengambil Nabi Muhammad SAW sebagai wasilah, Yahudi Khaibar dapat memukul mundur suku-suku yang menjadi lawannya. Sebagaimana diketahui, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang tidak asing bagi masyarakat Yahudi. Pasalnya gambaran dan ciri-ciri Rasulullah SAW tampak jelas dalam kitab-kitab suci mereka.

Ayat Al-Quran Ini Abadikan Tawassul Yahudi dengan Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayat Al-Quran Ini Abadikan Tawassul Yahudi dengan Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayat Al-Quran Ini Abadikan Tawassul Yahudi dengan Nabi Muhammad SAW

Tawassul ini digunakan Yahudi Khaibar sebagai keterangan Sahabat Ibnu Abbas RA berikut ini:

RMI NU Tegal

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya, “Ibnu Abbas bercerita bahwa dahulu Yahudi Bani Khaibar kerap bentrok fisik dengan Bani Ghathfan. Kalau perang berkecamuk, satuan pasukan Yahudi Khaibar itu mesti cerai-berai. Yahudi Khaibar lalu berdoa seperti ini, ‘Innâ nas’aluka bi haqqin nabiyyil ummiyyil ladzî wa ‘adjanâ an tukhrijahû lanâ fî âkhiriz zamân illâ an tanshuranâ’ (Ya Allah, kami memohon kepada-Mu melalui kebenaran nabi ummi yang Kaujanjikan kepada kami diutus di akhir zaman, kecuali Kaubantu kami mengalahkan mereka). Setiap kali berperang, Yahudi Khaibar selalu berdoa seperti ini dan mereka berhasil memorakporandakan satuan pasukan Ghathfan. Lalu Allah menurunkan ayat, ‘Mereka itu sebelumnya memohon kemenangan atas orang-orang kafir,’ maksudnya ‘lewat tawassul denganmu hai Muhammad,’ hingga akhir ayat, ‘maka laknatullah jatuh mengenai orang-orang kafir,’” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 137).

Riwayat ini merupakan sababun nuzul atas Surat Al-Baqarah ayat 89. Untuk lebih jelas, ada baiknya dikutip secara utuh Surat Al-Baqarah ayat 89 berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketika sebuah kitab dari sisi Allah membenarkan apa yang ada di tangan mereka itu datang kepada mereka–padahal mereka itu sebelumnya memohon kemenangan atas orang-orang kafir–, tetapi ketika sesuatu yang sudah mereka kenal dengan baik itu datang ke tengah mereka, mereka mengingkarinya, maka laknatullah jatuh mengenai orang-orang kafir,” (Surat Al-Baqarah ayat 89).

Bagaimana dengan validitas riwayat Sahabat Ibnu Abbas ini? Dalam catatan kaki, Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, menyebutkan bahwa riwayat ini dapat ditemukan pada Tafsir Al-Qurhubi, Al-Jami‘ li Ahkamil Quran, juz II, halaman 26-27. Keterangan Ibnu Abbas RA sangat masyhur di kitab-kitab tafsir yang muktamad.

Pandangan Ibnu Abbas RA ini selanjutnya dikutip ulama tafsir dari kalangan ahli hadits yang otoritatif, yaitu Ibnu Abi Hatim, At-Thabari, Al-Baghawi, Al-Alusi, As-Syaukani. Pandangan ini juga dikutip oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Al-Bidayah. Riwayat ini diterima di bab tafsir dan asababun nuzul khususnya. Riwayat ini juga dimasukkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Kitab Dalail, di mana ia tidak meriwayatkan hadits palsu di dalamnya seperti diutarakan di pendahuluan.

Hanya saja setelah Rasulullah SAW diutus dan hadir di tengah mereka, mereka mengingkarinya sehingga mereka juga terbilang kufur sebagaimana Bani Ghathfan masa itu. Sekarang ini praktik tawassul melalui Nabi Muhammad SAW masih diamalkan oleh sebagian besar umat Islam. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Santri RMI NU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Inilah 32 Tim yang Berlaga di Seri Nasional LSN 2017

Solo, RMI NU Tegal - Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 kini telah memasuki babak Seri Nasional. Sebanyak 32 tim, siap bertanding untuk memperebutkan juara sepakbola antar-pesantren se-Indonesia ini. 32 tim tersebut terbagi ke dalam 8 grup.

Seperti yang telah dirilis panitia LSN 2017, juara bertahan Nurul Iman Bantul menempati grup C bersama Al-Ikhlas Muna, Al-Khairat Bintauna, dan As-Salam Bangkalan. Sedangkan juara kedua musim lalu, Walisongo Sragen berada di grup A bersama Hamzan Wadi, Nurul Fauzi Tasikmalaya dan Darul Huda Ponorogo.

Inilah 32 Tim yang Berlaga di Seri Nasional LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 32 Tim yang Berlaga di Seri Nasional LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 32 Tim yang Berlaga di Seri Nasional LSN 2017

Manajer Tim Walisongo Sragen Mustawa mengatakan untuk pertandingan perdana, timnya akan bertanding melawan Darul Huda asal Ponorogo, Senin (23/10) mendatang.

RMI NU Tegal

“Untuk persiapan menghadapi pertandingan perdana, seperti biasa kami hanya melakukan pertandingan persahabatan dan latihan rutin. Selebihnya doa,” papar Mustawa saat dihubungi RMI NU Tegal, Sabtu (21/10).

Berikut hasil lengkap pembagian 8 grup (32 Besar) Seri Nasional LSN 2017 :

RMI NU Tegal

Grup A

Hamzan Wadi (Nusa Tenggara 3), Nurul Fauzi Tasikmalaya, Walisongo Sragen, Darul Huda Ponorogo

Grup B

Al-Huda Cianjur, Nurul Ilmai Sijunjung, Darul Arafah Deli Serdang, Al-Husaeni Kab. Bandung

Grup C

Al-Ikhlas Kab. Muna, Al-Khairat Bintauna, Nurul Iman Bantul, As-Salam Bangkalan

Grup D

Al-Mahdaniyah Tabalog, DDI Kaballangan, Ruhul Islam Anak Bangsa, Babussalam FC Rohul

Grup E

Al-Ijtihad Danger, Asshiddiqiyah DKI Jakarta, Al-Mujtahid Pontianak, Denanyar Jombang

Grup F

Ar-Raisiyah Tangsel, Birul Walidanin, Al-Huda Lampung Selatan, Nurul Iman Muaro Jambi

Grup G

Al-Anshor Maluku Tengah, AIAI Babel, Manbaul Hikmah United, Nurul Jadid Paiton

Grup H

Darul Hikmah Cirebon, Al-Kahfi Kebumen, Nurul Khaerat Lil Muhibbin, Minhajussalam Subulussalam. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul Ulama RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1)

Jakarta, RMI NU Tegal. Negara-Negara Dunia Dukung Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di MaliSejumlah Perusahaan Raksasa Masih Tunda Ekspansi.

Sejumlah negara kuat dunia telah mengirimkan sinyal dukungan mereka terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian di Mali. PBB akan mengambil alih tanggung jawab keamanan Mali dari pasukan Afrika.

Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mali, Negeri Miskin yang Jadi Rebutan (1)

Kesepakatan tersebut diperoleh dari konferensi yang diselenggarakan oleh Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia. Pertemuan itu dihadiri Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS), PBB serta negara-negara tetangga Mali. Forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan serupa untuk mengatasi konflik bersenjata di Mali yang gelar Uni Afrika dan ECOWAS di Addis Ababa, pada tanggal 29 Januari lalu.

RMI NU Tegal

Agenda utama pertemuan Support Group untuk Mali di Brussel tersebut adalah untuk memastikan keamanan berkelanjutan dengan mendukung demokrasi, pembangunan ekonomi dan hak asasi manusia di salah satu negara termiskin di dunia itu.

Sebelumnya, anggota Dewan Keamanan PBB, dalam sidang di New York, Senin, 14 Januari 2013, memberikan dukungan atas intervensi militer Perancis di Mali untuk memerangi “pemberontak muslim” di negara itu. 

Kelompok Militan muslim yang ditengarai punya hubungan dengan Al-Qaida mulai merangsak ke bagian selatan negara itu. Sidang Dewan Keamanan PBB itu digelar atas permintaan Perancis.

RMI NU Tegal

Pihak berwenang Perancis mengatakan, mereka khawatir bahwa pemberontak akan bergerak menuju ibu kota Mali, Bamako, dan menciptakan ancaman keamanan serius bagi kawasan yang lebih luas.

“Intinya sekarang adalah untuk memenangkan perdamaian,” kata Pascal Canfin, Menteri Pembangunan Perancis, dihadapan utusan PBB dan Uni Afrika bersama dengan 45 delegasi dari pemerintah, lembaga-lembaga donor dan bantuan internasional dalam penutupan konferensi tersebut.

”Operasi militer terus berlanjut tetapi kita harus melihatnya dalan kerangka jangka panjang.” 

“Kita harus merebut kembali seluruh Mali, tetapi masa depan hanya akan dijamin jika ada dialog politik antara rakyat dan pembangunan ekonomi,” lanjutnya.

Pertemuan Brussel itu menyambut keberhasilan pasukan Perancis mengusir para militan itu keluar dari kota-kota di wilayah utara yang dikuasai mereka sejak 10 bulan yang lalu. Forum itu juga menyambut tawaran pemerintah Mali untuk menyelenggarakan pemilihan umum pada 31 Juli.

“Proses pemilu yang jujur dan bebas, kembali ke tatanan konstitusional secara penuh dan dialog nasional yang benar-benar inklusif adalah kunci untuk mengatasi ketidakstabilan di Mali dan mengembalikan keamanan dan pembangunan di wilayah Sahel,” katanya dalam pernyataan akhir pertemuan tersebut seperti dilansir AlJazeera, Rabu ini.

Tieman Coulibaly, menteri luar negeri Mali, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, sementara Canfin mengatakan ada “dukungan bersama oleh pemain kunci untuk bergerak menuju misi perdamaian”.

“Dalam jangka pendek, kami ingin melihat AFISMA (pasukan bantuan internasional) dikerahkan sehingga tentara Perancis bisa pergi,” ujar Coulibaly.

Desire Kadre Ouedraogo, President Komisi ECOWAS Blok Afrika Barat menyatakan bahwa organisasinya dan Uni Afrika yakin penjaga perdamaian harus segera dihadirkan. Para diplomat mengatakan ada kebutuhan mendesak tentara PBB untuk mengamankan negara tersebut. Sementara Uni Eropa sudah mengajukan rencana misi militer untuk melatih tentara Mali.

Pembicaraan di Brussel ini dilakukan setelah Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Perancis mengatakan 4.000 serdadunya mungkin akan keluar dari negara Afrika Barat itu pada awal bulan depan. 

Perancis mengaku pasukannya berhasil membunuh “ratusan pemberontak militan” di bekas negeri jajahannya itu baik melalui gempuran udara maupun serangan darat, di kawasan pegunungan terpencil dekat perbatasan Aljazair

Sejumlah Perusahaan Raksasa Tunda Ekspansi

Produsen emas terbesar di Afrika, AngloGold Ashanti Ltd. (ANG.JO) menyatakan pada Rabu waktu setempat bahwa perusahaan tersebut menghentkan salah satu rencana ekspansinya di Mali bagian utara yang tengah bergejolak. 

“AngloGold mengoperasikan sejumah tambang emas di negara tersebut. Kendatipun lokasi tambang masih jauh dari area konflik, perusahan tersebut bersikap hati-hati dalam investasi,” kata Wakil Eksekutif Presiden Afrika Kontinental Richard Duffy, sebagaimana dilansir Foxbusiness, Rabu (6/2).

AngloGold Ashanti Ltd. (ANG.JO) adalah perusahaan emas terbesar di Afrika yang bermarkas di Johannesburg. Akhir tahun lalu Reuters melaporkan, seorang pengacara Afrika Selatan mengajukan gugatan class action terhadap lebih dari 30 perusahaan emas, termasuk Anglogold. Pengacara tersebut mewakili 17.000 eks penambang yang mengaku tertular penyakit silicosis paru akibat kelalaian kesehatan dan jaminan keselamatan.

Morila adalah tambang emas yang menghasikan 85 ribu-95 ribu ons per tahun, berlokasi sekitar 180 km bagian tenggara Bamako, ibu kota Mali. Maskapai tersebut mengincar tambang emas Yatela dan Sadiola. Keduanya berlokasi di Barat Laut Mali.

AngloGold sebenarnya berencana mengeluar dana 400 juta dollar Amerika berpartner bisnis dengan IAMGOLD yang bermarkas di Toronto Kanada untuk membeli area tambang Sadiola. Tapi bulan lalu IAMGOLD yang telah memiliki tambang Sadiola dan Yatela di Mali bagian barat ini menegaskan tidak akan melanjutkan ekspansi di Mali untuk sementara waktu.

Banyak perusahaan yang mengambil sikap hati-hati di wilayah tersebut. Maskapai migas raksasa terbesar di Italia Eni S.p.A (E) akhir bulan lalu juga mengembalikan lima lisensi eksplorasi di Mali lantaran tak ada jaminan keamanan di area tersebut. Keputusan perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki BP Paribas, sebuah group perbankan raksasa bermarkas di Paris itu dibuat sebelum Perancis mengumumkan kampanye militer melawan pemberontak, 11 Januari lalu. 

"Kita bisa terus beroperasi… tapi kita menunda proyek sementara waktu sampai ada kejelasan kondisi di Mali,” tegas Duffy. Dia juga menyatakan pemerintah Mali terus berjalan dan tidak vakum.

Duffy juga mengatakan, selain penambangan di Afrika Selatan, wilayah Afrika secara keseluruhan sangat penting bagi kemajuan produksi Anglogold. Kini Afrika Selatan menjadi basis produksi terbesar perusahaan tersebut.

Belum lama ini, Areva SA (AREVA.FR), perusahaan nuklir milik pemerintah Perancis segera bekerjasama dengan pemerintah Nigeria untuk memperkuat keamanaan tambang uranium di Negara tersebut. Menyusul intervensi militer Perancis di Mali. 

“Kami mengambil sejumlah langkah bersama Pemerintah Nigeria untuk memperkuat keamanan operasi kami,” ujar Luc Oursel, Kepala Eksekutif Perusahaan tersebut di Channel Radi Perancis, BFM.

Warga Negara Perancis yang bekerja di perusahaan uranium tersebut pernah ditembak pada September 2010. Satu pegawai dari Areva dan tiga pegawai dari French construction group Vinci (DG.FR) masih disandera oleh kelompok militan di daerah Sahel.

 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Santri RMI NU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Asparagus Jember Diresmikan

Jember, RMI NU Tegal. Meskipun Asparagus (Asosiasi Para Gus) tidak masuk struktural Nahdlatul Ulama (NU), maupun Ma’ahid al-Islamiyah (RMI), para lora dan gus yang tergabung dalam Asparagus ini harus menjaga tradisi Islam Ala Ahlusunnah wal Jamaah di Indonesia.?

Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asparagus Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asparagus Jember Diresmikan

Para kiai-kiai pengasuh-pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dulu, seperti KH Hasyim Asyari, Abah KH Ahmad Sidiq dan Kiai-kiai lain, selalu bersilaturahmi dan melakukan pertemuan, sehingga hubungan baik beliau selalu terus terjaga.

Disamping ? melakukan diskusi Agama, sosial, kemasyarakatan, juga membahas soal Nahdlatul Ulama, hingga persoalan kebangsaan. Motto Asparagus “Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Tradisi” seiring tujuan itu. Sehingga tradisi baik ini harus dilanjutkan, karena kiai masa depan adalah Lora dan Gus Sekarang.

Demikian disampaikan Mohammad Balya Firjaun Barlaman (Putra sulung mantan Rais ‘Aam PBNU 1984-1991, Almagfullah KH Ahmad Sidiq), ketika meresmikan Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Sabtu (17/9) di Ponpes Darus Solah Tegal Besar.

RMI NU Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Gus Firjaun ini, yakin bahwa ratusan lora dan Gus yang hadir dalam pertemuan malam itu di ponpes yang didirikan Gus Yus tersebut, mayoritas adalah warga Nahdlyin, sebagai pewaris para kyiai, sudah seharusnya melestarikan tradisi yang dilakukan para kyai pendahulunya.?

Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini juga optimistis, keberadaan ratusan anggota Asparagus di kabupaten Jember Jawa Timur ini akan mampu menjadi pelopor penggerak Nahdlatul Ulama dan menjaga tradisi Islam Ala Ahlussunnah Waljamaah khususnya di Jember dan di Indonesia.

Sebagai penutup Gus Firjaun berharap agar Asparagus mampu tegak lurus, sebab jika terjebak dalam politik praktis, dia kawatir akan berjarak. “Jika yang lain terkotak, Asparaguslah yang harus bisa menjadi juru damainya. Semua demi kemaslahatan umat,” saran putra.

Menurut Lora Rodi, salah-satu penggagas, bahwa awal terbentuknya Asparagus ini di Kabupaten Jombang, lalu diilkuti didaerah-daerah lain “Di Kabupaten Banyuwangi juga sudah terbentuk, Untuk di Jember baru malam ini dilaunching,” ujarn Pengasuh Ponpes Al Azhar Muktisari, Sumbersari.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan Para lora dan gus menurutnya, lebih diarahkan kepada kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. “Kami kumpul hanya ingin para Lora dan Gus ini bersatu dan berdiskusi untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan lain,” jelasnya. (Khoerus/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, AlaNu, IMNU RMI NU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras aksi brutal militer Israel baru-baru ini terhadap rakyat Palestina yang mengakibatkan puluhan korban jiwa dari kalangan penduduk sipil, termasuk ibu-ibu dan anak-anak.

PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Sepakat Warga Indonesia Pergi Jihad ke Palestina

“Dari dulu Israel selalu seperti itu, tidak pernah mengindahkan kecaman dunia internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (10/7).

Meski demikian, kiai yang akrab disapa Kang Said ini menyerukan kepada warga Indonesia untuk tetap cerdas dalam menyikapi situasi tersebut. Ia mengatakan tak sepakat apabila ada warga Indonesia hendak pergi jihad ke Palestina.

RMI NU Tegal

Menurutnya, pergi jihad ke sana justru akan menambah runyam persoalan. Kontribusi warga Indonesia terhadap Palestina, katanya, bisa diwujudkan dengan berdoa atau penggalangan bantuan kemanusiaan.

“Kita minta pemerintah Indonesia mengeluarkan sikap tegas terhadap tragedi di Palestina,” ujarnya.

RMI NU Tegal

PBNU juga mengaku prihatin terhadap kemelut yang terjadi di Iraq belakangan ini. Namun demikian, Kang Said menegaskan, baik konflik yang menimpa Palestina, Iraq, Suriah, Afganistan, dan Somalia, semuanya berlatar belakang politik, bukan agama.

“Konflik sudah membawa agama, padahal konflik tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan substansi ajaran agama,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Aswaja, Tokoh RMI NU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo

Solo, RMI NU Tegal. Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) diminta mengembangkan madrasah di Solo. Demikian disampaikan Ketua Tanfidiyah PCNU Surakarta A Helmi Sakdillah dalam acara lailatul ijtima’ PCNU Surakarta Selasa (1/1) malam.

Helmi Sakdillah menegaskan betapa pentingnya sebuah madrasah bagi NU. “NU Solo harus mempunyai madrasah!” kata Helmi di depan perwakilan dari pengurus MWC Se-Solo.

Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo

“Hal ini juga tergantung dari kesiapan Ma’arif dan Pergunu. Ada gayung mau disambut atau tidak?” lanjutnya.

RMI NU Tegal

Selama ini Kota Surakarta atau Solo yang dianggap sebagai salah satu kota yang maju dalam hal pendidikan, namun tidak begitu dengan NU-nya. Dengan memiliki 5 MWC dan ditopang oleh 51 ranting yang ada di bawahnya, namun anehnya belum ada satupun madrasah yang dimiliki oleh NU Solo. Hal ini yang menjadi keprihatinan para pengurus NU Solo saat ini.

Sedangkan menurut Sekretaris NU Solo, Martanto, dia mengutip perkataan dari salah satu pengurus PBNU, Slamet Effendi Yusuf, “NU tidak akan hidup (maju) bila tidak mempunyai madrasah.” Ia membayangkan betapa luar biasa NU Solo bila memiliki madrasah. “Membuat 1 madrasah NU Solo, itu sama bandinganya dengan 10 madrasah di daerah Jombang atau Kediri misalnya.”

RMI NU Tegal

Dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan di kantor sekretariat PCNU Solo tersebut, juga disampaikan masalah pengaktifan ranting-ranting. Juga disinggung sedikit mengenai perkembangan kans ketua PCNU Solo yang tengah ikut dalam bursa pencalonan Wakil Walikota Surakarta.

Peserta yang hadir, selain dari perwakilan pengurus MWC atau ranting, juga tampak hadir dari pewakilan GP Ansor, Banser, PMII dan elemen NU lainnya. Usai pembacaan istighosah dan tahlil pada pembukaan acara, para peserta dipersilakan untuk memberikan pertanyaan atau masukan mengenai perkembangan yang terjadi, baik di internal NU Solo maupun yang terjadi di dunia luar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Doa RMI NU Tegal

Selasa, 28 November 2017

Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh

Kairo, RMI NU Tegal
Gencarnya pemberitaan media massa cetak dan elektronik Timur Tengah mengenai gempa dahsyat, yang menelan ribuan korban jiwa di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan kawasan sekitarnya, menimbulkan keprihatinan mendalam masyarakat dunia, khususnya Mesir.

Syeikh Agung Al-Azhar Prof Dr Mohamed Sayed Tantawi menganjurkan masyarakat Muslim setempat untuk melakukan doa Qunut dan  shalat ghaib bagi warga Muslim korban gempa itu.

"Mari kita berdoa dan melakukan shalat ghaib kepada warga Muslim yang mengalami musibah gempa di Indonesia dan beberapa negara sekitarnya," kata Syeikh Al-Azhar kepada jaringan  televisi setempat, Senin.

Sebelumnya, sejumlah mesjid di Kairo telah melakukan shalat ghaib seusai shalat Dzuhur, di samping melakukan doa Qunut agar Allah SWT menjauhkan hambanya dari bencana dan marabahaya.

Dalam pesannya, Syeikh Tantawi mengatakan, "Sebagai umat beragama, kita harus percaya bahwa bencana alam, apa pun bentuknya, merupakan cobaan Allah SWT, dan karena itu harus diterima dengan ikhlas".

"Kita hendaknya ikhlas menerima musibah itu sebagai cobaan Allah SWT agar hidup kita menjadi tenang. Sebab kalau tidak, maka pikiran kita bakal dihantui hal-hal negatif yang membahayakan diri sendiri," kata Syeikh Tantawi.

Sementara itu, media cetak dan elektronik menempatkan gempa dahsyat dan gelombang tsutami itu di berita utamanya. Berbagai jaringan televisi setempat hampir setiap saat memberitakan perkembangan terakhir tentang musibah itu.

Diperkirakan puluhan ribu orang tewas dalam bencana yang melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatrera Utara serta kawasan beberapa negara sekitarnya, seperti Sri Lanka, India, Maladewa, Thailand, dan Malasyia itu.(an/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri RMI NU Tegal

Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh

Jumat, 24 November 2017

Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas

Suatu hari rombongan 20 orang yang melakukan konvoi dengan sepeda motor mendapat teguran polisi yang sedang razia karena semuanya tak pakai helm. Pak Polisi mengomel keras meski kali ini para pelanggar masih diberi toleransi alias tidak ditilang.

Semua pengendara patuh kecuali satu orang. Ya, karena sudah mengenakan peci putih, seorang pemuda merasa tidak perlu memakai helm.

Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesaktian Pelanggar Lalu Lintas

"Temen-temen Anda sudah pakai helm. Kenapa Anda tidak pakai?" Tanya polisi kepada pemuda berpeci putih itu.

"Pakai peci itu lebih berpahala daripada pakai helm, Pak. Lagian, memang ada dalilnya harus pakai helm?"

RMI NU Tegal

Pak Polisi cuma garuk-garuk kepala, mundur pelan-pelan, dan membiarkan rombongan melanjutkan aksinya.

Di perempatan berikutnya, pemuda tersebut kembali kena semprit polisi. "Maaf, Mas. Menurut peraturan, semua pengendara motor mesti pakai helm," imbau polisi.

RMI NU Tegal

"Bapak menghina peci saya. Bapak anti Islam?"

Mendengar kata-kata itu, sang polisi keder. Tak berani membantah, apalagi menilang.

Di dua perempatan berikutnya, sang pemuda kembali kepergok polisi dan lagi-lagi berhasil lolos dengan "dalil" mematikan. Hingga akhirnya rombongan kena musibah besar. Jembatan yang mereka lewati ambruk dan menyebabkan semua pengendara menderita gegar otak. Kecuali pemuda berpeci putih itu.

Para dokter heran. Dengan kepala nyaris terbelah, bagaimana mungkin pemuda ini selamat dari gegar otak? Sungguh ajaib!

Setelah tim dokter bedah melakukan pemeriksaan, akhirnya terbongkar: ternyata di kepala pemuda tersebut enggak ada otaknya. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Nahdlatul, Budaya RMI NU Tegal

Senin, 20 November 2017

Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan

Sidoarjo, RMI NU Tegal

Menjelang persalinan merupakan detik-detik yang menegangkan bagi ibu hamil. Proses persalinan tersebut memang kerap membuat cemas, terutama bila sudah memasuki pembukaan jalan lahir. Pembukaan saat persalinan menjadi patokan kapan sang bayi akan lahir. Tentu hal itu yang akan dijadikan acuan kapan kelahiran akan terjadi.?

Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda-tanda Pembukaan Jelang Persalinan

Dokter spesialis kandungan RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr Raz Fides Umi menerangkan, tanda-tanda pembukaan jelang persalinan yaitu sering terjadi kontraksi. Kontraksi-kontraksi yang makin lama makin kuat.

"Jika bidan atau dokter memeriksa cervix (leher rahim) ibu yang akan melahirkan, maka akan diketahui perubahan pada servik. Pembukaan dan pengelupasan yang lambat mungkin terjadi selama fase ini, namun itu masih normal. Fase pembukaan itu sendiri adalah fase dimulainya proses persalinan yang biasanya ditandai dengan kontraksi rahim yang sudah intermitten (berselang) dan continue, pengeluaran lendir darah dan adanya pembukaan dari mulut rahim," terang Umi, Senin (29/2).

Ada dua fase yang akan terjadi pada tahap bukaan yang akan dilalui oleh ibu. Fase pertama yaitu, fase laten yang akan berlangsung selama 8 jam. Pada fase laten, pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 0 hingga 3 cm, dan his/mengejan masih lemah dan jarang. Biasanya akan merasakan kontraksi lemah yang berlangsung selaama 30 detik sampai 2 menit. Tapi sakitnya akan menghilang setelah itu. Jarak antara kontraksi bisa antara 10-30 menit, kontraksi akan semakin kuat dengan berjalannya waktu.

Fase kedua yaitu fase aktif. Fase ini terjadi pembukaan 4 cm sampai pembukaan 10 cm. Jika kontraksi dirasa semakin kuat dan teratur, durasi kontraksi juga semakin meningkat.

RMI NU Tegal

"Untuk wanita yang baru merasakan kehamilan pertama kali, hal itu akan terjadi selama kurang lebih 12 hingga 14 jam. Dengan pembukaan sekitar 1,2 cm per jamnya. Berbeda dengan kehamilan berikutnya, pada masa pembukaan ini akan terjadi 1,5 cm dan berlangsung kurang lebih 6 hingga 10 jam lamanya," paparnya.

Umi menambahkan, perbedaan yang paling bermakna, ketika pembukaan 1 dengan yang lain adalah semakin kontraksi itu sering durasinya semakin lama. Biasanya, pembukaan sudah semakin lebar. Dan seorang ibu akan merasakan kram di perut yang mirip dengan kram saat awal menstruasi. Nyeri bagian pinggang belakang, bisa juga kembung, mual, pusing dan keluar lender darah.

"Hal yang harus dipersiapkan saat kondisi ibu hamil yakni keluarga harus siaga. Sebaiknya seorang ibu harus tinggal di rumah untuk menghitung waktu kontraksi hingga kontraksi 5 menit sekali, kecuali air ketuban sudah pecah, maka ibu harus segera dibawa ke rumah sakit," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hadits, Santri, Berita RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Jakarta, RMI NU Tegal - Komunitas Rumah Jamur bersama Tim Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sampang mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangka pemulihan mental anak-anak korban konflik di Desa Bluran dan Desa Karang Gayam, Sampang. Mereka mengajak anak-anak di desa setempat menonton film motivasi, outbound, dan kegiatan psikososial lainnya.

Menurut Koordinator Tim Lakpesdam NU Sampang Mohammad Karim, semua anak-anak baik yang orang tuanya Sunni maupun Syiah merupakan korban dari konflik orang dewasa. Anak-anak semestinya tidak dilibatkan dalam konflik karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi.

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Anak-anak perlu dihibur untuk menghapus trauma dari kekerasan yang mereka saksikan saat kejadian.

RMI NU Tegal

"Anak-anak tidak boleh dilabeli Sunni atau Syiah. Mereka adalah anak-anak yang semestinya bisa tumbuh dalam suasana yang nyaman tanpa kekerasan," ujar Karim saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (23/1) pagi.

Ketua Rumah Jamur Siti Fatimah menambahkan, metode pemulihan trauma dalam bentuk pemutaran film motivasi dikmaksudkan untuk membangkitkan semangat hidup mereka serta memberikan permainan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan? penguatan agar mereka tidak larut dalam kesedihan serta kebencian kepada sesama.

RMI NU Tegal

"Kami ajak anak-anak bermain sambil belajar melalui pemutaran film motivasi untuk anak, permainan tradisional dan sharing bersama sehingga sedikit banyak bisa mengobati trauma yang mereka miliki akibat konflik yang pernah terjadi," ujar Peraih Medali Emas Olimpiade Astronomi Tingkat Internasional ini.

Rumah Jamur bersama Lakpesdam NU Sampang sengaja menurunkan tim di dusun eks lokasi konflik tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

"Apapun yang terjadi, kami ingin memastikan anak-anak korban konflik ini tetap terjaga kebahagiaannya sehingga bisa lebih terjamin masa depannya," imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 6 jam sejak pagi hingga siang ini diikuti kurang lebih sebanyak 110 anak. Di akhir sesi kegiatan, Tim Rumah Jamur juga menggelar diskusi dengan sejumlah tokoh, pemuda, dan guru untuk merumuskan tindak lanjut kegiatan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Bahtsul Masail, Santri RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Ketika Kiai Baedlowie Ditanya soal Beragam Aliran

Fenomena berkembangbiaknya berbagai macam aliran (firqah) di Indonesia memang tidak mendadak muncul di akhir dasa warsa ini. Justru pada awal abad 19, di antara sebab NU lahir adalah karena ada paham lain yang mulai berkembang di Arab Saudi saat itu.?

Namun, semakin hari pergolakan dan perkembangan aneka macam paham semakin nampak lebar dan nyata di tengah masyarakat di Indonesia. Namun, anehnya kenapa kiai-kiai yang alim allamah di Indonesia tidak ada yang mengikuti paham tersebut.?

Sebagai contoh, KH M. Hasyim Asyari, KH Kholil Bangkalan, KH Mahfudz Tremas, KH Khotib Sambas dan kiai-kiai lain yang justru mereka adalah lulusan dari Arab Saudi. Mereka masih berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.?

Ketika Kiai Baedlowie Ditanya soal Beragam Aliran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Baedlowie Ditanya soal Beragam Aliran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Baedlowie Ditanya soal Beragam Aliran

Terkait hal itu, pernah suatu ketika KH Muhammad Shofi Al-Mubarok bertanya kepada ayahnya KH Ahmad Baedlowie Syamsuri yang juga salah seorang murid Syekh Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadani.?

"Pak, kelihatannya, aliran yang itu kan bagus toh, Pak? Kalau dilihat, mereka begitu menghidupkan sunnah?" tanya Gus Shofi?

Kiai Baedlowie menjawab, "Bapak lebih memilih jalur-jalur yang sudah ditempuh para guru-guru Bapak, Simbah Kiai Muslih (Mranggen), Simbah Kiai Umar (Mangkuyudan), Mbah Arwani (Kudus). Bapak kok yakin kalau beliau-beliau itu ahli sorga semua".?

Lebih lanjut, Kiai Baedlowie menegaskan "Andai saja Mbah Muslih, Mbah Umar, Mbah Arwani itu kok tidak ahli sorga, saya ingin melihat, siapa lagi orang yang ahli sorga (di dunia ini)?"

RMI NU Tegal

Artinya, marilah kita mantapkan hati kita untuk selalu menapaki jalan yang sudah ditempuh oleh pendahulu kita. ? Kita tidak perlu mengikuti ajaran-ajaran baru yang belum bisa dipertanggungjawabkan silsilah sanad dan sambungnya sampai Baginda Nabi Muhammad SAW.?

RMI NU Tegal

(Ahmad Mundzir)?

*Cerita ini dikutip dari mauidzah Gus Shofi dalam acara pertemuan rutin alumni Pesantren Sirojuth Tholibini, Brabo di Karangsono, Mranggen, Demak, Jumat (10/2/17).?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Sholawat, Kajian RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri

Rembang, RMI NU Tegal - KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan para santri untuk tetap menjaga identitas khas pesantren. Hal tersebut disampaikan saat iftitah peringatan Hari Santri yang digelar oleh PCNU Lasem dan Rembang Sabtu (21/10) malam.

Selain menjaga identitas, seorang santri harus tetap menjadi sosok yang sederhana. Yang paling penting, santri harus cinta pada tanah air, yaitu Indonesia dan menjaga keuntuhan bangsa.

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri

Gus Mus berpesan, santri harus senantiasa menjaga identitas dan jati diri santri. Selain itu, kemandirian, serta pola hidup sederhana juga harus tercermin, jika kelak menjadi orang yang sukses.

RMI NU Tegal

"Saya ingatkan lagi, pegang identitas jati diri santri, mandiri sederhana, keindonesiaan," pesan Gus Mus.

Menurutnya, sikap kasih sayang merupakan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, serta berpegang teguh dengan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunah wal Jamaah, juga harus menjadi pedoman seorang santri dalam setiap langkahnya.

RMI NU Tegal

Amar ma’ruf dan nahi mungkar yang dilakukan oleh santri harus berlandaskan kasih sayang sebagaimana yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Berpegang pada Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah harus kalian pegangi jika kelak kalian menjadi orang yang sukses," tambah Gus Mus. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Cerita, Santri RMI NU Tegal

Minggu, 05 November 2017

Syetan pun Tawarkan Surga

Rembang, RMI NU Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan, sesungguhnya syetan merupakan musuh yang paling nyata. Syetan mengiming-imingi manusia dengan surga, padahal itu neraka.

Syetan pun Tawarkan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Syetan pun Tawarkan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Syetan pun Tawarkan Surga

Kiai yang akrab disapa Gus Mus menyampaikan hal itu di hadapan jamaah pengajian Al-Ibriz, rutinan di aula Pondok Pesantren Raudlatu Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Jumat pagi (28/2).

Hakikatnya sejak zaman manusia pertama, syetan sudah berkomitmen menjerumuskan anak Adam agar masuk ke dalam neraka.

RMI NU Tegal

Kata Pengasuh pondok pesantren Raudlatu Tholibien Rembang itu, Syetan juga diberikan kebebasan untuk menggoda manusia, agar berbelok dari jalan yang lurus. “Tergantung kita sebagai manusia mau tetap patuh kepada Allah SWT, apa mau mendengarkan suara syetan.

Gus Mus juga mengatakan, jika syetan diizinkann untuk menggoda manusia, maka Allah juga menurunkan utusan untuk mengingatkan manusia melalui firman-firman-Nya. Tujuannya, agar tidak terjerumus ke jurang neraka.

RMI NU Tegal

“Sesungguhnya cara yang digunakan syetan untuk menggoda manusia, sangatlah lembut dan penuh tipu daya,” katanya. (Ahamd Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal IMNU, Santri, Ahlussunnah RMI NU Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Bupati Probolinggo Minta Pelajar NU Pandai Memfilter Informasi

Probolinggo, RMI NU Tegal. Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari menegaskan bahwa sebagai seorang pemuda di era teknologi informasi ini, hendaknya pelajar NU bisa lebih pandai dalam memfilter informasi yang ada, baik di media internet ataupun jejaring sosial.?

Bupati Probolinggo Minta Pelajar NU Pandai Memfilter Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Minta Pelajar NU Pandai Memfilter Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Minta Pelajar NU Pandai Memfilter Informasi

Hal tersebut disampaikan Tantri dihadapan ratusan pelajar puteri NU dalam workshop kaderisasi yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jumat (3/3) sore.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk filter terhadap informasi, teliti dulu kebenaran suatu informasi yang kalian terima,” kata Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo ini.

Tantri meminta kepada para pelajar puteri NU agar senantiasa berusaha membekali dirinya dengan iman dan ilmu agar mampu menjadi calon pemimpin yang berkualitas, berkarakter dan berakhlakul karimah.?

RMI NU Tegal

“Ke depan saya mengharapkan agar kader IPPNU ini bisa menjadi agen-agen kekinian di daerahnya masing-masing yang mampu merubah trend negatif seperti narkoba, pornografi dan kenakalan remaja menjadi trend yang positif,” tegasnya.

Sementara Ketua PP IPPNU Puti Hasni menyampaikan bahwa workshop kaderisasi ini bertujuan sebagai pengembangan SDM bagi pengurus IPPNU. “Harapannya ke depan mereka bisa memformulasi ulang dan mengkaji ulang apakah sistem kaderisasi di IPPNU masih relevan dengan perkembangan saat ini. Jika ada perubahan desain dan kebijakan baru maka harus tetap sesuai dengan koridor Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri RMI NU Tegal

Minggu, 08 Oktober 2017

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam

Bandung, RMI NU Tegal. Saat ini mahasiswa perlu konsentrasi memikirkan kelemahan mendasar dari umat Islam yang kurang memiliki pemahaman tentang hakikat hidup berbangsa dan bernegara melalui pandangan kewargaan.

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam

Demikian dikatakan Dr. Asep Salahudin, peneliti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) Jawa Barat di hadapan puluhan mahasiswa Jurusan Syariah Universitas Islam Negeri Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dalam diskusi "Apa itu Civic-Islam" di kampus setempat, Jumat (27/2) lalu.

Dalam pandangan studi kewargaan ala civic-Islam, umat Islam selalu gagal dalam urusan kenegaraan karena lebih mengedepankan simbol-simbol keagamaan dan lupa akan substansi perjuangan hakiki Islam, yakni memperjuangkan umat, terutama kelompok masyarakat lapisan bawah.

RMI NU Tegal

"Ketika sudah berbicara ‘Indonesia’ maka segenap ihwal pra politik etnik, agama, dan seterusnya harus ditanggalkan dan lebih berpikir pada substansi perjuangan. Menanggalkan identitas, misalnya identitas Islam itu bukan berarti meninggalkan Islam, tetapi supaya lebih berfokus pada upaya perwujudan Islam yang sejati dalam arena politik yang dijalankan," jelasnya.

RMI NU Tegal

Dengan memandang realitas gagalnya Islam-Politik dan kemandulan demokrasi saat ini, Salahudin berharap mahasiswa-mahasiswa bersikap kritis terhadap realitas politik Indonesia saat ini. Menurutnya, kebangsaan Indonesia, meliputi tanah air, bangsa dan bahasa, bukan bertaut dengan sentimentalisme agama, etnik dan sentimen sempit lainnya.

"Tanpa harus melakukan formalisasi agama, puritanisasi etnisitas, justru kita akan masuk dalam jantung penghayatan keagamaan yang subtil. Sejarah sumpah pemuda misalnya, memakai agama sebagai ‘daya keyakinan’, bukan sebagai identitas untuk melakukan perlawanan terhadap kaum penindas/kolonial,” tuturnya.

Surat Al-Maun, lanjutnya, di tangan KH Ahmad Dahlan menjadi teks yang menyadarkan pentingnya trasformasi ekonomi, tradisi di tangah KH Hasyim Asyari benar-benar bisa dipadupadankan dengan kekuatan kultur lokal dan pada saat yang sama tidak menghilangkan sikap kritis kepada Hindia-Belanda.

Berpihak pada semangat kebangsaan tersebut, Salahudin menilai, saat ini mahasiswa muslim yang berada di pergerakan seperti HMI, PMII, KAMMI, KMNU dan lain sebagainya perlu memiliki paradigma yang konkret dan realistis terkait realitas Indonesia saat ini dengan beberapa hal penting.

"Pertama, mahasiswa harus punya hubungan sinergis dengan warga sebagai basis perjuangan. Kedua, menumbuhkan spirit? intelektualisme dan keberagamaan dengan kesadaran permasalahan territorial tetapi berpijak pada keindonesiaan dan keislaman yang universal,” paparnya.

Sementara ketiga, tambahnya, melihat multikulturalisme kewargaan sebagai realitas harian yang harus disikapi secara lapang, kritis terhadap problem-problem kehidupan dari arus liberalisme, neo-liberalisme, konservatisme, dan radikalisme agama untuk dicarikan jawabannya; dan keempat, kritis menyikapi politik khilafah, Wahabisme dan yang sehaluan dengan itu karena memang tidak mencerminkan sikap politik Islam sejati dan a-historis, bahkan sekadar menampakkan kebuntuan akal sehat.

“Dan kelima, mahasiswa juga harus kritis pada soal ruang publik agar warga Indonesia tetap memiliki semangat hidup yang sehat dengan agena partisipasi dan deliberasi," jelasnya. (Yusuf Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Amalan, Santri, Pendidikan RMI NU Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

MA NU Ibtidaul Falah Adakan Latihan Jurnalistik

Kudus, RMI NU Tegal. MANU Ibtidaul Falah Samirejo Dawe Kudus mengadakan Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) di Aula madrasah setempat Kamis-Jumat (24-25/1). LDJ diikuti  40  siswa-siswi madrasah tersebut dengan fasilitator jurnalis dari NU  Online di Kudus. 

MA NU Ibtidaul Falah Adakan Latihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
MA NU Ibtidaul Falah Adakan Latihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

MA NU Ibtidaul Falah Adakan Latihan Jurnalistik

Ketua Panitia Usthur Roid mengatakan Latihan Jurnalistik bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa tentang dunia kejurnalistikan dan mampu menerbitkan majalah madrasah edisi perdana.

"Selain itu menyiapkan kader-kader jurnalis di madrasah ini dengan harapan mampu  menerbitkan majalah tahunan edisi perdana," ujarnya.

RMI NU Tegal

Dikatakan, pelatihan jurnalistik ini sebagai upaya meningkatkan semangat membaca dan menulis di kalangaan pelajar MANU Ibtidaul Falah. "Hasil pelatihan ini, mereka akan direkrut menjadi team redaksi majalah di sini," tambahnya.

RMI NU Tegal

Pembina OSIS Sujai mengatarakan setelah LDJ ini anak didik dituntut mampu mengembangkan bekal ilmu kejurnalistikan dengan menerbitkan majalah.

"Kegiatan seperti ini merupakan upaya madrasah dalam rangka pengembangan kualitas madrasah maupun siswa-siswi sendiri," tandasnya.

Dalama kegiatan itu, para peserta mendapat berbagai wawasan dan pengetahuan ilmu  jurnalistik mulai dasar-dasar jurnalistik,tehnik penulisan beriya,artikel dan sastra. Selain itu, peserta diajak membuat praktek majalah bayangan.

Dijadwalkan Jumat (1/2) mendatang, mereka akan memperdalam kejurnalistikannya melalui studi lapangan mengunjungi dapur redaksi kantor koran di Semarang.

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor   : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Pendidikan RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock