Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri

Pacitan, RMI NU Tegal. Tidak kurang dari 20 stand milik pesantren, madrasah, kampus, dan  badan otonom Nahdlatul Ulama, dan masyarakat umum ikut meramaikan Pameran Kreatif Santri yang digelar dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional 22 Oktober di alun-alun Pacitan. Stand ini menampilkan berbagai macam produk unggulan milik para santri dan warga NU.

Beberapa produk unggulan dipamerkan dalam stand yang masing-masing berukuran 3×3 M itu, diantaranya baju muslim- muslimah, seragam NU, kain batik, berbagai buku bacaan, kaligrafi, aksesoris NU, poto pendiri NU dan kiai pesantren, serta aneka produk makanan.

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri

Sejak dibuka pada Kamis sore (20/10) oleh Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, stand ini ramai didatangi para pengunjung. Mereka datang dari berbagai latar belakang. 

Pengunjung juga dihibur dengan berbagai jenis penampilan santri yang berada di panggung utama acara. Selain itu, pengunjung dimanjakan pula dengan aneka jenis hidangan yang tersedia di kedai-kedai yang berdiri disisi lokasi pameran.

Stand pameran yang digelar hingga Ahad 22 Oktober besok ini, dibuka tiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. 

RMI NU Tegal

Sekretaris panitia hari santri Pacitan, Gus Zaki Alwan mengatakan, pameran kreatifitas santri ini digelar sebagai sarana mempromosikan produk yang dihasilkan oleh para santri dan warga Nahdliyin Pacitan.

"Pameran ini sebagai sarana memperkuat ekonomi santri, " terangnya kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Wakil Bupati H Yudhi Sumbogo yang didaulat membuka pameran mengapresiasi pameran kreatifitas santri ini. "Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan sangat mengapresiasi pameran ini. Kami akan mendukung dan mensupport kegiatan hari santri pada tahun-tahun yang akan datang," kata Wabub.

Tampak hadir dalam acara pembukaan, Rais Syuriyah KH Abdullah Sadjad, Ketua PCNU KH Mahmud, Kepala Kankemenag H Nurul Huda, para kiai seperti KH Burhanuddin HB, KH Imam Faqih Sudjak, sejumlah pengurus Banom NU dan tamu undangan lainnya.

Selain pameran kreatifitas santri, pada Rabu (18/10) kemarin panitia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) telah menggelar Lomba Santri Madin. Dengan mempertandingkan lomba baca puisi islami, lomba pidato dan lomba kaligrafi. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, AlaSantri, Sunnah RMI NU Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Gus Dur Tidak Berhenti Menjawab

Judul        : Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman

Penulis     : Abdurrahman Wahid

Penerbit   : Kompas, Jakarta

Gus Dur Tidak Berhenti Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Tidak Berhenti Menjawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Tidak Berhenti Menjawab

Cetakan 1 : 2010

KONTROVERSI memang begitu lekat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keberadaan KH Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur. Cucu  KH Hasyim Asy’ari ini, selain sulit dipahami dengan rasionalitas awam juga keluasan serta kedalaman ilmunya yang menyulitkan masyarakat untuk memahami Gus Dur apa adanya.

Kendati demikian, Gus Dur bukan berarti sesosok misterius, manusia super atau luar biasa yang tidak bisa dipahami. Tidak mudah memang memahami cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asyari ini, karena jika ingin memahami Gus Dur maka sama artinya memahami kondisi masyarakat yang begitu kompleks mulai dari aspek sosial, politik, keagamaan, kebudayaan, kesejahteraan, intellektual, dll.

RMI NU Tegal

Gus Dur begitu getol dengan semua aspek permalasahan tadi. hal tersebut dapat dilihat dari berbagai kiprah realitas kesehariannya. Salah satu hal kecil untuk memahami Gus Dur adalah melalui tulisan-tulisannya.

Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman merupakan buku berisi kumpulan tulisan mantan presiden RI ke-4 ini yang pernah duplikasikan di harian koran nasional. Membaca buku ini saya menemukan sebuah konklusi bahwa Gus Dur tidak berhenti untuk menjawab semua permasalahan masyarakat yang selalu bergulir. Semua permasalahan masyarakat tak lepas dari jangkauannya.

Mayoritas tulisan dalam buku ini adalah tema-tema politik Indonesia kontemporer. Meskipun diimbuhi juga dengan tulisan-tulisan politik luar negeri (Malaysia), serta tema non politik seperti obituari Gus Miek, Kiai Achmad Shiddiq, dan Romo mangun Wijaya. Tetap tema-tema kepemimpinan politik, HAM, dwifungsi ABRI, hubungan masyarakat dan negara, agama-politik menjadi fokus utama pemikiran Gus Dur.

Sebagai seorang penulis yang produktif, Gus Dur menuankan semua ide-ide kritisnya yang susah dipahami dan njlimet ke dalam sebuah tatanan tulisan yang sederhana dan mudah untuk dipahami. Begitulah kesan ketika membaca buku ini.

RMI NU Tegal

Tapi dalam kesederhanaan tulisan tersebut, mengandung jawaban atas semua permasalahan yang rumit di negeri ini. Gus Dur tidak hanya memberikan kritik dan analisis tetapi sekaligus memberikan jawaban atas kegelisahan sosial masa kini dan masa depan. Gus dur begitu mudah untuk menjabarkan semua keruwetan masalah kedalam sebuah bait-bait kata yang luwes, lugas, berani dan tanpa basa-basi.

Persis ketika membaca buah karya Gus Dur ini kita akan dibawa ke dalam jawaban atas semua permasalahan-permasalahan kekinian.

Konstelasi agama, politik, budaya, kekuasaan dan kesejahteraan yang tak henti bermunculan permalahannya akan kita temukan muaranya dalam kelugasan tulisan Gus Dur. Dengan basis dasar dunia pesantren, LSM, jurnalistik dan kebudayaan menjadikan jawaban-jawaban tersebut sebagai kontens yang menarik dan penuh substansi.

Kini Gus Dur telah tiada, tapi jawaban-jawaban itu masih “sholih” dan tetap  hidup melayani pertanyaan-pertanyaan masalah yang terus berdatangan. Jasad boleh terkubur, tetapi ide-ide futuristic Gus Dur akan tetap hidup sampai kapanpun.

Seperti halnya pemikir-pemikir dunia semisal Imam al-Ghozali ataupun Karl Marx, ide-ide Gus Dur akan muncul dalam era berbeda untuk menjawab tuntutan zaman berbentuk Gus Durian-Gus Durian muda dan Neo-Gus Durian. (Muhammad Mukhlisin, mahasiswa UIN Ciputat, asal Pati-Jawa Tengah)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo

Ponorogo, RMI NU Tegal. Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memiliki sejarah besar di masa lalu yang salah satu tandanya bisa dilihat dari masjid dan bekas Pondok Pesantren Tegalsari di Kecamatan Jetis.

Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Semangat Akulturasi Islam di Tegalsari Ponorogo

Di kompleks yang kini banyak diziarahi umat Islam itu masih berdiri bangunan asli saat Pesantren Tegalsari dipimpin oleh Kiai Mohammad Besari dan penerus atau cucunya Kiai Kasan Besari.

Kiai Kasan Besari memiliki murid yang dikenal sebagai pujangga terkemuka di Kasunanan Surakarta, yakni Raden Ngabehi Ronggowarsito.

RMI NU Tegal

Ronggowarsito melahirkan karya berjudul Serat Kalatida yang isinya masih sangat relevan untuk diambil pelajarannya dalam situasi saat ini. Terjemahan bebas karyanya sebagai berikut:

RMI NU Tegal

Menyaksikan zaman gila

Serba susah dalam bertindak

Ikut gila tidak akan tahan

Tapi kalau tidak mengikuti (gila)

Tidak akan mendapat bagian

Kelaparan pada akhirnya

Namun telah menjadi kehendak Allah

Seberuntung-beruntungnya orang yang lalai

Akan lebih beruntung orang yang tetap ingat dan waspada.

Untuk mengenang nama besarnya, salah satu sekolah formal di bawah yayasan di kompleks Tegalsari diberi nama pujangga bernama asli Raden Bagus Burhan itu, yakni Madrasah Aliyah Ronggowarsito.

Camat Jetis Fadhlal Kirom yang menemani Antara ke kompleks itu mengemukakan bahwa pada hari tertentu peziarah bisa berjumlah ribuan. 

Bahkan, ada pondok pesantren yang rutin setiap malam Jumat kliwon datang untuk berdoa bersama di makam tokoh-tokoh Islam masa lalu itu.

"Kalau malam Jumat kliwon bisa mencapai 3.500 hingga 4.000 lebih santri yang datang dan malam Jumat lainnya sekitar 1.000 orang," katanya.

Banyaknya pengunjung ke kompleks itu membawa berkah tersendiri bagi penduduk sekitar, misalnya dari tarif parkir atau orang yang berjualan untuk memenuhi keperluan para peziarah ke lokasi yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Kota Ponorogo ini.

Tidak hanya peziarah lokal dan dari berbagai daerah di Indonesia. Ada peziarah khusus yang dari kerajaan di Selangor, Malaysia. 

Menurut Budi Utomo, juru kunci makam Kiai Ageng Mohammad Besari, raja di Selangor masih keturunan tokoh Islam tersebut.

Budi menyebut Kiai Zainal Abidin (anak dari Kiai Mohammad Besari) menjadi raja di Selangor. Karena itu anak turunnya di Malaysia masih sering berziarah ke lokasi itu. Makam yang terletak di sebelah barat masjid terdiri atas Kiai Mohammad Besari dan keluarga, Kiai Mohammad Ilyas (putera Kiai Mohammad Besari) dan keluarga serta Kiai Kasan Besari (putra Kiai Mohammad Ilyas) dan keluarga. Selain itu juga terdapat makam anak cucu lainnya dari Kiai Mohammad Besari.

Selain makam, di sebelah timur masjid terdapat rumah Kiai Kasan Besari yang bangunannya masih terpelihara bagus. Rumah itu dipelihara dan ditempati oleh Setyo Wacono bersama istri. 

Sony, panggilan akrab Setyo yang juga turunan ketujuh Kiai Kasan Besari, menempati salah satu kamar dari rumah besar itu. 

Di bagian tengah terdapat ranjang kayu peninggalan Kiai Kasan Besari yang tidak ditempati, namun tetap terpelihara. 

Di bagian lain terdapat meja berukuran pendek ditutupi kain hijau kuning, selaras dengan sprei di ranjang itu.

Sebelum memasuki rumah itu terdapat pondok dari kayu dengan menggunakan kaki yang diduga sebagai langgar tempat santri tinggal. Ada yang menyebut bangunan kayu itu sebagai mushalla di zaman dulu.

Di bagian utara masjid adalah kompleks pondok pesantren yang kini sudah dipugar menjadi bangunan bertembok. Hanya rumah dan bangunan kayu yang tetap dibiarkan sebagaimana aslinya.

Selain pemugaran beberapa bangunan, warisan berharga yang tidak ditemui di kompleks itu adalah buku atau kitab-kitab kuno peninggalan Kiai Mohammad Besari maupun Kiai Kasan Besari. Menurut Sony, kitab-kitab itu justru ada di Belanda. 

Sementara Camat Jetis Fadhlal mengemukakan ada sejumlah masyarakat di Jetis yang memiliki kitab kuno itu.

Budayawan asal Ponorogo Dr Sutejo, MHum mengemukakan hakikat ziarah ke makam itu adalah dalam konteks berdzikir juga, yakni semakin menguatkan ingatan tentang kematian. Maka yang dibaca oleh para peziarah adalah doa-doa untuk para leluhur dan para tokoh besar itu.

Makam para tokoh menjadi tempat ziarah karena semasa hidupnya banyak memberikan kemanfaatan besar bagi orang banyak dan ketika jasadnya sudah di alam kubur juga masih terus dikenang dan terus menebarkan manfaat dalam bentuk lain.

"Dengan banyaknya peziarah yang datang juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Yang terlihat adalah pengelolaan parkir kendaraan, penjual makanan dan kegiatan sosial," kata Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasr Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Ponorogo ini.

Sementara tokoh muda Ponorogo Fathur Rochman Effendie yang juga pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Kauman, Kota Lama, Ponorogo, mengemukakan bahwa ziarah kubur tidak hanya sarat spiritual tapi juga sebagai bentuk memelihara budaya dan ajaran-ajaran leluhur.

Ziarah, kata lelaki yang akrab disapa Gus Fathur ini, adalah sarana ampuh untuk mengingat mati karena sebesar apapun cita-cita, pangkat dan derajatnya, manusia harus terus menerus diingatkan tentang keniscayaan, yakni mati.

"Karena yang diziarahi adalah para wali dan para guru (masyayeh) maka ziarah juga bermakna ngalap berkah lewat para guru itu. Prosesnya bisa dimaknai permohonan kepada Allah SWT dengan berwasilah di makam para guru dan para wali. Jadi hal ini bukanlah praktik syirik, tapi tawassul sebagai upaya menyambung rasa dan asal usul ilmu dengan guru yang diziarahi," katanya.

Selain itu, kata dosen manajemen di Institut Sunan Giri (Insuri) Ponorogo ini, kalau beriziarah ke Tegalsari kita dapat membaca tentang semangat Islam akulturasi yang saat ini dikenal sebagai Islam Nusantara.

"Pondok Pesantren Tegalsari yang hidup dalam kurun Kerajaan Mataram mempunyai keunikan kurikulum yang membaurkan atau akulturasi Islam dan budaya Jawa sebagai upaya meredam persitegangan antara Islam dan kejawen warisan konflik Raden Bathoro Katong dan Ki Ageng Kutu," katanya.

Pondok Pesantren Tegalsari, kata dia, melahirkan kiai-kiai besar se-Jawa yang kini tersebar di Ponpes Gontor, Tebuireng, Lirboyo, Ploso, Bendo, Jampes dan lainnya yang merupakan anak turun dari sesepuh Tegalsari. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal AlaNu, Doa, Berita RMI NU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia

Trenggalek, RMI NU Tegal



Direktur Liga Santri Nusantara KH Abdul Ghaffar Rozin menilai, penyelenggaran Liga Santri Nusantara (LSN) tahun ketiga ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan semakin profesionalnya panitia nasional dan regional dalam menggawangi pelaksanaan kompetisi melalui berbagai perbaikan peraturan.

Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin: Moralitas Awal Kemajuan Olahraga di Indonesia

Ketua PP RMI-NU itu menyatakan bila prinsip profesional dan fair play benar-benar diterapkan, maka bukan tidak mungkin Liga Santri dapat lebih banyak menelurkan bibit-bibit pesepakbola yang handal yang bisa mengharumkan nama indonesia dalam kancah persepakbolaan Nasional dan Internasional.?

"Persepakbolaan nasional benar-benar menunggu hasil dari Liga Santri Nusantara ini," ucap kiai akrab disapa Gus Rozin itu saat memberikan sambutan pada pembukaan LSN Jawa Timur 1 di stadion Menak Sopal, Trenggalek, Ahad sore (17/9).

Gus Rozin mengatakan, kompetisi tahun ini berbeda dengan kompetisi tahun sebelumnya. Liga Santri Nusantara tahun ini diikuti 34 Region se-Indonesia dengan jumlah 1.024 pondok pesantren dari seluruh Nusantara. LSN membatasi usia peserta maksimal 17 tahun.?

"Satu hal yang ingin kami sampaikan adalah Liga Santri tahun 2017 ini para pesertanya harus murni dari santri. Tidak boleh ada pemain bon-bonan. Tidak boleh ada pencurian umur dan tidak boleh ada kecurangan-kecurangan yang menodai ahlakul karimah dan menodai sportivitas yang kita junjung bersama," tegasnya.

RMI NU Tegal

Gus Rozin pun berharap, panitia Liga Santri ? bisa bertindak tegas kepada club-club pesantren yang terindikasi berlaku tidak jujur dengan memasukkan pemain dari luar pesantren.?

RMI NU Tegal

"Karena tujuan Liga Santri ini adalah untuk mencari kader terbaik dari sisi moralitas, dari sisi spiritual. Skille bisa dibangun, tapi moralitas itu harus dimulai sejak dari awal. Moralitas adalah dasar dari kemajuan olahraga di republik ini, termasuk juga sepakbola," tandasnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi membuka Kick Off Liga Santri Nusantara (LSN) region Jawa Timur 1 dan Piala Bupati Trenggalek di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Ahad (17/9) sore.

Didampingi Ketua PP RMI KH Abdul Ghaffar Rozin, Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits, Ketua PCNU KH Fatchullah, dan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Menpora melakukan tendangan pertama dari tengah lapangan.

Liga Santri Nusantara region Jawa Timur 1 dilaksanakan di Trenggalek dari tanggal 17-22 September 2017 diikuti 32 klub pesantren dari dua Karesidenan, Kediri dan Madiun. Kompetisi ini menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi. Dimana 32 tim dibagi ke dalam delapan grup. Satu grup berisi empat tim, dan tiap tim akan bertanding tiga kali. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, Pemurnian Aqidah, Humor Islam RMI NU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

STAINU Jakarta Bangun Gedung Baru di Kampus Parung

Bogor, RMI NU Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta memulai pembangunan gedung baru di kampus Parung, Rabu (11/12). Gedung baru ini berada di belakang gedung utama dan direncanakan tiga lantai.

Peletakan batu pertama dan acara syukuran diadakan Rabu kemarin dihadiri civitas akademika STAINU dan tokoh masyarakat setempat. Gedung baru yang akan didirikan menempati lahan seluas sekitar 900 m2.

STAINU Jakarta Bangun Gedung Baru di Kampus Parung (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Bangun Gedung Baru di Kampus Parung (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Bangun Gedung Baru di Kampus Parung

“Gedung baru ini terutama nanti kita peruntukan bagi mahasiswa STAINU dari luar negeri seperti Thailand dan Malaysia,” kata Ketua STAINU KH Mujib Qulyubi usai usai pembacaan doa dan tawassul, yang dilanjutkan dengan potong tumpeng.

RMI NU Tegal

Di luar gedung baru yang direncanakan itu, dan gedung lama, STAINU kampus Parung masih mempunyai tanah seluas sekitar 24.000 m2. Kegiatan pembangunan gedung diharapkan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan, terutama menyongsong beralihnya STAINU menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jakarta.

RMI NU Tegal

“Bulan Januari depan kita juga merencanakan memulai pembangunan Rusunawa. Ini insyaallah dipersiapkan untuk mahasiswa dari luar daerah, terutama dari PCNU-PCNU,” kata Kiai Mujib Qulyubi yang juga Katib Syuriyah PBNU.

Selain kampus Parung, kegiatan belajar mengajar STAINU Jakarta juga diadakan di Kampus Utama Matraman Jakarta Pusat, Kampus STAINU Kedoya Jakarta Barat, dan Kampus STAINU Ciganjur, Jakarta Selatan. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa RMI NU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai

Probolinggo, RMI NU Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Dringu memunyai pemimpin baru yang akan melanjutkan gerakan pemuda NU. Hal ini menyusul terpilihnya Satimin secara aklamasi dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di desa Sumbersuko kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo, Ahad (16/8). Pertunjukkan Barongsai kemudian dipentaskan.

Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai

Konferancab yang mengambil tema “Membangkitkan Semangat Perjuangan Dengan Islam Nusantara ini” ini dihadiri oleh Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis dan pengurus cabang lainnya, Ketua MWCNU Dringu Sugito serta seluruh Pengurus Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Dringu.

Usai terpilih Satimin langsung disambut dengan tarian Barongsai. Keberhasilan Satimin ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari seluruh Pimpinan Ranting (PR) untuk memimpin GP Ansor Dringu untuk lima tahun mendatang.

RMI NU Tegal

Dalam Konferancab GP Ansor Dringu yang digelar oleh pengurus demisioner periode 2010-2015 ini juga digelar tahlilan bersama yang dikhususkan kepada para pejuang Republik Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ke-70 RI.

Satimin berkomitmen melakukan penguatan organisasi dengan memperbaiki sistem kaderisasi dan mengembangkan potensi kader Ansor sehingga mampu memajukan GP Ansor di Dringu. “Kepercayaan para pengurus ranting ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang sangat besar untuk ditunaikan dengan baik,” katanya.

RMI NU Tegal

Sementara Muchlis mengapresiasi terpilihnya Satimin memimpin PAC GP Ansor Dringu. Dirinya berharap agar nakhoda baru ini bisa menyinergikan program kerja dengan GP Ansor Probolinggo sehingga program kerjanya bisa tepat guna dan tepat sasaran.

“Mudah-mudahan dengan adanya ketua baru, kepengurusan PAC GP Ansor Dringu bisa semakin solid dan kompak. Selain itu mampu menjalankan semua amanah konferensi yang fokus kepada peningkatan kualitas SDM kader dan pemberdayaan ekonomi,” harapnya.

Muchlis juga mengingatkan kepada para pengurus GP Ansor tentang sejarah yang terlupakan pada saat tentara sekutu datang ke Surabaya dan berperang melawan Tentara Hizbullah/Banser yang disebut sebagai Resolusi Jihad.

“Jangan pernah melupakan sejarah yang sangat membanggakan bagi kalangan pemuda Ansor. Jadikan sejarah itu bagian untuk memompa motivasi dalam mengisi pembangunan bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Lomba, Doa RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Inilah Batasan Sabar

Di antara sifat yang paling mulia dan utama adalah sabar. Keutamaan sifat ini banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama. Menurut Al-Ghazali, setidaknya ada sekitar tujuh puluh lebih keterangan Al-Qur’an terkait sifat keutamaan sabar, anjuran sabar, dan ganjaran yang akan diperoleh orang yang senantiasa menjaga kesabaran.

Saking mulianya tabiat ini, tak heran bila kesabaran selalu diidentikkan dengan keimanan. Seperti yang dikatakan Sahabat Ali bin Abi Thalib RA, “Ketahuilah bahwa kaitan antara kesabaran dan keimanan adalah ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, secara langsung tubuhnya juga tidak akan berfungsi. Demikian pula dengan kesabaran. Apabila kesabaran sudah hilang, keimanan pun akan hilang.”

Inilah Batasan Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Batasan Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Batasan Sabar

Dalam Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menjelaskan bahwa kesabaran memiliki berbagai macam hukum. Tidak semua bentuk kesabaran yang dianggap baik dan mulia. Ada beberapa bentuk kesabaran yang malah dinilai tidak baik dan kurang tepat. Kesabaran pun sebenarnya harus tahu tempatnya supaya tidak terjebak pada kesabaran yang diharamkan. Al-Ghazali mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

RMI NU Tegal

Artinya, “Sabar dapat dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan hukumnya: sabar wajib, sunah, makruh, dan haram. Sabar dalam menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang syariat adalah wajib. Sementara menahan diri dari yang makruh merupakan sabar sunah. Sedangkan menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan terlarang (haram) seperti menahan diri ketika disakiti. Misalnya orang yang dipotong tangannya, atau tangan anaknya sementara ia hanya berdiam saja. contoh lainnya, sabar ketika melihat istrinya diganggu orang lain sehingga membangkitkan cemburunya tetapi ia memilih tidak menampakkan rasa cemburunya. Begitu juga orang yang diam saat orang lain mengganggu keluarganya. Semua itu sabar yang diharamkan.”

Keterangan ini menunjukan bahwa dalam sabar ada tempatnya sendiri. Justru ketika ia bersabar malah terjebak dalam kesalahan dan keharaman. Seperti yang dicontohkan di atas, ketika melihat orang yang tertimpa musibah, maka sebaiknya kita langsung menolong orang tersebut, apalagi bila korbannya berada dalam kondisi darurat. Begitu pula ketika seorang istri yang diganggu orang lain. Sabar dalam kondisi ini termasuk sabar yang diharamkan berdasarkan penjelasan Al-Ghazali. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Kajian Sunnah, Doa RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN

Medan, RMI NU Tegal. Kesebelasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arafah Raya FC menjadi duta Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Seri Nusantara yang akan digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, September mendatang.?

Darul Arafah dipastikan menjadi duta Sumut setelah membantai Ponpes Musthafawiyah Purbabaru, Mandailing Natal (Madina) 6-0, di Stadion Mini Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Senin (29/8) sore.

Darul Arafah dan Musthafawiyah berebut tiket ke LSN Seri Nasional setelah keduanya sama-sama menjadi juara di zona masing-masing pada LSN Regional Sumatera III. Darul Arafah juara di zona I (Medan-Deli Serdang) dan Musthafawiyah juara di zona II (Mandailing Natal).

Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Darul Arafah Duta Sumut ke Seri Nasional LSN

Dalam pertandingan yang disaksikan tiga ribuan penonton itu, Darul Arafah yang bermarkas di Lau Bakeri, Deli Serdang, sudah unggul di menit keenam melalui tendangan voli A Asyakir Utomo dari luar kotak pinalti. Kiper Musthafawiyah Jamiluddin yang berpostur pendek tak mampu menjangkau bola yang mengarah ke gawangnya.

Setelah gol itu, Musthafawiyah mencoba mengejar ketertinggalannya. Sayangnya, akibat kurangnya kerja sama tim, serangan yang mereka bangun dengan mudah dipatahkan Darul Arafah. Malah, di menit ke 29 Musthafawiyah kembali kebobolan lewat tendangan menyusur tanah Aswadan Mentari.

RMI NU Tegal

Terjadinya gol kedua itu, akibat pemain belakang Musthafawiyah yang dikomandani Diki Wahyudi Nasution tak mampu menendang bola dengan sempurna, sehingga bola jatuh ke kaki lawan yang akhirnya berbuah gol. Hingga 35 menit babak pertama berakhir, kedudukan tetap 2-0.

Pada babak kedua, Darul Arafah yang unggul dalam fisik dan teknik, kembali menguasai jalannya pertandingan. Pada menit ke 42, Aswadan Mentari kembali menambah keunggulan timnya menjadi 3-0.

Setelah gol itu, praktis Darul Arafah menguasai pertandingan. Pada menit ke-57, M Huzaifi membobol kembali gawang Jamiluddin. Selanjutnya, pada menit ke-60 dan 70, striker Aulia Rahman menambah dua gol lagi bagi timnya.?

Hingga wasit Huseini meniup pluit panjang babak kedua, Darul Arafah unggul telak 6-0 atas Musthafawiyah. Mereka pun berhak menjadi duta Sumut ke LSN Seri Nasional 2016.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Sekretaris Umum KONI Sumut Chairul Azmi, Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Sumut H Afifuddin Lubis, Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III Ance Selian, Koordinator Kali Ahmad Harahap, dan Ketua Panitia Alihot Ucok SInaga, secara resmi menutup LSN Regional Sumatera III yang sudah berlangsung sejak 21 Agustus lalu itu.

RMI NU Tegal

?

Erry menyatakan, Pemprovsu mendukung penyelenggaraan LSN guna mencari bibit-bibit pemain sepakbola berbakat dari lingkungan pesantren. "Ke depan Pemprovsu akan menganggarkan Liga Santri pada APPBD Sumut," kata Erry.

?

Sementara itu, Penanggung Jawab LSN Regional Sumatera III, Ance Selian, mengatakan, Darul Arafah sebagai juara Regional Sumatera III akan menjadi utusan Sumut ke LSN Seri Nasional. Babak penyisihan akan digelar di Surakarta September mendatang.

"Sumut akan bergabung di grup B bersama Jatim III, Jateng II dan Kaltim I. Jika lolos di babak penyisihan, Sumut akan bertanding di babak final yang akan digelar Oktober mendatang di Banten," kata Ance yang juga Ketua DPW PKB Sumut. (Red-Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Doa RMI NU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Bandung,RMI NU Tegal

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,
kabar duka bagi kalangan pesantren dan Liga Santri Nusantara (LSN), pasalnya KH Marsono Misaalah, Pengasuh Pesantren Khaerat Bintauna, Sulawesi Utara meninggal saat mendampingi timnya di Seri Nasional LSN, di Kota Bandung.

Menurut keterangan panitia, Marsono meninggal di Stadion Brigif Cimahi beberapa jam sebelum berita ini ditulis, Selasa (24/10). Di pinggir lapangan, ketika sedang menonton, tiba-tiba dia ambruk, dan langsung meninggal.

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Hingga berita ini ditulis, penyebab meninggalnya kiai itu belum diketahui. (Abdullah Alawi)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Tokoh, Doa, RMI NU RMI NU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM

H. Usep Romli HM, lahir di Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, 16 April 1949. Menempuh pendidikan SD dan SMP di Limbangan, sambil nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964). Melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) di kota Garut (1964-1967), juga sambil nyantri antara lain di pesantren tradisional Galumpit.?

Ia mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof. Dr. Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan, dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Tahun 1964, Usep mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar Harian Banteng (corong PNI Jabar), Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di Harian Karya (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut. Lulus dari SPGN Garut (1967), langsung diangkat menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Professi guru dijalani hingga tahun1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jabar.

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak tahun1966 dengan menjadi koresponden freelance untuk beberapa surat kabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan. Selama menjadi wartawan full time di SK Pikiran Rakyat Bandung (1984-2004), pernah mendapat tugas jurnalistik ke seluruh penjuru tanah air dan luar negeri. Antara lain kawasan Timur Tengah, Balkan, Eropa Barat, Eropa Timur dan Asia Tengah. Terutama yang berkaitan dengan masalah politik dan kebudayaan Islam. Tahun1998-2002, menjabat Ketua Seksi Diklat PWI Jabar. Kini menjadi pemegang “kartu biru” keanggotaan PWI seumur hidup.

RMI NU Tegal

Pernah menimba ilmu bahasa dan sastra Arab di IKIP Bandung (1983) dan IAIN Sunan Gunung Jati (1986). Setelah pensiun sebagain wartawan aktip PR, menjadi kontributor tulisan untuk beberapa majalah dan surat kabar, sambil mengelola pesantre anak asuh du’afa wal yatama di kampungnya, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. Menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia, yang sudah diterbitkan berupa buku antara lain: A. Bahasa Sunda 1. Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak), Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), Dulag Nalaktak (humor pesantren), Bentang Pasantren (novel), Dalingding Angin Janari (novel), Dongeng-dongeng Araheng (dongeng anak-anak), Ceurik Santri (kumpulan cerpen) Jiad Ajengan (kumpulan cerpen) Sanggeus Umur Tunggang Gunung (kumpulan cerpen) Sapeuting di Cipawening (kumpulan cerpen) Nu Lunta Jauh (kumpulan sajak) Jurig Congkang Bisul na Bujur (kumpulan cerita misteri-humor) Lalakon Ngatrok : Saba D

esa Saba Nagara (kumpulan pengalaman jurnalistik) Saur Bapa Gubernur (kumpulan carpon), Nganteurkeun (novel), Paguneman jeung Firaon (kumpulan carpon), The Last Herro (novel).

RMI NU Tegal

Usep juga menulis dalam Bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak) Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), Aki Dipa Pemburu Tua (ceritera anak-anak), Bambu Runcing Aur Kuning (ceritera anak-anak), Pahlawan Tak Dikenal (ceritera anak-anak), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa).

Semua buku ceritera anak-anak baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia, dibeli oleh pemerintah (proyek Inpres Buku Bacaan), sejak tahun1973 hingga tahun1986. Tiap judul rata-rata dibeli 24.000 (dua puluh empat ribu) eksemplar, honornya dibayar tunai.

Dua kali mendapat Hadiah Rancage. Yang pertama, hadiah sastra, untuk karyanya Sanggeus Umur Tunggang Gunung tahun 2010 dan yang kedua hadiah jasa berkat pengabdian terhadap bahasa dan sastra Sunda tahun 2011. Di lingkungan NU, pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001). Pernah menjadi aggota pengurus DPW PKB Jabar (1998-1999).

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa RMI NU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran

Bojonegoro, RMI NU Tegal - Selama Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor NU Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengadakan khataman yang dimulai, Kamis (1/7) malam. Kegiatan yang diikuti kader muda NU itu diadakan secara online yang dikoordinasikan via grup Whats App setiap saat.

Ketua GP Ansor Balen M Nafi menjelaskan, tadarus ini sudah berlangsung setiap tahun selama Ramadhan. "Pemilihan bacaan juz dibahas lewat grup Whatsh App," jelasnya.

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran

Selain membaca Al-Quran yang dibaca di rumahnya masing-masing, tadarus online ini juga mendidik kejujuran karena dibaca di rumahnya sendiri. "Mulai pukul 6 malam sampai jam 3 pagi," terangnya.

Mereka yang sudah memilih bacaan juz sebelumnya akan memberi tanda jempol jika sudah dibaca. "Kegiatan ini menjadi positif bagi pengurus Ansor Balen," tutur mantan Ketua IPNU Balen itu.

RMI NU Tegal

Ditambahkan, melalui grup ini mereka tidak hanya berkoordinasi tetapi juga berbagi informasi tentang keagaman tapi juga tadarusan sehingga pengurus Ansor Balen semakin solid dalam menjalankan organisasi. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Doa, AlaSantri, PonPes RMI NU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah

Surabaya, RMI NU Tegal. Tidak terasa, perjalanan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan segera berakhir. Akhir Mei nanti, perhelatan Konferensi Wilayah NU Jatim akan digelar di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat Tulangan Sidoarjo.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar sangat menyadari bahwa kewibawaan NU sangat bergantung kepada sosok kiai atau ulama. Karena itu, yang memegang amanah di syuriyah hendaknya diisi oleh kiai yang memiliki wawasan dan pandangan yang jauh ke depan. ?

Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman PWNU Jatim “Memecat” Ketua Tanfidziyah

Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini, khusus untuk PWNU Jatim ternyata kolektifitas antar ulama itu dapat terjalin dengan baik. “Banyak lahir keputusan yang justru dihasilkan dari permusyawarahan antar ulama tersebut,” katanya, di Surabya, Selasa (23/4).

RMI NU Tegal

Kiai Miftah, sapaan akrabnya masih mengingat peristiwa tahun 2008 ketika dirinya mendapat amanat sebagai rais syuriyah dan bersanding dengan H DR Ali Maschan Moesa sebagai ketua tanfidziyah. Dalam perjalanannya, Ali Maschan akhirnya maju sebagai calon wakil gubernur Jatim. “Saat itu wibawa ulama sangat ditunggu, apakah memiliki ketegasan atau malah larut dengan kehendak ketua,” kenangnya.

RMI NU Tegal

Dan lewat pertimbangan sejumlah ulama yang terhimpun dalam kepengurusan syuriyah, akhirnya keputusan diambil yakni menganggap ketua tanfidziyah “berhalangan tetap” sehingga harus diganti. Dan tidak berlangsung lama, akhirnya dilakukan Konferwil dan tetap mendaulat Kiai Miftah sebagai rais dan KH M Hasan Mutawakkil Alallah sebagai ketua.

Bagi Kiai Miftah, pengalaman ini menjadi pelajaran sangat berharga agar dalam perjalanannya. NU harus tetap menjadikan ulama sebagai penentu keputusan bagi jalannya organisasi. “Karena itu, dibutuhkan kolektifitas kepemimpinan sehingga keputusannya tidak merugikan bagi jam’iyah,” tandasnya.

Intensitas komunikasi menjadi harga mati agar sejumlah permasalahan organisasi atau umat dapat dicarikan solusi yang tepat. “Karena itu saya sangat dibantu sejumlah ulama dan kawan aktifis organisasi yang mendukung kolektifitas tersebut,” tandasnya.?

Kiai Miftah berharap kolektifitas dan kewibawaan ulama yang selama ini menjadi ciri khas di PWNU Jatim dapat dipertahankan. “Bila memungkinkan dapat dinaikkan kualitas dan intensitasnya,” harapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Kiai, Doa RMI NU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Pejabat Publik harus Bersih dari Indikasi Perbuatan Tercela

Jakarta, RMI NU Tegal. Upaya untuk menjadikan para tokoh publik sebagai teladan bagi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam perbaikan pemerintahan di Indonesia. Namun, perjuangan tersebut masih panjang. Komisi Yudisial yang bertugas menyeleksi para calon hakim agung masih meloloskan Ahmad Ali yang kini masih berstatus sebagai tersangka sebagai salah satu kandidat.

“Para pemimpin publik harus bersih dari indikasi penyimpangan. Mereka harus menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syaiful Bahri Anshori kepada RMI NU Tegal, Senin.

Dikatakannya, upaya untuk hanya menempatkan orang-orang yang bersih dalam jajaran pemerintahan merupakan salah satu upaya untuk memberantas perilaku korupsi di Indonesia. “Jika ada public figure terindikasi korupsi, mereka harus mengundurkan diri, kalau perlu harus dinon-aktifkan. Pemerintah harus adil dalam hal ini, tidak boleh tebang pilih” imbuhnya.

Pejabat Publik harus Bersih dari Indikasi Perbuatan Tercela (Sumber Gambar : Nu Online)
Pejabat Publik harus Bersih dari Indikasi Perbuatan Tercela (Sumber Gambar : Nu Online)

Pejabat Publik harus Bersih dari Indikasi Perbuatan Tercela

Pada 20 September 2006 lalu, Ahmad Ali ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Universitas Hasanuddin Makassar dalam kasus penerimaan negara bukan pajak dan memalsukan surat perjalanan dinas. Tindakan korupsi tersebut dilakukannya saat ia masih menjabat sebagai dekan fakultas hukum Universitas Hasanuddin Makassar 1999-2001 dengan nilai 250 juta.

Sejauh ini, pemerintahan SBY-JK mendapat sorotan dari masyarakat karena upaya pemberantasan korupsi masih dilakukan secara tebang pilih. Beberapa tokoh yang terlibat korupsi diadili secara cepat dan dihukum berat, tapi terdapat pula tokoh yang seolah-olah tak tersentuh oleh hukum.

Pemerintah memberikan perlakuan yang berbeda pada Abdullah Puteh dan Ali Mazi, meskipun keduanya sama-sama gubernur yang menjadi tersangka korupsi. Dalam kasus korupsi di KPU, Hamid Awaluddin masing tenang-tenang saja meskipun para saksi telah menyatakan terdapat kebohongan publik yang dilakukannya. (mkf)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Jakarta, RMI NU Tegal. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit untuk penentu awal bulan Sya’ban 1435 H yang diselenggarakan pada Kamis (29/5) petang kemarin bertepatan dengan 29 Rajab 1435 H telah dinyatakan berhasil, sesuai dengan prediksi (hisab) dalam almanak NU.

Lajnah Falakiyah PBNU mengikhbarkan, hilal awal Sya’ban telah berhasil di lihat di beberapa titik rukyat antara lain di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik oleh Ust H M Inwanuddin, KH A Asyhar Sofwan, dan Ust Khusnul Khoatim.? Di Basmol Basmol Jakarta Barat, hilal disaksikan oleh Ust Abdul Hadi, Ust H Zawawi, dan H Syaroni.

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Sya’ban Serentak, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

Di lokasi rukyat Season City Jakarta, hilal disaksikan oleh Ust Rusli Arsyad MM, KH Ahmad Rohimin,? KH Khudrin Hasbulah, dan KH Ahmad Hariri. Sementara di Pelabuhan Ratu hilal disaksikan oleh KH Yahya dan tim Lajnah Falakiyah PBNU .

RMI NU Tegal

“Dengan demikian awal Syaban 1435 H jatuh pada Jum’at 30 Mei 2014, dimulai malam Jum’at ini atas dasar rukyah yang diselenggarakan LFNU petang ini di beberapa lokasi rukyat tersebut,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri melalui SMS yang diterima RMI NU Tegal beberapa saat setelah pelaksanaan rukyat.

Hasil rukyat ini sesuai dengan data dalam almanak yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk markaz Jakarta. Ijtima’ telah terjadi pada pukul 01.38 WIB pada hari pelaksanaan rukyat. Sementara ketinggian hilal sudah mencapai lebih dari 7 derajat dan berada di atas ufuk cukup lama selama 31 menit 52 detik sehingga memudahkan proses rukyat.

RMI NU Tegal

Data hisab ini berbeda untuk penentuan awal Ramadhan 1435 H nanti. Ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada pukul 15.07 atau umur hilal hanya sekitar tiga jam dari waktu tenggelam matahari, 29 Sya’ban. Sementara Ketinggian hilal hanya 0 derajat 25 menit di atas ufuk.

Dalam posisi seperti itu hilal dinyatakan belum imkanur rukyat atau tidak mungkin dilihat. Namun pihak yang menggunakan kriteria wujudul hilal seperti Muhammadiyah, yakni asal sudah terjadi ijtima’ sebelum tenggelam matahari, dan hilal sudah di atas ufuk bisa saja menetapkan awal bulan lebih dulu karena tanpa menyaratkan harus melalui proses rukyatul hilal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Sejarah, Doa RMI NU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Jember, RMI NU Tegal. Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk guru ngaji sebesar Rp 16 miliar lebih. Anggaran itu tercantum dalam APBD Jember 2017 ini.

"Intensif guru ngaji ini bukan diambilkan dari dana hibah bansos, tapi dari APBD melalui Bidang PAUD dan Dikmas (Pendidikan Masyarakat) pada Dinas Pendidikan, sehingga setiap tahun akan selalu dianggarkan," ujar ? Bupati Jember Jawa Timur, Hj Faida saat memberikan sambutan dalam acara ? istigotsah dan silaturrahim dengan dua ribu lebih guru ngaji di Pondok Pesantren ? Al-Qodiri, Jember beberapa waktu lalu.

Selain guru ngaji, dikatakannya, ada 25 guru yang mengajarkan kitab suci agama selain agama Islam, juga mendapatkan insentif yang sama.?

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Menurut Bupati Faida, apa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember saat ini belum seberapa jika dibandingkan dengan ikhtiar guru ngaji dalam mengajarkan Alquran sekaligus ? membina akhlaq generasi muda selama ini. Menurutnya, para guru ngaji adalah ? orang yang tulus dan penuh syukur, mereka tidak pernah menuntut haknya, kecuali hanya berjuang untuk kepentingan agama dan bangsa.

? "Betapa bahagianya kami, Bupati dan Wabup, melihat orang-orang yang wajahnya penuh syukur ini. Untuk itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Jember sangat besar terhadap guru ngaji ini,”imbuhnya.

Jika ada guru ngaji sehat, lanjutnya, ? kesetehatannya digunakan untuk masyarakat. Dan jika ada guru ngaji yang sakit, jangan ragu untuk dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas. “ Itu tanggungjawab Bupati. Kalau ada pegawai puskesmas tidak melayani guru ngaji , maka pejabatnya akan kita ganti," tandas Bupati ujar Faida menjanjikan.

RMI NU Tegal

Dalam silaturrahmi dengan guru ngaji itu, Bupati Faida juga menyerahkan ? insentif ? tahap pertama kepada 2.305 guru ngaji dari enam kecamatan. Jumlah itu adalah sebagian dari 13.500 guru ngaji yang sudah terdata secara resmi.

RMI NU Tegal

? “ Mereka masing-masing akan mendapatkan insentif sebesar Rp. 1.200.000 per tahun. Isnsentif tersebut akan dicairkan dalam tiga tahap, yaitu sebelum puasa Ramadhan, menjelang ? dan setelah lebaran,”pungkasnya.

Anggaran insentif guru ngaji di Kabupaten Jember, mulai tahun 2017 ini tidak lagi diambilkan dari APBD pos bantuan sosial (Bansos) atau hibah. Hal ini untuk memudahkan pencairan ? sekaligus menjamin kontinuitas insentif guru ngaji di masa-masa yang akan datang.?

Sebab, jika diambilkan dari dana Bansos, pencairannya harus memenuhi syarat berupa pengajuan proposal dan hanya berlaku sekali pencarian untuk satu nama guru ngaji. Artinya, seorang guru ngaji tidak boleh menerima dana Bansos berulang-ulang. Padahal, insentif guru ngaji akan diberikan secara kontinyu setiap tahun.(Aryudi A. Razaq / Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, PonPes RMI NU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Geliat Kehidupan Muslim di Chiang Mai Thailand

Chiang Mai,? RMI NU Tegal. Suasana masjid Hidayatul Islam di Chiang Mai, Thailand terlihat lengang baik saat pagi, siang maupun sore hari. Seolah tidak ada kegiatan yang berarti, meski sekarang adalah bulan Ramadlan. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan suasana masjid yang begitu ramai dan gegap gempita penuh dengan kajian Islam saat bulan Ramadlan.

Geliat Kehidupan Muslim di Chiang Mai Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Kehidupan Muslim di Chiang Mai Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Kehidupan Muslim di Chiang Mai Thailand

Di sudut masjid, terlihat orang-orang melakukan beberapa aktivitas. Ada yang menata-nata meja dan kursi, ada yang memotong-motong daging, ada yang menumbuk bumbu-bumbu, dan ada yang menanak nasi. Semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Mereka ini lah pengurus masjid yang bertugas untuk menyiapkan hidangan untuk buka puasa di masjid Hidayatul Islam atau biasa dipanggil dengan masjid Banhaw.

RMI NU Tegal

“Saat Ramadlan, kita menyediakan makanan saat dinner time (buka puasa),” kata salah satu pengurus masjid Banhaw, Pantewee Mapai Roje, kepada? RMI NU Tegal? di Chiang Mai, Thailand, Sabtu (18/6).

RMI NU Tegal

Selain itu, terdengar juga suara-suara lirih anak kecil yang mengeja beberapa ayat Al Quran dari lantai tiga gedung masjid Banhaw.

“Kita juga ada Islamic school,” tegas Pantewee.

Menurut dia, sekolah Islam yang ada di masjid Banhaw tersebut memiliki lima tingkatan dan itu setara dengan sekolah dasar. Ada tiga puluh anak yang belajar dan tinggal di sekolah Islam tersebut. Semuanya laki-laki.

Di depan masjid terdapat gedung yang menjulang tinggi. Gedung tersebut memiliki lima lantai. Lantai pertama dibuat untuk ruang serba guna, termasuk tempat buka puasa bersama. Lantai kedua dipakai untuk ruang pertemuan dan ruang kelas. Lantai ketiga untuk perpustakaan, ruang kelas, dan ruang ustadz. Lantai ke empat adalah untuk ruang pertemuan dan ruang kelas. Sedangkan lantai lima difungsikan sebagai tempat tinggal santri dan lapangan olah raga.

Sekolah Islam tersebut dimulai sejak pukul Sembilan pagi dan selesai pada pukul satu siang. Mereka belajar nahwu, shorof, sirah nabawiyah, dan keilmuan Islam lainnya.?

Meski demikian, Pantewee menyebutkan bahwa perkembangan Islam di Chiang Mai berjalan begitu lamban. Baginya, ada dua hal yang menghambat dan menjadi persoalan bagi perkembangan Islam di Chiang Mai.?

Pertama, metode pengajaran. Laki-laki berambut perak tersebut menyanyangkan beberapa ustadz yang mengajarkan Islam dengan metode yang biasa-biasa saja. Sehingga hal tersebut kurang menarik perhatian anak-anak muda.?

Kedua, ajaran untuk menjadi orang yang egois. Pantewee juga menyanyangkan bahwa ada banyak ustadz yang melarang umat Islam untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas non-muslim.?

“Mereka mengajarkan kita untuk menjadi orang yang egois,” pungkasnya.?

Ada tiga masjid di Chiang Mai, yaitu masjid Hidayatul Islam atau Banhaw, masjid Attaqwa, dan masjid Chang Khlan.? (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?





Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Ubudiyah, Doa RMI NU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo

Solo, RMI NU Tegal. Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) diminta mengembangkan madrasah di Solo. Demikian disampaikan Ketua Tanfidiyah PCNU Surakarta A Helmi Sakdillah dalam acara lailatul ijtima’ PCNU Surakarta Selasa (1/1) malam.

Helmi Sakdillah menegaskan betapa pentingnya sebuah madrasah bagi NU. “NU Solo harus mempunyai madrasah!” kata Helmi di depan perwakilan dari pengurus MWC Se-Solo.

Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo

“Hal ini juga tergantung dari kesiapan Ma’arif dan Pergunu. Ada gayung mau disambut atau tidak?” lanjutnya.

RMI NU Tegal

Selama ini Kota Surakarta atau Solo yang dianggap sebagai salah satu kota yang maju dalam hal pendidikan, namun tidak begitu dengan NU-nya. Dengan memiliki 5 MWC dan ditopang oleh 51 ranting yang ada di bawahnya, namun anehnya belum ada satupun madrasah yang dimiliki oleh NU Solo. Hal ini yang menjadi keprihatinan para pengurus NU Solo saat ini.

Sedangkan menurut Sekretaris NU Solo, Martanto, dia mengutip perkataan dari salah satu pengurus PBNU, Slamet Effendi Yusuf, “NU tidak akan hidup (maju) bila tidak mempunyai madrasah.” Ia membayangkan betapa luar biasa NU Solo bila memiliki madrasah. “Membuat 1 madrasah NU Solo, itu sama bandinganya dengan 10 madrasah di daerah Jombang atau Kediri misalnya.”

RMI NU Tegal

Dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan di kantor sekretariat PCNU Solo tersebut, juga disampaikan masalah pengaktifan ranting-ranting. Juga disinggung sedikit mengenai perkembangan kans ketua PCNU Solo yang tengah ikut dalam bursa pencalonan Wakil Walikota Surakarta.

Peserta yang hadir, selain dari perwakilan pengurus MWC atau ranting, juga tampak hadir dari pewakilan GP Ansor, Banser, PMII dan elemen NU lainnya. Usai pembacaan istighosah dan tahlil pada pembukaan acara, para peserta dipersilakan untuk memberikan pertanyaan atau masukan mengenai perkembangan yang terjadi, baik di internal NU Solo maupun yang terjadi di dunia luar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Santri, Doa RMI NU Tegal

Senin, 20 November 2017

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo mengadakan pertemuan perdana dengan pengurus MWCNU Wadaslintang berikut ranting-ranting NU di SMA Ma’arif NU Wadaslintang pada Ahad (27/9). Mereka membahas hasil-hasil putusan Muktamar Ke-33 NU awal Agustus lalu.

Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Khalim Alhafidz menyatakan bahwa NU di Wonosobo tetap rukun dan solid. “Implementasi Islam Nusantara di Wonosobo sangat tepat untuk menyikapi paham-paham radikal yang mengancam keutuhan NKRI.”

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Wonosobo Sosialisasikan Hasil-Hasil Muktamar Ke-33 NU

Rencananya sosialisasi hasil-hasil muktamar ke-33 NU akan dilaksanakan secara berurutan dengan mendatangi setiap MWCNU dan mengundang ranting-ranting di lingkungan MWC setempat.

RMI NU Tegal

PCNU Wonosobo, Sekretaris PCNU Wonosobo Nurcholis menambahkan, menyambut baik penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi. Dengan sistem ini, NU menjunjung tinggi maru’ah ulama.

RMI NU Tegal

“Secara personal merasa sangat bangga karena embrio Ahlul Halli dicetuskan dalam Rapat Pleno PBNU tahun 2013 yang diselenggarakan di Wonosobo. Dengan demikian warga NU Wonoosbo selayaknya merasakan kebanggaan sebagai bagian dari sejarah besar NU,” kata Sekretaris PCNU Wonosobo. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Sholawat, Doa RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Jakarta, RMI NU Tegal. Rangkaian "10 Tahun RMI NU Tegal" secara resmi akan dibuka Kamis (28/3) nanti malam di lantai delapan gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pukul 19.30-22.00. Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj atau yang mewakili memberikan sambutan.



Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda Pembukaan 10 Tahun NU Online

Sebelum itu, Pemimpin Redaksi RMI NU Tegal Syafi Alielha akan mengucapkan selamat datang dan akan membacakan agenda "10 Tahun RMI NU Tegal" yang akan dilaksanakan selama empat bulan berturut-turut, Maret hingga Juni 2013.

Pada malam itu, Asrul Sani Award akan diserahkan oleh keluarga almarhum Asrul Sani, Mutiara Sani, kepada lima orang terpilih, dengan kategori Kesetiaan Berkarya, Sineas Berbakti, Penulis Serba Bisa, Tokoh Legendaris dan Pelestari Karya.

Pidato Kebudayaan oleh M. Jadul Maula akan memuncaki acara malam nanti. Sementara D. Zawawi Imron (penyair), Ahmad Tohari (novelis), Sagaf Faozata (violis) dan Faisal Kamandobat (penyair), akan turut mendukung acara tersebut. "Biar berkah," kata Faisal.

 

RMI NU Tegal

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Doa, Hadits, Tokoh RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Jakarta, RMI NU Tegal. Sesaat setelah terdengar berita terjadinya gempa bumi 6,4 SR di Pidie, Aceh dan daerah sekitarnya, Rabu (7/12), LAZISNU membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat menyalurkan bantuan bagi para korban bencana tersebut.

Masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan pun segera menyalurkan bantuan dana ke rekening Yayasan LAZISNU. Ada juga yang menyerahkan secara langsung ke kantor LAZISNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat.?

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Hingga Kamis (8/12) pagi jumlah dana yang terkumpul senilai Rp 19.505.000. Dana senilai tersebut berasal dari 89 donatur. Beberapa donatur adalah pengurus dan pegawai di lingkungan PBNU, termasuk Sekjen PBNU Helmy Faisah Zaini, dan Ketua LDNU Maman Imanul Haq.

Dalam penyaluran dana bantuan tersebut, LAZISNU akan berkoordinasi dengan LPBI PBNU. “LAZISNU bekerjasama dengan LPBI PBNU dalam penyaluran di lapangan,” kata salah seorang Pengurus LAZISNU, Wahyu kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dana dapat mentransfer ke rekening BCA 0680192677 Yayasan LAZISNU BCA untuk korban bencana gempa di Pidie. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Doa, Fragmen, Habib RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock