Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Ribuan Warga Jatim Ikuti Napak Tilas KH Nawawi, Pejuang Kemerdekaan

Sidoarjo, RMI NU Tegal. Ribuan warga Sidoarjo dan Mojokerto, mengikuti napak tilas memperingati gugurnya pejuang syuhada kemerdekaan KH Nawawi, Sabtu (7/11) malam. Start napak tilas dimulai dari dusun Sumantoro desa Plumbungan Sukodono Sidoarjo menuju pesantren An-Nawawi di Kota Mojokerto.

Ribuan Warga Jatim Ikuti Napak Tilas KH Nawawi, Pejuang Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Jatim Ikuti Napak Tilas KH Nawawi, Pejuang Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Jatim Ikuti Napak Tilas KH Nawawi, Pejuang Kemerdekaan

Sebelum peserta napak tilas diberangkatkan, salah satu anggota Banser Sooko Mojokerto melakukan aksi teaterikal yang mengkisahkan gugurnya perjuangan KH Nawawi. Dalam teaterikal digambarkan bahwa KH Nawawi yang kebal dengan peluru tembak itu akhirnya gugur dengan empat luka tusukan pisau bayonet tentara Belanda tepat di lehernya.

Kemudian, di Dusun Sumantoro Desa Plumbungan tempat gugurnya itu akhirnya dibangunlah monumen KH Nawawi pada tanggal 22 Agustus 1946.

RMI NU Tegal

Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Sidoarjo Jonathan Judyanto menuturkan, kegiatan napak tilas merupakan bentuk atau bukti bahwa generasi penerus bangsa dalam menghargai jasa para pahlawannya. Dirinya berharap agar tradisi seperti ini terus dikembangkan dan dilestarikan.

RMI NU Tegal

"Sebagai generasi penerus bangsa harus melaksanakan dan terus mendharmabaktikan hidup sebagaimana yang telah dibuktikan oleh leluhur kita dalam membangun bangsa Indonesia," tuturnya.

Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan menyatakan, napak tilas bukan sekadar dimaknai dengan berjalan kaki menuju tempat dimakankannya KH Nawawi di Mojokerto. Tetapi untuk mengenang dan merasakan perjuangan KH Nawawi dalam mengusir penjajah.

"Semoga kita bisa meniru dan merasakan perjuangan beliau dalam melawan penjajah," ucap Gus Wawan yang juga pernah menjadi Ketua IPNU Jawa Timur ini.

Dalam acara tersebut, nampak hadir PJ Bupati Sidoarjo Jonathan Judyanto, Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan, Cicit KH Nawawi yang juga sebagai anggota DPRD Sidoarjo H Khulaim Junaedi, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), ribuan warga Sidoarjo dan Mojokerto. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Habib RMI NU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Ketapang, RMI NU Tegal. Konferensi Cabang ke-11 Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dilaksanakan Ahad (20/4) kemarin di Ketapang telah mengeluarkan berbagai keputusan strategis antara lain memilih dan menetapkan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2014-2019.

Sidang Pleno kelima yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang demesioner masa khidmat 2009-2014 Drs. Satuki Huddin, M.Si ini berjalan khidmat dan sukses. Sebelum diadakan pemilihan seluruh peserta konferensi diminta pimpinan sidang untuk sama-sama membaca Shalawat Badar dan pembacaan ummul kitab yang dipimpin oleh KH. Kholilurrahman.

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Pemilihan PCNU masa khidmat 2014-2019 didahului dengan pemilihan Rais Syuriyah. Setelah diajukan bakal calon (balon) melalui pemilihan langsung dan rahasia akhirnya terjaring empat balon terpilih yakni KH Kholirurrahman, KH Faisol Maksum, KH Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

RMI NU Tegal

Berdasarkan Tata Tertib Konfercab ke-11 dalam pemilihan pengurus cabang bahwa seorang calon dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang-kurangnya 5 (lima) suara dari peserta konferensi. Oleh karena itu setelah diadakan penghitungan dari suara sah yang berhak memilih dari 18 rais syuriyah tingkat MWC plus satu orang perwakilan syuriyah PCNU Ketapang, akhirnya yang memenuhi syarat hanya satu orang balon yakni KH Kholilurrahman setelah memperoleh 15 suara.

Mengingat balon yang terpih hanya satu orang, akhirnya seluruh peserta konfercab menyepakati agar balon yang terpilih secara aklamasi langsung ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PCNU masa khidmat 2014-2019.

RMI NU Tegal

Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan setelah pemilihan Rais Syuriyah. Pemilihan balon ketua tanfidziah juga dilaksanakan secara langsung dan rahasia. Setelah diadakan penghitungan suara balon yang terpilih hanya 2 (dua) orang yakni KH. Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Mengingat hanya satu orang yang memenuhi syarat yakni KH Jema’ie Makmur setelah memperoleh dukungan 18 suara dari 19 suara yangh berhak memilih, akhirnya peserta konfercab menetapkan secara aklamasi KH Jema’ie Mamur sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 setelah disetujui Rais Syuriyah terpilih.

KH Kholilurrahman sebelumnya adalah Wakil Rais Suriyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 sementara KH Jema’ie Makmur Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 dan pada pemilihan kali ini beliau kembali memimpin NU ketapang lima tahun ke depan.

Sebelum disahkan melalui pembacaan SK pada sidang Pleno kelima ini, juga ditetapkan tim formatur sebanyak 5 (lima) orang yakni Rais Syuriyah terpilih merangkap ketua, Ketua Tanfidziyah merangkap sekretaris dan 3 (tiga) orang dari pengurus MWC masing-masing MWC Delta Pawan, Benua Kayong dan Matan Hilir Utara. Kepada Tim Formatur diamanatkan agar menyusun kepengurusan NU Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 dengan jangka waktu satu bulan. (Syafi’ie /Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Hikmah, Kajian Sunnah RMI NU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat

Bantul, RMI NU Tegal. Sebanyak 250 personil Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan diturunkan untuk membantu pengamanan perayaan Natal.

Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Natal, Banser Contohkan Umat Saling Hormat

"Ratusan personel tersebut akan disiagakan di sejumlah gereja besar di Bantul, ada yang 50 personel, ada juga yang 15 personel di masing-masing gereja," kata Komandan Banser Bantul Muhammad Khozin, kepada RMI NU Tegal, Senin (23/12).

Menurutnya, keikutsertaan Banser ini sebagai wujud toleransi antarumat beragama. “Semata-mata sebagai bentuk solidaritas antarumat beragama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

RMI NU Tegal

Khozin mengatakan, organisasi pemuda NU melakukan hal itu ingin mencontohkan bahwa perbedaan keyakinan justru harus mendorong umat untuk saling menghormati.

RMI NU Tegal

Lebih jauh ia menjelaskan, di Bantul memang terdapat sejumlah kelompok gerakan radikalisme agama, sehingga perlu diantisipasi gerakan yang dikuawatirkan mengganggu kelancaran umat beribadah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Habib, Warta RMI NU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat

Jakarta, RMI NU Tegal. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) mendukung langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan swasembada garam nasional dengan mengimplementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat. Program ini juga sedang dan akan dilakukan oleh Asisoasi Petambak Garam NU dengan beberapa catatan dan rekomendasi.

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Dorong KKP Implementasikan Program Korporatisasi Garam Rakyat

“Asosiasi Petambak Garam NU bersepakat dan merekomendasikan program korporatisasi garam rakyat dapat dilaksanakan di semua sentra garam rakyat dengan ketentuan lahan masih tetap dengan keadaan semula, maupun dengan penataan ulang lahan menyesuaikan dengan kondisi daerah/kearifan lokal masing-masing,” kata Ketua Pengurus Pusat Lembaga Perekonomian NU H. Mustholihin Madjid dalam dialog nasional “Target Swasembada Garam Nasional” di kantor PBNU Jakarta, Rabu (14/1)

Menurutnya, program korporatisasi garam rakyat telah dicoba dan berhasil dilakukan oleh Asosiasi Petambak Garam NU di wilayah Lasem Rembang dan seluruh anggota Asosiasi Petambak Garam NU sepakat dan siap menjalani sekaligus menjadi daya dorong keberhasilan program.

RMI NU Tegal

Langkah operasional pelaksanaan program dilakukan dengan penggabungan lahan dari beberapa petambak garam atau kelompok petambak garam dengan minimal luas lahan 5Ha dengan syarat lahan tersebut tidak dimiliki oleh hanya perorangan.

RMI NU Tegal

“Selanjutnya hasil dari penggabungankelompok petambak garam tadi membentuk satu wadah payung besar badan usaha yang menaungi kelompok-kelompok tersebut sebagai pemilik saham,” kata Mustholihin.

Kebutuhan pembiayaan kelompok yang menggarap lahan diatur mekanismenya melalui badan usaha dengan memanfaatkan beragam sumber dan metode seperti resi gudang dan sumber pembiayaan lainnya.

“Hasil produksi garam program Korporatisasi Garam Rakyat selanjutnya diatur dan dikelola oleh Asosiasi Petambak Garam NU melalui badan usaha yang dibentuk untuk diteruskan dan diserap ke sentra-sentra industri yang membutuhkan,” tambahnya.

Asosiasi Petambak Garam NU merekomendasikan kepada KKP agar program korporatisasi garam rakyat dimana tata kelola lahan diatur dan dikelola ulang dengan melakukan perubahan total tata ruang lahan dibuat percontohan dulu di basis produksi garam rakyat yang menjadi binaan dan anggota Asosiasi Petambak Garam NU.

“Komunitas warga pesisir dan petambak garam pada umumnya merupakan warga Nahdlatul Ulama. Untuk karenanya kami memandang bahwa NU sejogyanya terlibat dan dilibatkan secara langsung dalam program korporatisasi ini melalui piranti lembaga/institusi yang ada khususnya Asosiasi Petambak Garam NU khususnya terkait tenaga Pendamping di lapangan,” kata Muztholihin.

Lembaga perekonomian NU berharap target swasembada garam nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan tercapai, karena Indonesia merupakan negara yang memiliki garis panjang pantai 95.181 km atau terpanjang ketiga di dunia.

 “Apabila pemerintah serius dan warga NU atau Asosiasi Petambak garam NU terlibat dan dilibatkan secara langsung dan kongkrit oleh Pemerintah dalam Program, pola dan mekanisme yang terarah dan jelas, maka kami meyakini bahwa Swasembada garam nasionla bisa cepat terelisasi, baik garam konsumsi maupun garam industri,  ” pungkas Mustholihin Majid.  (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Bahtsul Masail, Sejarah RMI NU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah

Penyesalan dan rasa sedih atas sekian banyak amal ibadah dan kesempatan berbuat baik yang terlewat seharusnya dibarengi dengan upaya pembenahan diri ke depan dan pemanfaatan kesempatan semaksimal mungkin. Tanpa ada upaya untuk mengejar ketertinggalan, penyesalan dan rasa sedih itu hanya tinggal omong kosong belaka sebagai disebut oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Air Mata Buaya dan Penyesalan Palsu Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Kesedihan atas ketertinggalan kebaikan tanpa disertai gerakan perbaikan adalah salah satu tanda terpedaya.”

RMI NU Tegal

Penyesalan atas masa lalu seharusnya disusul dengan bukti konkret pemanfaatan kesempatan berbuat baik. Penyesalan dan kesedihan tanpa aktivitas konkret ke depan hanya tinggal menjadi air mata kepalsuan dan semu belaka. Hal ini disebut oleh Syekh Syaqawi dalam hikmah berikut ini.

RMI NU Tegal

? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “(Kesedihan atas ketertinggalan kebaikan) ketiadaan ibadah saat ini (tanpa disertai gerakan perbaikan) di masa mendatang (adalah salah satu tanda terpedaya) ratapan atas sesuatu yang semu,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 62-63).

Syekh Ibnu Abbad menyatakan bahwa banyak sekali air mata semu dan penyesalan palsu tak membuahkan apa-apa sehingga penyesalan dan rasa sedih itu hanya tinggal sia-sia. Syekh Ibnu Abbad juga memotivasi mereka yang bergerak bangkit mengejar ketertinggalan dalam beribadah. Mereka dapat memangkas waktu tempuh jauh lebih cepat dibanding mereka yang tidak bersedih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?...? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...

Artinya, “Ini adalah kesedihan palsu yang dibarengi dengan tangisan dusta sebagai dikatakan, ‘Berapa banyak bola mata mengalirkan airnya dan hati yang keras sementara mereka merasa aman dari ujian Allah SWT yang tersembunyi di mana Allah mencegah hal yang bermanfaat untuk mereka dan menganugerahkan kesedihan dan tangis, suatu hal yang memperdaya kepada mereka...’

Syekh Abu Ali Ad-Daqqaq mengatakan, ‘Orang yang bersedih dalam sebulan dapat menempuh perjalanan menuju Allah sejauh sekian tahun waktu tempuh mereka yang tidak bersedih.’ Di dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah mencintai orang dengan hati bersedih...’ Rasulullah SAW sendiri adalah orang yang terus menerus bersedih, dan selalu berpikir,” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 63).

Hikmah ini memotivasi mereka yang telah kehilangan kesempatan beribadah dan berbuat baik untuk membenahi diri di masa depan. Tetapi hikmah ini juga mengecam mereka yang hanya meratapi dan menyesali kelalaiannya tanpa disusul dengan pembenahan diri. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Quote, Habib, Nusantara RMI NU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

149 Calhaj Probolinggo Tuntaskan Pembuatan Paspor

Probolinggo, RMI NU Tegal. Sebanyak 149 calon haji (calhaj) asal Probolinggo menyelesaikan pemotretan paspor di Kantor Imigrasi Cabang Malang. Kini kewajiban mereka beralih pada pelunasan biaya yang telah ditetapkan pemerintah.

149 Calhaj Probolinggo Tuntaskan Pembuatan Paspor (Sumber Gambar : Nu Online)
149 Calhaj Probolinggo Tuntaskan Pembuatan Paspor (Sumber Gambar : Nu Online)

149 Calhaj Probolinggo Tuntaskan Pembuatan Paspor

Terkait paspor, ketentuannya tertera pada Peraturan Pemerintah Nomor 31/2013 tentang Pembuatan Paspor. Dalam Pasal 49 disebutkan persyaratan yang diperlukan adalah KTP yang masih berlaku, KK (Kartu Keluarga) dan akte kelahiran.

“Itu tata cara yang sudah ditetapkan kantor imigrasi,” ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Probolinggo Samsuri, Rabu (6/5).

RMI NU Tegal

Berbeda dengan pembuatan paspor pada umumnya, calhaj tidak langsung menerima paspor. Paspor haji akan diterima saat pemberangkatan. Terkait dengan jadwal, Samsuri mengaku masih belum mengetahui. Biasanya jadwal baru diputuskan setelah pembuatan paspor secara nasional tuntas.

RMI NU Tegal

“Sekarang masih pembuatan paspor secara nasional,” jelasnya.

Samsuri mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, kuota Kota Probolinggo tahun ini lebih sedikit. Tahun lalu jumlahnya mencapai 150 orang. Namun yang gagal berangkat sejumlah 17 orang karena tidak melunasi Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji (BPIH).

Sampai saat ini batas waktu pelunasan BPIH belum ditetapkan pemerintah. “Yang baru ditentukan adalah biayanya sebesar USD 2.717 atau setara dengan Rp. 33.962.500. Kalau jadwalnya masih belum ada,” terangnya.

Sebanyak 17 calhaj yang gagal berangkat pada tahun lalu otomatis masuk dalam daftar tunggu tahun ini. Selain itu mereka masuk pada kelompok prioritas dan berada di urutan teratas daftar calhaj tahun ini.

Menurut Samsuri, pengurangan kuota calhaj itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Ia mengaku tidak tahu indikator penentuan kuota tersebut. “Semua berdasarkan sistem yang dibuat pusat. Kami hanya menerima data pada calhaj yang dinyatakan berangkat tahun ini,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pendidikan, Habib RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin”

Demak, RMI NU Tegal. Haul Agung ke-509 Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo memasuki acara puncaknya, Sabtu (5/4) kemarin dengan mengadakan tahlil akbar dan pengajian umum di depan Masjid Agung Demak sampai ke alun alun.

Hadir dan tampak di panggung kehormatan yang sangat besar dan megah itu Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo, Kakanwil Kemenag Jateng H Imam Khurmain, Wakil Bupati Demak H Dachirin Sa’id, Ketua DPRD Demak H Muchlasin Daenuri beserta Muspida, ketua MUI Demak KH Moh. Asyiq, puluhan habaib, ulama dan kiai.

Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin” (Sumber Gambar : Nu Online)
Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin” (Sumber Gambar : Nu Online)

Raden Fattah Sebarkan Islam yang “Rahmatan lil Alamin”

Dalam tausiyahnya KH Ahmad Khalwani menyampaikan sejarah dan keteladanan Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo sebagai raja Islam pertama di pulau Jawa dalam mengembangkan Agama Islam melalui kekuasaanya yang didampingi wali songo.

RMI NU Tegal

Kiai Khalwani menandaskan, Sultan Fattah dan Walisongo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa tidak menggunakan kekerasan dan paksaan namun dengan menggunakan adat kultur toleran dan kasih sayang. Ia menyebarkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, memberikan kedamaian untuk alam semesta. Karena itu dakwanya diterima umat yang pada waktu itu mayoritas beragama Hindu.

“Dalam mengajak rakyatnya, Raden Fattah tidak memakai tombak, keris, pedang apalagi bom, padahal beliau itu kan raja bisa saja pakai kekuasaannya untuk menekan rakyatnya, justru sebaliknya Sultan Fattah dengan telaten syiar dengan adat istiadat, akhirnya bisa diterima dan masuk Islam,” tuturnya

RMI NU Tegal

Lebih lanjut Kiai Khalwani mengimbau agar umat Islam berterimakasih kepada Sultan Fattah yang telah berhasil mengislamkan rakyatnya. Cara berterimakasih dapat diwujudkan dengan  melanjutkan perjuangannya dengan prinsip saling menghormati sesama, toleran dan didasari kasih sayang.

“Sultan Demak yang didampingi Walisongo ini mewarisi sifat Nabi Muhammad SAW, santun, sopan, tapi justru mengena di hati rakyatnya sehingga bersedia masuk Islam dan asultan pun menguasai tanah Jawa. Maka tidak ada alasan jika kita berziarah ke Raja Islam dan wali ini dikatakan bid’ah,” tegasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Habib RMI NU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Banda Aceh, RMI NU Tegal. Habib Abdurrahman bin Muhammad Umar Al-Ahdal, cucu dari Syech Ahmad bin Muhammad Al-Ahdal, pengarang kitab nahwu "Kawakib Durriyah" menyampaikan kuliah umumnya di masjid Raya Baiturrahman.

Ada beberapa point penting yang menjadi intisari dari taushiyah yang disampaikan ulama asal Yaman ini Senin malam (13/4) bada Shalat Isya lalu, yang pada umumnya menjelaskan tentang ilmu tauhid.

Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Ulama Yaman di Masjid Raya Baiturrahman Aceh

“Ada banyak tanda kiamat yang telah kita lihat saat ini, antara lain banyak orang yang berlomba hafal Al-Quran namun mereka tidak paham bahkan tidak peduli hukum syariat,” kata Habib Abdurrahman.

RMI NU Tegal

Ia menyampaikan, Rasulullah SAW sangat mencintai umat yang beriman kepada Allah dan Rasulullah pada akhir zaman seperti kita saat ini.

Mengapa kita umat akhir zaman lebih dicintai olehRasulullah? Karena kita beriman dengan sesuatu yang ghaib, bukan saja dalam pengertian iman kepada hal-hal yang ghaib atau tidak dicapai oleh panca indra. Namun kita juga beriman kepada Rasulullah tanpa melihat beliau dan beliau hidup dimasa lampau pada beberapa abad silam.

Dalam kesempatan ini Habib juga memberikan penjelsan mengenai ahlussunnah wal jamaah, yakni golongan umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad SAW, para Sahabat Nabi dan ulama penerus beliau.

RMI NU Tegal

“Ketika ahlusunnah wal jamaah disebutkan maka mereka adalah yang berlandaskan pada pemahaman tauhid yang diajarkan oleh Imam Al-AsyAri dan Al-Maturidi, dan pemahaman ini telah diikuti oleh seluruh ulama-ulama yang mengikuti mazhab empat,” jelasnya.

Habib memberikan penjelasan panjang lebar. Kesan yang begitu mendalam pada pertemuan malam itu, Habib sangat takdzim dengan para jamaah yang menyalami dan yang memeluknya saat selesai majelis pengajian. Sang Habib kembali mencium tangan jamaah setelah mereka mencium tangannya. (Irfan Shiddiq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Hikmah, Habib, Makam RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Sambut Hari Santri, Pesantren Al-Muayyad Kaji Fiqih dan Manajemen Masjid

Sukoharjo, RMI NU Tegal. Menyambut Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren Al-Muayyad Cabang Windan, Sukoharjo, Jawa Tengah yang diasuh oleh KH M. Dian Nafi’, menyelenggarakan seminar bertema Fiqih dan Manajemen Masjid, Ahad (16/10).?

Sambut Hari Santri, Pesantren Al-Muayyad Kaji Fiqih dan Manajemen Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, Pesantren Al-Muayyad Kaji Fiqih dan Manajemen Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, Pesantren Al-Muayyad Kaji Fiqih dan Manajemen Masjid

Kajian yang diikuti oleh para santri dan alumni pondok ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ahmad Ulinnur Hafsun (Kemenag Sragen), Ahmad Asrof Fitri (pengajar di Pondok Pesantren Al-Muayyad Cabang Windan), dan Ahmad Rofik (Pusat Telaah dan Informasi Regional).?

Urgensi pemberdayaan masjid dari segi manajemen dijelaskan oleh Ahmad Ulinnur Hafsun. Menurutnya, masjid perlu memfasilitasi lima aspek, antara lain pembinaan akidah, pemakmuran ibadah, penggiatan aktivitas sosial, penyediaan pendidikan keagamaan, dan ekonomi masyarakat.?

“Dengan begitu, masjid dapat dijadikan sebagai simpul kegiatan umat,” imbuhnya.?

Secara fiqih, Ahmad Asrof Fitri menyebutkan sekurang-kurangnya lima aspek dasar yang perlu diperhatikan dalam membangun masjid. Di antaranya adalah penentuan qiblat, tata ruang toilet, desain tempat wudhu, pengaturan shaf shalat, dan mihrab imam. Ia menegaskan, “Masjid yang baik bukan saja yang bangunannya indah, melainkan juga sesuai dengan fiqih.”

RMI NU Tegal

Adapun pemateri ketiga, Ahmad Rofik, mengkaji posisi strategis takmir masjid dalam struktur pemerintahan desa sesuai dengan UU Desa terbaru. Dalam paparannya, dinyatakan bahwa takmir bisa mengambil peran yang langsung bersinggungan dengan masyarakat internal desa.?

“Karena itu, takmir masjid juga diposisikan sebagai pendukung penyelenggaraan program desa,” ungkapnya.?

Setelah mengikuti kegiatan ini, santri diharapkan mengenal berbagai aspek manajemen masjid beserta landasan fiqih dan perundang-undangannya, sehingga ketika di masyarakat dapat mengoptimalkan peran masjid. (Siti Nurul Ma’rifah/Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib RMI NU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan

Jakarta, RMI NU Tegal. Ketersediaan informasi ketenagakerjaan secara nasional akan berkontribusi positif terhadap proses perencanaan dan pembangunan. Agar informasi ketenagakerjaan dapat diterima masyarakat secara akurat, akuntabel, dan membawa nilai kemanfaatan, maka dibutuhkan sistem informasi yang terintegrasi antara pusat dan daerah.

?

"Pertemuan ini untuk meningkatkan koordinasi dan konsolidasi informasi ketenagakerjaan di tingkat pusat dan daerah, " kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Hery Sudarmanto saat membuka workshop "Integrasi informasi ketenagakerjaan pusat dan daerah melalui media sosial" di Jakarta, Selasa (15/8).

Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan

"Integrasi data ketenagakerjaan ini juga harus didukung dengan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi yang mutakhir sehingga semakin mempercepat penyampaian informasi dan memperluas jangkauan," ungkap Hery.

Oleh karena itu, ? Sekjen juga mendukung pemanfaatan integrasi informasi ketenagakerjaan pusat dan daerah melalui penggunaan media sosial. Apalagi pengguna internet di indonesia mencapai 132 juta orang dan pengguna media sosial di Indonesia mencapai 106 juta orang.?

RMI NU Tegal

"Penggunaan media sosial dalam menyebarluaskan informasi merupakan langkah terobosan yang tepat untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, " kata Hery.

Hery mengatakan Presiden Jokowi telah menginstruksikan untuk mendigitalisasi pelayanan publik, pengadaan barang & jasa serta pelayanan investasi. Pemerintah harus memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan publik.

Sekjen Hery memberikan contoh bahwa selama ini masyarakat masih bingung jika ingin bekerja di luar negeri. Mereka tidak tahu harus ke mana mencari informasi pasar kerja di luar negeri.?

?

RMI NU Tegal

"Hal tersebut tekadang membuat banyak TKI tertipu calo. Melalui integrasi pusat dan daerah kita bisa saling berbagi informasi, bahkan melalui media sosial yang mudah diakses" ungkap Sekjen Hery.?

"Kemnaker juga terus perkuat integrasi informasi ketenagakerjaan melalui media sosial agar mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi dan ikut berperan menyebarluaskan," papar Hery.

?

Melalui forum integrasi informasi ketenagakerjaan, Hery berharap pengelolaan dan penyebarluasan informasi pembangunan ketenagakerjaan anatar pusat dan daerah terorganisir dengan baik. Sehingga bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

"Jadi kita bisa mendapatkan gambaran data pembangunan ketenagakerjaan secara nasional dan masyarakat juga bisa mengikuti dan mendukung proses pembangunan ketenagakerjaan," pungkas Hery. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib RMI NU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan

Bandar Lampung, RMI NU Tegal. Saat ini berita palsu (hoaks) diberbagai media dan konten kontent yang berisi ujaran kebencian sudah pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Polarisasi terbelah cukup signifikan di sosial media.

MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Lampung Perkuat Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah Bagi Ormas Keagamaan

Seringkali percakapan yang terjadi tentang sebuah issu bukan Iagi pada tataran diskusi sehat yang membangun, akan tetapi sudah pada tataran saling mencaci, memaki bahkan menghina antara kelompok satu dan yang Iainya.

Menurut data dari Kementerian Kominfo saat ini jumlah pengguna internet di indonesia sudah mencapai 63 juta orang. 95 persennya merupakan pengguna sosial media. Angka ini diprediksi akan terus meningkat secara signiflkan.

Dengan data ini maka sosial media dan online berpotensi untuk menimbulkan permasalahan tersendiri jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mengatasi konflik horisontal yang mungkin ditimbulkan oleh maraknya ujaran kebencian di sosial media, maka perlu di bangun pemahaman dari hilir ke hulu.

RMI NU Tegal

Pendidikan sosial media kepada para aktivis organisasi kemasyarakatan keagamaan menjadi penting agar dapat menetralisir polarisasi yang terjadi.

Terkait hal inilah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung akan menggelar Talkshow Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah yang bertajuk Jaga Dunia Maya, Jaga Akhlak Bangsa.

Menurut Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid, Kegiatan yang akan dilaksanakan satu hari pada Sabtu (14/10/2017) mendatang di Hotel Novotel Bandar Lampung tersebut diharapkan mampu memberi gambaran tentang kondisi jagat maya kita saat ini khususnya kepada aktivis Ormas Keagamaan.

RMI NU Tegal

"Kita berharap Talk Show ini mampu memberi pemahaman tentang bahayanya jika ujaran kebencian dan Hoax merajalela," ujarnya, Rabu (11/10) tentang kegiatan yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Kominfo Pusat ini.

Lebih lanjut, Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini mengajak kepada kepada seluruh pengurus Ormas untuk mampu menjadi agen-agen perubahan yang aktif untuk menciptakan suasana kondusif di jagat maya khususnya media sosial.

Kegiatan Talk Show tersebut akan menghadirkan Prof. Henri Subiakto dari Kominfo dan H. Mustafa Helmy dari MUI Pusat yang akan membahas Fatwa Medsos, Islam Wasathiyah, dan Konsensus Kebangsaan.

Selanjutnya Pakar Sosial Media Savic Ali akan memaparkan kondisi real media sosial saat ini. Selain itu dari MUI Provinsi Lampung juga akan memaparkan materi tentang Islam, Kebangsaan, Medsos dan Isu-Isu Lokal. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Olahraga RMI NU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Liga Santri Region VIII Lampung Tolak 5 Hari Sekolah

Lampung Timur, RMI NU Tegal - Sepakbola adalah olahraga yang populer di pesantren. Ia menjadi media pemersatu? dalam perbedaan dan mampu menembus sekat-sekat primordialisme. Sementara liga santri merupakan momentum untuk menyatukan kekuatan pesantren dalam menolak kebijakan Mendikbud perihal 5 Hari Sekolah.

Demikian disampaikan Ketua PCNU Lampung Timur KH Zuhdi Adnan ketika menerima rombongan Panitia Pelaksana dan Koordinator Liga Santri Nusantara Regional VIII Lampung di kediamannya, Selasa (1/8).

Liga Santri Region VIII Lampung Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Region VIII Lampung Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Region VIII Lampung Tolak 5 Hari Sekolah

“Liga Santri Nusantara adalah harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, sebagai momentum pesantren untuk menolak kebijakan Full Day School (FDS), pesantren-pesantren di Lampung harus bersatu, satu suara untuk menolak kebijakan tersebut yang tidak pro-pesantren dan tidak pro-madrasah diniyah,” imbuhnya.

RMI NU Tegal

“Wajar-wajar saja jika kita menolak Full Day School (FDS) yang jelas mengancam madrasah-madrasah diniyah yang keberhasilannya telah teruji mencetak kader-kader yang berakhlaqul karimah,” imbuhnya.

Menurutnya, Liga Santri Nusantara merupakan momentum para santri untuk menunjukkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang jauh dari nilai-nilai radikalisme apalagi terorisme. Pesantren adalah perguruan tinggi tertua di republik ini,” imbuh Ketua PCNU Kabupaten Lampung Timur dua periode ini.

RMI NU Tegal

Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, agenda nasional ini merupakan ajang silaturahmi antarpesantren se-Provinsi Lampung, mencari bakat terpendam para santri untuk mencetak atlet sepakbola professional.

“Panitia pusat menyiapkan tiga tiket untuk tiga pemain terbaik nasional yang nantinya akan bersekolah sepakbola di markas Bayern Munchen Jerman. Saya berharap mudah-mudahan tiga pemain terbaik nasional itu salah satunya dari Provinsi Lampung,” imbuh mantan aktivis PMII Yogyakarta ini.

Menanggapi pandangan Ketua PCNU Lampung Timur tentang Full Day School (FDS), Munir berjanji melalui momentum Liga Santri Nusantara ini akan semakin memasifkan penolakan tersebut. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib RMI NU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan

Gorontalo, RMI NU Tegal. Anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Willy Pramudya, menyebut persaingan media menjadikan profesionalisme wartawan semakin turun. Untuk mencegah penyebarluasan paham radikal terorisme, media disarankan meminimalisir persaingan. 

Hal itu disampaikan Willy saat menjadi narasumber Visit Media Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo ke Mimoza TV, Rabu (8/11).

Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Terorisme, Pers Didorong Minimalisir Persaingan

"Karena alasan persaingan media sekarang mendewakan klik, rating, dan oplah; yang ujungnya media menjadi tidak profesional," kata Willy.

Ketidakprofesionalan media, lanjut Willy, di antaranya tampak dari terjadinya glorifikasi, fabrikasi, justifikasi. Dalam isu terorisme, tak jarang berbagai pelanggaran menjadikan berita yang disajikan media menjadi teror baru bagi masyarakat. 

"Contoh kasus bom di Jalan Thamrin, Jakarta. Kejadiannya tidak besar, tapi karena media mengejar rating dan membuatnya heboh, masyarakat yang di Gorontalo juga merasakan kengeriannya," tambah Willy.

RMI NU Tegal

Willy menambahkan, menjadi tugas industri pers dan wartawan secara pribadi untuk meningkatkan independensi dan profesionalismenya.

"Profesionalisme akan mencegah persaingan antarmedia," tutupnya. 

RMI NU Tegal

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mendukung apa yang disampaikan Willy Pramudya. Menurutnya, pencegahan terorisme bukan hanya menjadi tugas pemerintah. 

"Pers adalah bagian dari yang wajib ikut terlibat dalam pencegahan terorisme. Bagaimana keterlibatannya, salah satunya dengan menjaga profesionalisme," kata Yosep. 

Stanley, demikian Yosep Adi Prasetyo disapa, juga menyampaikan empat fungsi pers, yaitu penyampaian informasi kepada masyarakat, media pendidikan, media hiburan serta sarana pengingat dan pengawal pemerintahaan. Pemberitaan media diminta tidak meninabobokkan aparat pemerintahan. 

"Media juga harus mampu menyampaikan kritik apabila menemukan ketidakadilan, karena ketidakadilan dalah salah satu penyebab seseorang menjadi radikal dan mau melakukan aksi terorisme," tandas Stanley.   

Stanley mengajak media menjalankan fungsi mata dan telinga bagi masyarakat, mengingatkan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme ada di mana-mana dan bisa terjadi kapan saja. 

Visit Media merupakan salah satu metode yang dijalankan di kegiatan Pelibatan Media Massa dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Dialog Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Sunnah, Ahlussunnah, Habib RMI NU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Langgar Sumpah karena Beli Hape Buatan Cina

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail RMI NU Tegal yang dirahmati Allah. Saya bersumpah dengan nama Allah SWT, “Bila membeli telepon genggam made in Cina, saya akan tertimpa musibah atau penyakit yang berbahaya dan mematikan.” Pertanyaannya, apakah boleh saya melanggarnya? Bila melanggar, apakah saya akan tertimpa musibah? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb (Hamba Allah).

Langgar Sumpah karena Beli Hape Buatan Cina (Sumber Gambar : Nu Online)
Langgar Sumpah karena Beli Hape Buatan Cina (Sumber Gambar : Nu Online)

Langgar Sumpah karena Beli Hape Buatan Cina

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sumpah dalam bahasa agama disebut “yamin”. Ulama mendefinikan sumpah sebagai pernyataan tekad untuk mewujudkan sesuatu yang mungkin bisa dilanggar.

RMI NU Tegal

Sumpah biasanya ini diperlukan pada saat-saat tertentu demi sebuah kepentingan. Sumpah dianggap mengikat kalau menyebut nama Allah atau sifat-sifat-Nya dan harus dilakukan dengan niat untuk sumpah, bukan maksud main-main.

Dalam keadaan terikat ini, pelanggaran sumpah memiliki konsekuensi. Pelanggar sumpah akan dikenakan kafarah, tebusan atas pelanggaran sumpahnya sendiri.

RMI NU Tegal

Secara konkret, Ibnu Rusydi dalam Bidayatul Mujtahid menyebutkan bagaimana sebuah sumpah itu dilanggar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Para ulama sepakat bahwa penyebab pelanggaran sumpah adalah menyalahi ikatan sumpah. Praktiknya bisa jadi seseorang melakukan tindakan yang harus dihindari dalam sumpahnya. Atau sebaliknya, ia tidak melakukan tindakan yang justru dituntut dalam sumpahnya sendiri.” (Lihat Ibnu Rusydi dalam Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, Juz 2, Halaman 378, Darul Kutub al-Ilmiyah, Beirut).

Sementara menurut Madzhab Syafi’i, tebusan untuk pelanggaran sumpah meliputi tiga hal. Mereka yang telah melanggar sumpahnya harus menebusnya dengan tiga pilihan ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kafarah sumpah bisa dipilih antara tiga hal. Pertama, memerdekakan seorang budak perempuan yang beriman. Kedua, memberikan makanan untuk sepuluh orang miskin. Setiap orang satu mud (1 mud setara ± 6 ons makanan pokok). Ketiga, memberikan pakaian kepada mereka setiap orang satu. Mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk semua itu, boleh berpuasa selama 3 hari (tidak mesti berurutan).” (Lihat Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, Juz 2, Halaman 204, Darul Fikr, Beirut).

Lalu bagaimana dengan pertanyaan di atas? Keterangan Al-Khathib As-Syarbini ini setidaknya dapat membantu kita memperjelas masalah.

(?) ? (? ?) ? (? ?) ? ? ? ? ? ? (?) ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? (?) ? ? ?

“Atau meninggalkan mubah tertentu, atau melakukan mubah seperti memasuki rumah, menyantap makanan, mengenakan pakaian. Afdhalnya orang yang bersumpah itu tidak melanggar sumpahnya. Ia bahkan disunahkan untuk tetap memegang sumpahnya demi mengagungkan Allah SWT. Allah berfirman, ‘Jangan lah kamu batalkan sumpahmu setelah menguatkannya’. Tetapi ada juga ulama yang mengatakan, untuk yang mubah seseorang disunahkan untuk melanggar sumpahnya agar orang-orang faqir dapat mengambil manfaat dari kafarah sumpahnya.” (Lihat Al-Khathib As-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Juz 4, Halaman 439, Darul Marifah, Beirut).

Berpijak pada keterangan di atas, kita bisa mengatakan bahwa sumpah atas nama Allah SWT adalah sesuatu komitmen yang harus dihormati. Artinya kita harus tetap memegang teguh sumpah kita. Tetapi kalau tidak mampu untuk menjalankan komitmen itu, kita bisa membatalkannya dengan konsekuensi kafarah sebagaimana dijelaskan di atas. Dengan kata lain, kita boleh melanggar sumpah itu dengan membeli hape buatan Cina.

Adapun perihal musibah dan penyakit mematikan yang diucapkan dalam sumpah, kita meminta ampun kepada Allah atas pelanggaran sumpah. Kita juga memohon kepada-Nya agar dijauhkan dari penyakit dan musibah tersebut. Lafal istighfar di bawah ini bisa menjadi alternatif.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Istighfar paling sempurna dalam hal ini adalah, ‘Astaghfirullâhal azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûm wa atûbu ilaih.’” (Lihat As-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi, Juz 2, Halaman 462, Darul Fikr, Beirut).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Sudah selayaknya kita mempertimbangkan sesuatu sebelum melakukan sumpah dengan nama Allah SWT.? Dan kita berharap semoga Allah SWT melindungi kita dari musibah dan penyakit-penyakit berat. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb

(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Anti Hoax, Habib RMI NU Tegal

Minggu, 19 November 2017

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Jakarta, RMI NU Tegal. Sesaat setelah terdengar berita terjadinya gempa bumi 6,4 SR di Pidie, Aceh dan daerah sekitarnya, Rabu (7/12), LAZISNU membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat menyalurkan bantuan bagi para korban bencana tersebut.

Masyarakat dari berbagai daerah dan kalangan pun segera menyalurkan bantuan dana ke rekening Yayasan LAZISNU. Ada juga yang menyerahkan secara langsung ke kantor LAZISNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat.?

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Galang Donasi untuk Korban Gempa Aceh

Hingga Kamis (8/12) pagi jumlah dana yang terkumpul senilai Rp 19.505.000. Dana senilai tersebut berasal dari 89 donatur. Beberapa donatur adalah pengurus dan pegawai di lingkungan PBNU, termasuk Sekjen PBNU Helmy Faisah Zaini, dan Ketua LDNU Maman Imanul Haq.

Dalam penyaluran dana bantuan tersebut, LAZISNU akan berkoordinasi dengan LPBI PBNU. “LAZISNU bekerjasama dengan LPBI PBNU dalam penyaluran di lapangan,” kata salah seorang Pengurus LAZISNU, Wahyu kepada RMI NU Tegal.

RMI NU Tegal

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dana dapat mentransfer ke rekening BCA 0680192677 Yayasan LAZISNU BCA untuk korban bencana gempa di Pidie. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Doa, Fragmen, Habib RMI NU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab

Kehidupan di pesantren tidak hanya dipenuhi perilaku baik. Namun, juga ada kelakuan kaum bersarung yang biasa dilakukan tetapi tak pantas menjadi kebiasaan. Salah satu kelakuan tersebut adalah ghasab.

Perilaku meminjam tanpa izin pemilik barang ini sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak, korban ghosob pasti saja merasa dirugikan dan jengkel bukan kepalang.

Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyamar Keamanan Ditipu Tukang Ghasab

Kejadian ghasab tersebut ternyata juga menimpa kang Andik. Kang Andik yang tak suka menggosob sering kali justru menjadi korban dari perilaku tukang ghasab.?

Kali ini sandal kang Andik yang berhasil dibawa tukang ghasab. Kang Andik yang terpaksa butuh sandal, akhirnya mengalah dengan memberi sandal baru. Tak sekadar membeli sandal, kali ini kang Andik punya trik jitu untuk menghadapi tukang ghasab yang menjengkelkan.

"Lihat saja nanti tak akan ada yang berani mengghasab sandalku lagi," gerutu Kang Andik dalam hati.?

RMI NU Tegal

Tak menunggu waktu lama, langsung saja kang Andik laksanakan triknya. Sandal baru yang ia miliki. Merupakan sandal yang populer dikalangan santri.?

Dengan bermerekan Swallow sandal kang Andik ditulisi satu per satu huruf. Mulai dari huruf k, kemudian e, a, m, a, n, a, hingga n kembali. Sehingga lengkaplah susunan kata tersebut menjadi “keamanan”.

RMI NU Tegal

Memang kang Andik bukan pengurus keamanan. Namun, kang Andik yakin trik yang baru saja ia lakukan pasti manjur untuk menangkal tukang ghasab.?

"Tukang ghosob mana yang berani mengghasab sandal keamanan, pasti tak ada. Dan sandalku pasti aman selamanya haha," lirih kang Andik dengan puas. Ia tinggalkan sandalnya di depan kamar tanpa perasaan takut sedikitpun.

Sehari berselang ternyata dugaan kang Andik salah. Sandal yang ia taruh di depan kamar hilang dari pandangan mata. "Sialan punya keamanan masih diambil juga sama tukang ghasab," batin kang Andik heran bukan kepalang.

?

Alih-alih menatapi nasib, kang Andik yang sedih menatap ke atas langit. Namun tiba-tiba kang Andik kaget sekali. Sandal yang baru ia beli sehari lalu ternyata ada di atas genteng.

Akhirnya setelah kang Andik berpikir lama. Mencari jawaban atas kejadian ganjil yang baru saja dialami. Kang Andik tersenyum sambil berkata dalam hati.

"Pantas saja ada di atas genteng. Lha keamanan kan banyak yang gak suka. Pasti yang buang ke atas genteng salah satu dari mereka (tukang ghasab), kurang ngajar!" (Aldi Rizki Khoiruddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pertandingan, Habib RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

Jakarta, RMI NU Tegal. Pada 1-3 Juni 2016, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor akan menyelenggarakan Konferensi Besar (Konbes) XX yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Konbes XX diikuti oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah Ansor se-Indonesia. ?

“Konbes akan membahas dan mengesahkan beberapa Peraturan Organisasi sebagai langkah untuk memperkuat kelembagaan organisasi dan beberapa rekomendasi sebagai respons terhadap berbagai isu dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan mutakhir,” ujar Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis persnya.

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

Kegiatan Konbes ini dirangkai dengan Apel Kesetiaan Pancasila dan Ansor Bersholawat. Apel Kesetiaan Pancasila digelar sore tadi di Alun-alun Palimanan Cirebon. Sedangkan Ansor Bersholawat dan Pembukaan Konbes dilaksanakan Rabu, 1 Juni 2016 malam di halaman Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Persidangan Konbes akan berlangsung sampai Jumat, 3 Juni 2016 dan diakhiri dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

Apel Kesetiaaan Pancasila melibatkan 3.000 pasukan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dari semua kesatuan dan unit dan diikuti juga oleh unsur TNI dan Polri serta delegasi dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Dalam apel ini juga telah dilakukan penandatanganan Ikrar Kesetiaan Pancasila oleh semua elemen pemuda.

RMI NU Tegal

Apel yang diselenggarakan di Cirebon ini merupakan representasi dari Apel Kesetiaan Pancasila yang digelar oleh GP Ansor di seluruh Indonesia. Pimpinan Pusat GP Ansor telah menginstruksikan kepada semua Pimpinan Cabang GP Ansor di seluruh Indonesia untuk menggelar Apel Kesetiaan Pancasila pada 1 Juni 2016.?

“Jadi, selain di Cirebon yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat dan Satkornas Banser, juga digelar apel yang sama di seluruh daerah mulai dari Sabang sampe Merauke yang dilaksanakan oleh GP Ansor dan Banser secara serentak pada tanggal 1 Juni 2016,” jelas Gus Tutut.

Sebagaimana kita ketahui, imbuhnya, saat ini banyak bermunculan kelompok dan gerakan anti-Pancasila, baik akstrem kanan ataupun ekstrem kiri. Bagi Ansor, ini merupakan ancaman serius terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. ?

“Sikap GP Ansor, sebagaimana juga sikap NU, sangat tegas. Siapa saja dan organisasi apa saja ? yang terang-terangan bertentangan, apalagi melawan ideologi Pancasila, haruslah ditetapkan sebagai organisasi subversif yang tidak boleh leluasa hidup mengembangkan ajarannya di negara Pancasila ini. GP Ansor berada di setiap jengkal NKRI dan akan memberikan yang terbaik untuk tanah air ini, termasuk darah dan nyawa,” tegasnya. (Red: Fathoni)

RMI NU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, Nasional RMI NU Tegal

Minggu, 05 November 2017

Pimpinan Banser Harus Mampu Laksanakan Strategi

Batam, RMI NU Tegal -

Pemimpin harus mempunyai strategi, tapi juga harus mampu melaksanakannya, ujar Pengajar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Timotius Harsono, di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/11) kepada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, PP GP Ansor.

Pimpinan Banser Harus Mampu Laksanakan Strategi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Banser Harus Mampu Laksanakan Strategi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Banser Harus Mampu Laksanakan Strategi

"Leader atau pemimpin harus begitu, tapi butuh juga seni untuk mengimplentasikannya melalui kebijakan yang dituangkan dalam strategi," ujar dia.

Timotus mencontohkan, misalnya ingin membangun bangsa dalam jangka menengah dan panjang strateginya akan berbeda.

"Prinsip kepemimpinan diantaranya kesadaran diri, kemampuan untuk berinovasi, cinta kasih atau kesediaan untuk melibatkan diri, dan heroisme atau menyemangati diri sendiri," paparnya.

Pada kegiatan itu, Timotius menyampaikan materi Kepemimpinan yang Berwawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh NKRI.

RMI NU Tegal

Pimpinan Pusat GP Ansor, ujar Sekretaris Jenderal Adung Abdul Rahman menambahkan, berkomitmen meningkatkan kualitas kader guna menopang pergerakan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama itu di masa mendatang. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib, News, Ubudiyah RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta?

Manado, RMI NU Tegal. Lesbumi PWNU Sulawesi Utara menggelar Ngobrol Bareng dan Refleksi Kebudayaan pada Senin (31/10). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, Saprillah Syahril Al Bayqunie (Peneliti Litbang Kemenag), Syaiful Arif (Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta) dan Pitres Sambowadile (Budayawan Sulut).

Hadir juga Kasat Intelkam Polresta Manado, sekaligus turut memberikan sambutan sebagai apresiasi aparat kepolisian terkait kegiatan yang mempertemukan banyak elemen masyarakat tersebut. Apalagi kegiatan ini merupakan respon atas beragam peristiwa yang mengarah pada persoalan SARA, baik ditingkat nasional hingga lokal.

Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta? (Sumber Gambar : Nu Online)
Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta? (Sumber Gambar : Nu Online)

Intoleransi di Daerah Karena Kegaduhan Anti-Ahok di Jakarta?

Ketua Lesbumi PWNU Sulawesi Utara Taufik Bilfagih sebaagai moderator menceritakan beberapa kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia. “Belum lama ini, di Manado diramaikan dengan isu aksi pembongkaran masjid. Ini hanya isu, tapi demonya benaran. Namun kita tidak bahas kasus itu. Fokus kita menjawab pertanyaan seperti; apa sebenarnya yang melatarbelakangi hingga adanya penolakan bahkan pembongkaran bangunan rumah ibadah bagi pengikut agama dan kepercayaan tertentu? Mengapa pula fenomena penolakan pembangunan rumah ibadah tersebut selalu dilakukan oleh kelompok dominan kepada penganut agama yang minoritas? Kenapa pula ada kelompok yang menolak dipimpin oleh penganut agama lain?” ujar Taufik.

RMI NU Tegal

Menurut Taufik, masalah di Jakarta terkait demo anti-Ahok, menjadi penyulut peristiwa-peristiwa intoleran di daerah. “Saya yakin, aksi menuntut untuk membangun taman wisata religi dengan mempersoalkan bangunan masjid di kampung Texas, Manado, apa pun motifnya merupakan efek dari kegaduhan ibu kota. Mari kita bahas bersama denga ketiga narasumber tentang hal itu,” lanjut dosen IAIN Manado ini.

Saprillah Syahril memulai diskusi dengan memberikan paparan bahwa fenomena penolakan bahkan pembongkaran rumah ibadah justru lebih didominasi oleh relasi mayoritas dan minoritas. “Identitas sedang bertarung dengan relasi mayoritas dan minoritas. Adapun dalih yang digunakan untuk menolak pembangunan rumah ibadah berkaitan dengan masalah hukum, administrasi dan sebagainya, hanyalah wujud dari pengalihan maksud dan tujuan. Sebab, hampir tidak ditemukan, adanya aksi dilakukan oleh umat Kristen untuk menolak pembangunan masjid di daerah dimana mereka minoritas. Begitupun sebaliknya,” ungkapnya.

RMI NU Tegal

Berbeda dengan Syahril, Syaiful Arif justru menilai bahwa adanya kegagalan negara dalam mengkampanye nilai-nilai kebangsaan bagi warga negaranya. “Sejak awal, kita justru lebih dilarutkan dengan penghayatan dalam beragama, namun tidak intens dalam membentuk warga negara yang sadar akan nilai-nilai ideologi negara. Seharusnya, kita menjalankan nilai-nilai ketuhanan sebagaimana yang diajarkan Pancasila. Ketuhanan dalam Pancasila bersifat etis, bukan teo-ideologis. Soal kita punya keyakinan menurut agama masing-masing, itu perkara lain. Tapi penghayatan dalam berpancasila kita harus lebih diseriusi,” ujar penulis buku Falsafah Kebudayaan Pancasila ini.

Sementara itu, Pitres berpendapat bahwa sesungguhnya, peristiwa intoleran di daerah terkadang dilatarbelakangi pandangan tentang pengakuan atas kepemilikan tanah atau wilayah. “Pikiran ini menganggap bahwa tanah itu adalah kita, sehingga diluar kita tidak boleh menguasai tanah atau wilayah yang berada disekitar kita. Ini adalah wilayah Kristen maka dengan sendirinya, di luar Kristen tidak berhak untuk membangun. Ini wilayah Muslim, non-Muslim jangan ambil bagian. Ini negara Islam, pemimpin nom-Muslim tidak boleh dipilih. Persepsi demikian akhirnya menyebabkan kita tidak menjadi bangsa yang utuh dalam berwarga negara dengan baik,” tandas penulis buku Metamorfosis Bolsel ini.

Selain itu, berperan sebagai keynote speaker, Hb. Muhsin Bilfagih, memberikan orasi reflektifnya. Habib memberikan kritik atas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang dianggapnya telah mengalami patahan.

“Di zaman Orde Lama dan Orde Baru, apa pun kondisinya, Pancasila menjadi sesuatu yang sakral. Negara mampu menggiring rakyat menjadi nasionalis. Hari ini, di zaman reformasi, telah terjadi penyusutan atas penanaman nilai Pancasila. Tak heran, disana sini kita jadi ribut soal bangunan rumah ibadah, pemimpin berbeda keyakinan dan beragam peristiwa intoleransi lainnya,” tegasnya.

Diskusi ini terselenggara di markas Kebudayaan Lesbumi NU Sulut dan berakhir hingga pukul 23.45 Wita. Peserta yang berasal dari aktivis mahasiswa dan LSM serta jurnalis pun menikmati diskusi dengan suguhan musikalisasi puisi yang dibawakan Lesbumi NU Sulut.(Syafieq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Habib RMI NU Tegal

Senin, 28 Agustus 2017

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Demak,RMI NU Tegal. Para santri huffadz (penghapal Al Quran) Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan Mranggen Demak mengadakan kegiatan wisata religi atau ziarah sebagai upaya melepas kepenatan dari rutinitas pengajian sehari-hari.

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Penghafal Al-Qur’an Lepas Penat dengan Ziarah

Kegiatan ini diikuti sebanyak 60-an santri huffadz dari total 400-an santri. Ziarah dipimpin langsung pengasuh pesantren Al-Badriyyah KH Muhibbin Muhsin Alhafidz pada Selasa (15/9).

Ketua panitia kegiatan, H. Badrul Munir mengatakan tradisi ziarah adalah salah satu cara manusia melakukan perjalanan spiritual guna memperoleh pengalaman batin.

RMI NU Tegal

“Wisata ziarah merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh warga NU sejak lama untuk menghormati leluhur dan para wali atau orang saleh yang dianggap mendedikasikan hidupnya untuk Islam,” ungkapnya.

RMI NU Tegal

Menurut dia, ziarah juga merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung lama dilestarikan pesantren, selain tahlil, muludan, manaqiban, dan lain-lain.

Kegiatan tersebut, sambung dia, tetap dilaksanakan masyarakat pesantren untuk menjemput berkah dari para salaf al-shalih, juga untuk merevitalisasi kontribusi dan teladan para leluhur agar senantiasa ‘hidup’ betapapun zaman sudah modern seperti sekarang ini.

Pengasuh Pesantren Al Badriyyah Mranggen KH Muhibbin Muhsin Al Hafidz seperti yang disampaikan oleh Hj Nadliroh Al Hafidzoh mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para wali.

Juga untuk memperoleh keberkahan dan meneladani semangat para wali dalam berjuang mempelajari dan menyebarkan ilmu tentang Islam terutama ilmu Al Quran.

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para wali beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghafal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” jelasnya.

Tujuan wisata religi ini menziarahi makam Mbah Hasan Munadi di Ungaran dan Mbah Dalhar di Magelang. Juga wisata di pantai Parangtritis Yogyakarta dan jalan-jalan di Malioboro.

Sementara itu Lublubatus Sa’diyyah, salah seorang peserta wisata religi ini, mengatakan, wisata religi tidak sekadar mengenal sejarah dan meneladani perjuangan tokoh besar penyebar agama islam, tetapi juga menggelar doa bersama dan berzikir untuk memohon berkah Allah SWT agar mendapatkan ketenangan dan konsentrasi dalam menghapal Al Quran seperti yang sudah ditentukan oleh pengasuh. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Cerita, Habib, Pahlawan RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock