Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PCNU Jombang Sepakat Usulkan “Ahlul Halli wal Aqdi”

Jombang, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang telah sepakat mengusulkan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang akan diadakan pada Selasa (16/4) besok. Mekanisme ini merupakan realisasi dari ketentuan mengenai “musyawarah mufakat”.

PCNU Jombang Sepakat Usulkan “Ahlul Halli wal Aqdi” (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Sepakat Usulkan “Ahlul Halli wal Aqdi” (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Sepakat Usulkan “Ahlul Halli wal Aqdi”

Mekanisme pemilihan oleh dewan yang dibentuk atau Ahlul Halli wal Aqdi diusulkan akan diterapkan dalam pemilihan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam Konferensi Wilayah (Konferwil NU Jawa Timur pada akhir Mei 2013 nanti. 

Demikian dalam Rapat Pengurus Harian PCNU Jombang yang diadakan, Sabtu (13/4) malam. Tampak hadir dalam rapat tersebut Rais Syuriah, KH Abd Nashir Fattah, beserta jajaran Syuriah, Ketua PCNU Jombang, Dr. KH Isrofil Amar beserta jajaran pengurus tanfidziyah.

RMI NU Tegal

Rapat rutin yang kali ini diadakan di rumah KH Isrofil Amar ini membahas beberapa hal. Salah satu bahasannya adalah tentang surat undangan Muskerwil dari PWNU Jatim. Karena agenda utama dalam Muskerwil sesuai dengan surat tersebut adalah akan membicarakan tentang mekanisme pemilihan pimpinan PWNU Jatim periode mendatang dalam Konferwil, maka rapat juga membicarakan tentang apa usulan dari PCNU Jombang dalam Muskerwil.

RMI NU Tegal

Di dalam rapat berkembang dua usulan, yang pertama PCNU Jombang akan membawa usulan pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat, dan yang kedua pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara. Dua usulan ini sesuai dengan AD/ART Nahdlatul Ulama Bab XIV Pasal 42 ayat (1) point a dan b yang berbunyi "Rais (Ketua) dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam Konferensi Wilayah setelah yang bersangkutan menyampaikan kesediaannya".

Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang dan alot dengan berbagai argumentasi yang saling menguatkan, sebagaimana yang sering terjadi di NU, akhirnya disepakati, utusan dari PCNU Jombang yang akan diwakili oleh ketua Tanfidziyah KH Isrofil Amar dan Katib Syuriah, KH Abd Kholiq Hasan akan membawa mandat yang menyatakan bahwa “PCNU Jombang mendukung dan mengusulkan mekanisme pemilihan pimpinan PWNU Jatim melalui musyawarah mufakat, dengan teknis pelaksanaannya melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi atau Ahwa”.

Alasan utama pemilihan mekanisme musyawarah mufakat melalui Ahwa adalah memilih resiko yang lebih ringan dari dua resiko (akhoffudzarain) yang berkaitan dengan praktek riswah yang saat ini marak di mana-mana. Mekanisme Ahwa akan melokalisir praktek riswah, jika terjadi, hanya pada lingkaran kecil, tidak melebar pada semua peserta Konferwil.

PWNU Jawa Timur sendiri akan menyelenggarakan Konferwil pada 29 Mei - 2 Juni 2013 mendatang di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat desa Lebo Kecamatan Sidoarjo. 

Foto: Suasana Muktamar ke-26 NU di Semarang, 1979.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Halaqoh RMI NU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil

Jakarta, RMI NU Tegal?

Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengaku resah terhadap watak masyarakat yang begitu menyebarkan berita bohong. Dia juga mengaku sedih terhadap masyarakat yang gampang terpengaruh berita bohong tersebut yang kadang-kadang bermuatan mengadu domba.

Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil (Sumber Gambar : Nu Online)
Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil (Sumber Gambar : Nu Online)

Maraknya Hoax, Gus Mus: Kita Seperti Kembali ke Zaman Qabil dan Habil

"Kita seperti kembali ke zaman Qabil dan Habil, memangsa sesama kita, masing-masing memperlihatkan keganasannya," kata kiai yang akrab disapa Gus Mus, di acara Mata Najwa, Jakarta, Rabu (4/1) sebagaimana dikabarkan Metronews.com.

Qabil dan Habil merupakan putra Nabi Adam AS. Qabil adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan. Orang yang dibunuh Qabil adalah adik kandungnya sendiri, Habil.

Masih dikutip dari berita tersebut, Menurut Gus Mus, berita bohong atau dikenal dengan hoax yang berisi kebencian biasanya membawa sentiman suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA). Mirisnya, ramai masyarakat termakan berita fitnah itu.?

RMI NU Tegal

Karena itu, Gus Mus meminta masyarakat menjauhi fitnah. Dia berharap masyarakat Indonesia tetap bersatu dan tak terpengaruh berita bohong. Terlebih kepada umat muslim.

"Orang islam yang paling bertanggung jawab karena kita yang mayoritas. Kita tidak memperlihatkan kegagahan kita sebagai mayoritas. Baik buruknya suatu negara tergantung mayoritasnya," pungkas Gus Mus.

Karena maraknya berita hoax, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan haram perilaku membuat dan menyebarkannya. Pernyataan tersebut mengemuka pada forum bahtsul masail yang diikuti para kiai NU di PBNU, Jakarta pada Kamis (1/12) tahun lalu. ?

Bagi LBM PBNU perilaku membuat dan menyebarkan berita hoax banyak sekali mudaratnya, yaitu bisa menyebabkan tersebarnya kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat dan lebih jauhnya bisa menyebabkan disintegrasi nasional.?

RMI NU Tegal

“Seharusnya media sosial menjadi sarana sliaturahim dan perekat persatuan, bukan kebencian dan permusuhan,” ungkap salah seorang pantia forum bahtsul masail tersebut, H. Sarmidi Husna.?

Ia mengimbau semakin canggihnya teknologi informasi seharusnya dibarengi dengan kemampuan menyeleksi dan berita. (Abdullah Aalawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Pahlawan RMI NU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian

Jakarta, RMI NU Tegal. Salah satu ujian yang sangat sulit kita terima adalah mendapat cercaan dan hinaan dari orang lain. Karena hal itu dapat membangkitkan amarah dan dendam yang luar biasa, sehingga terjadi pertengkaran yang bahkan dapat menimbulkan pembunuhan.

Hal itu disampaikan oleh KH Hasbiallah Hasyim dalam pengajian kitab Nasa’ih al-Diniyah di Cipinang, Jakarta pekan lalu.

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Problem Sosial Muncul karena Maraknya Kebencian

Kesulitan seperti ini, kata Kiai Hasbi, seringkali dihadapi oleh sebagian masyarakat. Berbagai problem sosial terjadi diakibatkan karena maraknya kebencian, iri, dan sombong antarsesama. Kebanyakan dari mereka juga tak kuasa menahan kesabaran, dan minimnya keinginan untuk menciptakan harmonisasi dalam kehidupan sosial.

“Pergaulilah orang lain, sebagaimana kita ingin digauli. Karena kehidupan itu harus seirama. Kalau kita ingin orang datang ke kondangan kita, ya kita harus datang dulu ke kondangannya. Bagaimana orang mau kenal sama kita sedangkan kita sendiri acuh terhadap mereka,” ucap Kiai Hasbi.

RMI NU Tegal

Dalam hal seperti ini, sambungnya, sebagai umat Islam jangan sampai terlepas dari mencontoh Rasulullah SAW. Karena dengan mencontohnya kita akan menjadi manusia yang mampu mengontrol kadar emosional dalam diri.

“Rasulullah, selama hidupnya selalu penuh dengan kesabaran. Salah satunya adalah sabar dalam menghadapi cercaan dan hinaan dari orang lain.” tukas Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Arba’in Bojonggede, Kabupaten Bogor itu.

Pertama, sambungnya, Rasulullah tidak sama sekali membenci orang-orang yang mengganggunya.

“Ketika Nabi diludahi, dicaci, bahkan sampai sorbannya ditarik hingga robek pun, nabi tidak benci kepada orang tersebut,” ucapnya.

RMI NU Tegal

Kedua, Rasulullah tidak suka terhadap sifat buruk yang ada pada diri orang-orang yang membencinya.

“Janganlah kita diam kepada orang yang mempunyai sifat buruk seperti itu. Kita harus merasa prihatin, dan ingin sekali agar sifat buruk itu hilang,” sambungnya.

Terakhir, Rasulullah selama hidupnya tidak pernah menyumpahi orang lain, termasuk orang-orang yang membencinya.

“Selama hidup Rasulullah, ia sama sekali tidak pernah menyumpahi orang lain. Bahkan, orang yang menghinanya saja ketika sakit, dijenguk,” tegasnya.

Menurutnya, mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan solusi yang paling konkrit dalam menghadapi gejala-gejala kompleks. Sabar, ikhlas, dan berserah diri pada kehendak Allah, akan menjadikan manusia yang selalu rendah hati.

“Maka dari itu, pantaslah bahwa Allah memberi gelar uswatun hasanah kepada Rasulullah dalam firman-firman-Nya di dalam Al-Qur’an, karena begitu mulia akhlaknya,” pungkasnya. (Ahmad Rifaldi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Olahraga, Pahlawan, Hikmah RMI NU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Jakarta, RMI NU Tegal. Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU, ? pada tanggal, 14-16 Juni 2017 di Jakarta.

"Perhelatan LSN kali ini akan digelar di Trenggalek dengan melibatkan pesantren-pesantren yang ada. Liga santri digelar sebagai wahana untuk menyalurkan minat bakat santri di bidang sepakbola. Tentunya gelaran kali ini akan dipersiapkan sedemikian rupa agar LSN di Jatim 1 ini berjalan dengan lebih profesional lagi," kata Koordinator Region Jatim 1, Gus Toev, kepada RMI NU Tegal.

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Gus Toev menjelaskan, LSN Region Jatim 1, ? akan diikuti sebanyak 32 peserta. Kick off akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus-September.?

"Gelaran ini ? untuk mencari pemenang dari 32 pesantren yang dilibatkan dan nantinya akan dikirimkan pada gelaran nasional pada bulan Oktober di Bandung," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menyambut gembira atas ditunjuknya Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah gelaran LSN Region Jatim 1 yang dioperatori PP RMI NU ? (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu.

RMI NU Tegal

"Alhamdulillah Trenggalek mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah. Tentunya kami akan mendukung dengan segala kemampuan yang ada sekaligus akan menggandeng semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan juga seluruh lembaga dan Banom NU akan dilibatkan guna mensukseskan gelaran Akbar ini. Karena ini wujud persembahan santri untuk negeri," tuturnya.

Seperti diketahui, Kemenpora bersama PP RMI NU bakal menggelar kembali Liga Santri Nusantara (LSN) mulai Agustus hingga Oktober. LSN 2017 ini akan diikuti setidaknya 1.000 pesantren seluruh Indonesia yang terbagi kedalam 32 Region. (Zaenal Faizin / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Aswaja, Pahlawan, RMI NU RMI NU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina

Pamekasan, RMI NU Tegal - Para pengurus dan anggota Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) tampak memadati masjid jamik Agung Asy-Syuhada Kabupaten Pamekasan, Kamis (21/12) malam pukul 20.00-22.00 WIB. Bersama remaja masjid (remas) setempat, mereka melakukan gerak batin sebagai wujud kepedulian terhadap umat Palestina yang sedang ditindas Israel.

Isi gerak batin meliputi membaca hizib nashor 21 kali tiap jamaah dan membaca shalawat Nariyah sebanyak 4444 kali yang dipimpin Kiai Fudail Thibyan. Sementara doa bersama dipandu oleh KH Idris Hamid.

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri dan Remas Asy-Syuhada Baca Hizib Nashor untuk Palestina

Ketua Pimpinan Wilayah IASS Pamekasan Abd Mujib Tibyan menegaskan, umat Islam khususnya kaum santri harus pro-aktif dalam membantu Palestina. Jika tidak memungkinkan hadir langsung membantu secara fisik atau material, bisa dengan cara immaterial.

RMI NU Tegal

"Gerakan batin dengan membaca hizib dan shalawat Nariyah ini bagian dari ijtihad membantu Palestina. Semoga saudara-saudara kita di Palestina mendapatkan pembebasan dalam waktu dekat," tegas Mujib.

Wakil Ketua IASS KH Idris Hamid menegaskan, tujuan dari kegiatan tersebut tiada lain untuk sama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Palestina.

"Kita wajib berbuat bila ada sesaudara kita tertindas. Minimal dengan mendoakannya," terang Pengasuh Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan tersebut.

RMI NU Tegal

Ketua Remas Agung Asy-Syuhada Muhammad Nadir yang turut hadir mengucapkan terima kasih kepada IASS Pamekasan. Sebab, alumni santri Sidogiri telah mau melibatkan remas dan menjadikan masjid agung Asy-Syuhada sebagai tempat kegiatan gerak batin.

Ia berharap “Semoga saudara-saudara kita di Palestina lekas mendapatkan kebebasan.” (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Nahdlatul, Pahlawan, Fragmen RMI NU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Perbedaan Tujuan Pendidikan Agama di Indonesia dengan Negara Lain

Jakarta, RMI NU Tegal. Pendidikan Agama di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa disamping menumbuhkan keterampilan ilmu pengetahuan. Itulah yang membedakan fungsi dan tujuan pendidikan agama di Indonesia dengan negara-negara lain di Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.

Perbedaan Tujuan Pendidikan Agama di Indonesia dengan Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbedaan Tujuan Pendidikan Agama di Indonesia dengan Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbedaan Tujuan Pendidikan Agama di Indonesia dengan Negara Lain

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, Senin (10/8) di Kantor Kemenag RI Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat saat jumpa pers mengenai perhelatan Pentas PAI Nasional VII 2015.

Kamaruddin menjelaskan, bahwa di negara-negara Eropa dan Amerika, pendidikan agama hanya sebagai instrumen menciptakan kohesi sosial. Sedangkan di negara-negara Timur Tengah, pendidikan agama untuk membentuk manusia yang shaleh.

RMI NU Tegal

“Di Indonesia, pendidikan agama mempunyai tujuan kedua-duanya. Selain untuk menciptakan manusia-manusia berilmu pengetahuan dan menumbuhkan kohesi sosial, artinya mewujudkan keseimbangan kehidupan di tengah masyarakat, pendidikan agama di Indonesia juga untuk membentuk manusia yang shaleh,” terangnya didampingi Direktur Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Dr H Amin Haedari.

Manusia yang shaleh pun, lanjutnya, bukan hanya shaleh secara spiritual, tetapi pendidikan agama di Indonesia juga berupaya menciptakan manusia yang shaleh secara sosial dan moral.

RMI NU Tegal

“Sehingga dengan demikian, pemahaman pendidikan agama tersebut, akan membentuk generasi bangsa  yang bisa menghargai perbedaan, tradisi, dan budaya, bersikap moderat, demokratis, inklusif (open minded, red), dan damai,” paparnya.

Dengan mencanangkan pengajaran Islam damai di sekolah, Kamaruddin berharap melalui gelaran Pentas PAI Nasional ketujuh ini, pendidikan dan pengajaran PAI di sekolah agar lebih menarik lagi sehingga memotivasi siswa belajar agama. “Pemahaman Islam damai harus kita wujudkan, karena potensi radikalisme di sekolah-sekolah tetap ada,” tegasnya.

Tahun 2015 ini, Kemenag RI melalui Ditjen Pendis menyelenggarakan Pentas PAI VII bertajuk ‘Sportif Berkompetisi, Raih Prestasi, Bumikan PAI’. Kegiatan ini berlangsung pada 10-14 Agustus 2015 di Asrama Haji Embarkasi Bekasi Jawa Barat.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 1000 peserta hasil seleksi tingkat nasional yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, dan SMK dari 33 Provinsi. Adapun jenis kreativitas lomba yang dikompetisikan adalah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan RMI NU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Muslimat Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia

Blitar, RMI NU Tegal

Setelah Ranting NU Bakung melalui Yayasan Budi Luhur Sejati menyantuni anak yatim, kini giliran Pimpinan Muslimat NU Anak Cabang Udanawu melakukan hal serupa melalui “Yayasan Budi Utomo”. Bedanya, Muslimat NU menambahkan sasarannya kepada lansia.

Tahun ini yang disantuni ada 264 anak dan 178 lansia yang berasal dari 12 Ranting Muslimat NU. Acara berlangsung di Aula MTs Ma’arif? NU Udanawu, Blitar Ahad pagi (23/10) dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 Wib.

Muslimat  Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Udanawu Santuni 264 Yatim dan 178 Lansia

Hadir dalam kegiatan tahunan ini istri Bupati Blitar, Hj. Rijanto dan jajaran pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Blitar yang dipimpin Siti Robiah.

RMI NU Tegal

“Tahun ini yan disantuni ada 264 anak yatim dan 178 lansia. Sejumlah 264 anak kami hadirkan semua. Namun untuk lansia, mengingat kesehatannya maka yang kami hadirkan hanya 10 perwakilan dari desa Bakung,’’ ungkap Ketua PAC Muslimat NU Udanawu Hj. Kumil Laila Sutrisno Masykur.

Pada kesempatan tersebut KH Syaikhudiin Rohman menyampaikan taushiyahnya. Kiai yang akrab dipanggili Kiai Cikut tersebut banyak menyinggung pentingnya mengasuh dan memperhatikan anak yatim serta dengan larangan-larangan terhadap menelantarkannya.

RMI NU Tegal

Ikut memeriahkan acara tersebut, satuan drum band dari Madrasah Ibtidaiyah Wahid Hasyim Bakung Udanawu dan paduan suara ikatan guru TK Muslimat NU Udanawu. Acara dihadiri sekitar 700 undangan karena seluruh pengurus Ranting NU dan Muslimat NU hadir padaacara tersebut. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Daerah RMI NU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai

Solo, RMI NU Tegal. Ditabuhnya gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari milik Keraton Kasunanan Surakarta, menandai dibukanya prosesi Sekaten 2014. Prosesi yang juga dikenal dengan Ungeling Gangsa Sekaten itu digelar di bangsal selatan dan utara kawasan Masjid Agung Surakarta, Selasa (7/1).

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai

Sebelumnya gamelan tersebut dikirab beserta gending-gending di halaman Masjid Agung Solo. Kirab yang menempuh rute Keraton hingga Masjid Agung Solo diakhiri dengan acara tabuhan gamelan, yang menandai dimulainya rangkaian perayaan Sekaten.

“Gamelan ini menandakan dimulainya peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. dan yang dibunyikan itu Kyai Guntur Madu. Ini akan dibunyikan selama tujuh hari berturut-turut sampai puncaknya, Selasa mendatang,” terang KGPH Puger di sela-sela acara.

RMI NU Tegal

Menurutnya, gending yang ditabuh ialah Rambu dan Rangkung yang wajib ditabuh pada di awal. Rambu dan Rangkung itu berasal dari bahasa arab, robuna dan rakhuna yang artinya perbuatan baik dan tidak baik. “Gamelan ini ada sejak Sultan Agung atau zaman Paku Buwana (PB) IV,” jelasnya.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KP Winarno Kusumo mengatakan gamelan akan dibunyikan selama tujuh hari dan hanya akan berhenti saat datang waktu salat.

RMI NU Tegal

“Dalam hajatan kali ini tidak semata sekadar gothak gathik gathuk saja, tapi setiap prosesi dilandasi dengan ajaran dan falsafah hidup mendalam dari para leluhur yang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang ada,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden

Jombang, RMI NU Tegal - Langkah Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengembangkan tradisi ziarah ke makam para mantan Panglima Tertinggi TNI mendapat apresiasi dari KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah). Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang ini menyebut Gatot Nurmantyo menguasai sejarah dengan baik.

Hal itu diungkapkan Gus Sholah usai menerima kunjungan rombongan ziarah dalam rangka HUT Ke-71 TNI di Pesantren Tebuireng, Selasa (27/9) siang. Sebelum berziarah, Gatot dan Gus Sholah sempat berbincang sekitar 20 menit di Dalem Kasepuhan Tebuireng.

Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Apresiasi Langkah Panglima TNI Kunjungi Makam Presiden

"Panglima dan saya berbincang-bincang tentang Resolusi Jihad. Ternyata beliau menguasai sejarah dengan baik," ujar adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

RMI NU Tegal

Pada kesempatan ini, Gus Sholah juga menginformasikan kepada Gatot bahwa di Tebuireng sedang dibangun Museum Islam Hasyim Asyari. Pembangunan museum itu dimaksudkan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang proses masuknya Islam ke Nusantara dengan damai dan menggunakan pendekatan budaya, tanpa kekuatan militer.

"Saya juga memberi informasi bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan oleh militer, polisi, pedagang, rakyat biasa, santri dan ulama. Ini untuk membantah pendapat bahwa negara berdasar Pancasila adalah negara yang bertentangan dengan Islam atau negara thaghut," tegas Gus Sholah.

RMI NU Tegal

Sebagaimana diberitakan, menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) Ke-71 TNI, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) untuk berziarah ke makam para mantan presiden dan panglima tinggi TNI.

Di Jawa Timur, Gatot mengajak rombongan berziarah ke makam Presiden Soekarno di Blitar dan KH Abdurrahman Wahid di Tebuireng Jombang, Selasa. Seluruh kepala staf dari ketiga kesatuan juga tampak mendampingi kunjungan tersebut.

Pria kelahiran 13 Maret 1960 ini? menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil diskusi dengan seluruh kepala staf. Tujuannya, agar prajurit TNI senantiasa mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan dan meneladani sikap para pahlawan.

Dengan mengingat sejarah, Gatot Nurmantyo berharap prajurit TNI dapat mencontoh kegigihan para pahlawan dalam menghadapi situasi yang semakin sulit. Dengan tradisi ziarah, mantan KSAD ini berharap TNI dan kalangan pesantren dapat bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan pembangunan.

"Pantang menyerah, komitmen, penuh dedikasi dan yang paling penting berjuang dengan ikhlas, tanpa kepentingan apapun," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Aswaja, Pahlawan, RMI NU RMI NU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Menuntun Syahadat Orang Sakratulmaut dan Jenazah

Pelafalan kalimat “Lâ ilâha illallâh” dianjurkan untuk mereka yang segar bugar. Pelafalan ini sangat dianjurkan terlebih lagi untuk mereka yang sedang menghitung detik-detik terakhir kehidupannya di dunia. Untuk mereka yang lemah seperti sakrat, orang lain bisa menuntunnya untuk pelafalan kalimat mulia ini. Praktik ini disebut talqin.

Talqin lazimnya dipraktikkan oleh kalangan pelaku tarekat. Tetapi praktik ini dilakukan umat Islam terhadap calon jenazah yang sedang sakratulmaut dan jenazah yang baru saja dimakamkan.

Menuntun Syahadat Orang Sakratulmaut dan Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menuntun Syahadat Orang Sakratulmaut dan Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menuntun Syahadat Orang Sakratulmaut dan Jenazah

Habib Abdullah bin Husein bin Thahir Ba‘alawi dalam kitab Is‘adur Rafiq wa Bughyatus Shadiq menyebutkan cara menalqin orang sakit yang tengah mengalami peralihan dari alam dunia ke alam barzakh.

RMI NU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?.

Bila sudah datang tanda-tanda kematian, kita dianjurkan untuk membaringkan orang sakratulmaut itu di atas sisi kanan tubuhnya dan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat seperti posisi jenazah di kubur. Sementara tengkuk belakang pada sisi kirinya. Wajah dan bagian tengah badannya dihadapkan ke arah kiblat.

RMI NU Tegal

Pada posisi itu kita dianjurkan untuk membimbingnya mengucap “Lâ ilâha illallâh” tanpa mendesaknya (dengan perlahan). Kita (cukup diam) tidak perlu mengulangi “Lâ ilâha illallâh” kalau ia sudah mengucapkannya. Lain soal kalau ia mengucapkan selain “Lâ ilâha illallâh”. Hal ini dimaksudkan agar “Lâ ilâha illallâh” menjadi ucapan terakhir yang keluar dari bibirnya sebagaimana hadits Rasulullah SAW “Siapa saja yang ucapan terakhirnya ‘Lâ ilâha illallâh’, masuk surga”. Maksudnya ia masuk surga bersama orang-orang yang beruntung di akhirat.

Namun patut untuk diperhatikan bahwa orang lain yang menuntun calon jenazah cukup seorang. Orang-orang di sekelilingnya juga diharapkan tidak membaca apapun atau suara-suara gaduh lainnya. Pasalnya, orang yang sedang sakratulmaut membutuhkan suasana tenang. Demikian anjuran Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar.

Adapun perihal menalqin jenazah yang baru dikebumikan, Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menerangkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?" ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Bab Pertama memuat perihal praktik yang dianjurkan saat menghadapi orang yang sedang sakratulmaut dan setelah orang itu wafat. Kita dianjurkan menuntun calon jenazah mengucap kalimat syahadat “Lâ ilâha illallâh” sesuai hadits Rasulullah SAW, “Bisikkan lah kalimat syahadat ‘Lâ ilâha illallâh’ kepada mayitmu,” dan hadits “Siapa saja yang ucapan terakhirnya ‘Lâ ilâha illallâh’, masuk surga.”

Kenapa jenazah juga perlu ditalqin? Karena usai dikebumikan, jenazah diharuskan menjawab pertanyaan malaikat yang ditugaskan untuk itu. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Amalan, Pahlawan RMI NU Tegal

Senin, 13 November 2017

Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71

Jakarta, RMI NU Tegal. Dalam rangka pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Tahun 2017, Kementerian Agama RI menghelat aneka kegiatan. Dalam Surat Edaran Nomor: 9350/SJ/B.VI/I/HM.03/12/2016 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Nur Syam, sejumlah agenda telah disusun.

Pertama, Upacara HAB yang digelar pada Selasa, 3 Januari 2017 pukul 07.30 waktu setempat, di seluruh satuan kerja Kementerian Agama pusat maupun daerah. Kedua, zikir dan doa untuk bangsa dilaksanakan di satuan kerja masing-masing sesuai keyakinan agama yang ada.

Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kegiatan Kemenag Peringati Hari Amal Bakti Ke-71

Ketiga, Pertandingan Olahraga, Lomba Kesenian dan Hiburan, serta Lomba Kebersihan Ruang Kerja. Cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain futsal, tenis meja, bola volley. Lomba kesenian dan hiburan dilaksanakan dalam bentuk lomba seperti lomba pop singer/karaoke, balap karung, tarik tambang.

“Adapun lomba kebersihan ruangan kerja dilaksanakan untuk membiasakan dan menciptakan ruang kerja yang bersih dan nyaman (green office). Tujuan kegiatan ini untuk memeriahkan HAB dan memperkuat kebersamaan,” terang Nur Syam.

Keempat, Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan. Agenda ini dilaksanakan dalam bentuk aktivitas sosial seperti donor darah, bantuan siswa bagi anak pegawai Kemenag berprestasi dan kurang mampu, Bazaar Cinta Kuliner Nasional/Daerah dan Halal.

RMI NU Tegal

Gerak JaIan Kerukunan juga menjadi salah satu rangkaian agenda. Kegiatan yang mengundang kepala daerah, ormas, dan tokoh-tokoh agama ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Keluarga Besar Kemenag. Sebagai penutup, Penayangan Film Dokumenter 2 Tahun Kerja Nyata Kemenag, Parade Baca Puisi oleh Tokoh, dan Guest Performance dijadwalkan mengisi Malam Tasyakuran HAB ke-71.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing satuan kerja dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan,” pungkas Sekjen Kemenag. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal IMNU, Pahlawan RMI NU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi

Tasikmalaya, RMI NU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya langsung menggelar rapat khusus menyikapi seruan PBNU tentang larangan aksi soal kasus Ahok, Kamis (27/10).

Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Tasik Ada Demo Ahok, PCNU Jamin Tak Ada Warga NU Turun Aksi

Dipimpin langsung Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, 10 Ketua MWC, dan Lembaga juga Banom NU seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat, LP Ma’arif, Lesbumi, Pagar Nusa, IPNU-IPPNU, LBHNU, dan PMII berkumpul di Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47.

Menurut KH Didi, pada intinya PCNU Kota Tasikmalaya mengikuti instruksi PBNU melarang warga Nahdlyin turun ke jalan. Hal ini sudah diserukan kepada segenap pengurus MWCNU dan ranting serta beberapa jamiyah NU baik yang ada di pesantren maupun diluar pesantren.

"Besok pagi akan ada tindak lanjut mengundang pimpinan-pimpinan Pesantren se Kota Tasikmalaya mendindaklanjuti seruan PBNU ini," kata KH Didi selepas rapat.

Selain melarang warga Nahdlyin di Kota Tasikmalaya ikut-ikutan turun ke jalan yang katanya akan digelar pada 4 November di Jakarta, PCNU juga melarang ikut aksi yang dilakukan pada Jumat (28/10) di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

RMI NU Tegal

Warga NU diminta tenang, meski gerakan aksi yang mengatasnama "Bela Islam" akan berlangsung di Kota Tasikmalaya juga. "Kita sudah jelas intruksinya seperti itu. Bukan hanya aksi 4 November ke Jakarta. Aksi besok juga (selepas Jumat) di depan Masjid Agung di kita juga tidak boleh," ujarnya.

RMI NU Tegal

Berdasarkan informasi yang dihimpun RMI NU Tegal, di Kota Tasikmalaya pun akan digelar aksi bertemakan "Bela Islam" selepas Shalat Jumat di Jalan HZ Mustofa depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Mereka mengaku mewakili 57 Ormas Islam di Tasikmalaya yang telah bermusyawarah di gedung MUI Kota Tasikmalaya, Kamis (27/10) pukul 9:30 sampai 12:00 WIB.

Ormas tersebut antara lain mewakili MUI, FPP, IKM, FSM, ALMUMTAZ, Forum Sabtuan, FPI, ? Brigade Tholiban, JAS, Majelis Mujahidin, BKPRMI, PUI, IMG, INDO BOXING, GAZA, LPPU, FORSIL, FKB, Pemuda Bulan Bintang dan Annas Tasik yang dipimpin langsung Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi sebagai Korlap Aksi. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Internasional RMI NU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Probolinggo, RMI NU Tegal. Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2015-2020 resmi dilantik di Pesantren Al-Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Ahad (27/12).

Pengurus Muslimat NU Kota Kraksaan ini dilantik oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Masruroh Wahid didampingi Sekretaris PW Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Mutafarrida.

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Muslimat NU Kraksaan Canangkan Tertib Organisasi

Pelantikan ini diikuti oleh 200 orang terdiri dari Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, badan otomom (banom) NU, instansi terkait, pengasuh pesantren, seluruh pengurus cabang, 13 anak cabang dan 10 orang ranting se-PCNU Kota Kraksaan.

RMI NU Tegal

Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i mengungkapkan, jika ada tetangganya yang meninggal dunia, Muslimat NU harus berada di depan dan mengurus jenazahnya sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

RMI NU Tegal

“Tolong foto-foto Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan dipasang di kantor dan dikirimi Al-Fatihah setiap bulan. Demi keberlangsungan program Muslimat NU, pengurus harus menjalin keharmonisan dengan pengurus PCNU Kota Kraksaan dan yang lainnya,” katanya.

Sementara Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf jika apa yang dilakukan selama ini masih dinilai masih kurang maksimal. Yang jelas, pihaknya bertekad akan tertib organisasi di segala bidang.

“Mohon doa dan dukungannya supaya ke depan Muslimat NU Kota Kraksaan bisa bekerja dengan sempurna sesuai AD/ART organisasi. Komunikasi dan koordinasi adalah kunci sukses sebuah organisasi,” ujarnya.

Sedangkan Hj Masruroh Wahid meminta masyarakat tidak menunggu menjadi pengurus untuk bekerja dan berjuang di Muslimat NU Kota Kraksaan. Selain itu, pengurus harus senantiasa memberi lewat organisasi Muslimat NU dan jangan meminta.

“Laksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah. Isilah budaya-budaya atau tradisi-tradisi sesuai dengan Aswaja. Dakwah tidak cukup bil hal, tetapi berikanlah bukti nyata di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Fragmen, Pahlawan, Ahlussunnah RMI NU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri

Rembang, RMI NU Tegal - KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan para santri untuk tetap menjaga identitas khas pesantren. Hal tersebut disampaikan saat iftitah peringatan Hari Santri yang digelar oleh PCNU Lasem dan Rembang Sabtu (21/10) malam.

Selain menjaga identitas, seorang santri harus tetap menjadi sosok yang sederhana. Yang paling penting, santri harus cinta pada tanah air, yaitu Indonesia dan menjaga keuntuhan bangsa.

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri

Gus Mus berpesan, santri harus senantiasa menjaga identitas dan jati diri santri. Selain itu, kemandirian, serta pola hidup sederhana juga harus tercermin, jika kelak menjadi orang yang sukses.

RMI NU Tegal

"Saya ingatkan lagi, pegang identitas jati diri santri, mandiri sederhana, keindonesiaan," pesan Gus Mus.

Menurutnya, sikap kasih sayang merupakan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, serta berpegang teguh dengan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunah wal Jamaah, juga harus menjadi pedoman seorang santri dalam setiap langkahnya.

RMI NU Tegal

Amar ma’ruf dan nahi mungkar yang dilakukan oleh santri harus berlandaskan kasih sayang sebagaimana yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Berpegang pada Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah harus kalian pegangi jika kelak kalian menjadi orang yang sukses," tambah Gus Mus. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan, Cerita, Santri RMI NU Tegal

Rabu, 08 November 2017

Pengurus Baru Lakpesdam NU Sulsel Dilantik

Makassar, RMI NU Tegal. Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan Anre Gurutta Muh Sanusi Baco melantik kepengurusan baru Lakpesdam NU Sulsel di aula Universitas Islam Makassar, Rabu (27/4). Acara ini sekaligus membuka jalan bagi program-program pemberdayaan yang akan digerakkan Lakpesdam NU Sulsel.

Pengurus Baru Lakpesdam NU Sulsel Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Lakpesdam NU Sulsel Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru Lakpesdam NU Sulsel Dilantik

PWNU Sulsel menetapkan pengurus baru lembaga kajian yang kini dipimpin salah seorang guru besar Ekonomi Universitas Muslim Indonesia, Muhammad Natsir Hamzah.

Pelantikan ini berbarengan dengan Rapat Pleno Pemaparan Hasil Muskerwil PWNU Sulsel. Acara ini dihadiri pengurus lengkap syuriyah, tanfidziyah, dan pengurus lembaga, lajnah serta badan otonom NU Sulsel.

RMI NU Tegal

Didampingi Ketua PWNU Sulsel Iskandar Idy, Anre Gurutta Sanusi Baco langsung melantik jajaran PW Lakpesdam NU.

Kiai Sanusi Baco mengharapkan, “Pengurus yang baru dilantik sedianya melaksanakan tugas secara amanah dan penuh rasa memiliki.” (Andy M Idris/ Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Pahlawan, Ubudiyah RMI NU Tegal

Gubernur Ingin Bangun Jateng dengan Semangat Kiai NU

Semarang, RMI NU Tegal. Gubernur Jawa Tengah yang belum lama terpilih, Ganjar Pranowo, mengaku ingin membangun provinsi dengan semangat seperti para ulama NU, yaitu nasionalis religius atau religius nasionalis.

Dalam sambutannya di Pembukaan Konferensi Wilayah NU Jateng ke-14 di SMP/SMA Semesta, Gunungpati Semarang, Ahad (23/6) menyampaikan, keluarganya punya ikatan kuat dengan NU. Dan dia mengaku terkesan dengan sikap NU yang selalu mengedepankan kepentingan nasional.

Gubernur Ingin Bangun Jateng dengan Semangat Kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Ingin Bangun Jateng dengan Semangat Kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Ingin Bangun Jateng dengan Semangat Kiai NU

Interaksinya dengan para ulama NU dan juga para tokoh agama lain membuatnya ingin membawa semangat tersebut. Karena menurutnya, membangun Jawa Tengah adalah membangun masyarakat yang beraneka ragam.

RMI NU Tegal

“Saya ingin meniru semangat NU dalam membangun Jawa Tengah nanti, yaitu nasionalis religius. Saya sowan ke para kiai dan para tokoh agama lain, membuat saya merasa penting mewujudkan masyarakat yang nasionalis dan religius,” tuturnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.

RMI NU Tegal

Lebih lanjut, pemenang Pilgub Jateng 2013 ini mengaku, dirinya mendapat pesan dari banyak pihak agar berhati-hati dan jangan meniru gubernur lain. Ia berahap, NU ngayem-ngayemi hatinya.

“Saya banyak dapat pesan agar berhati-hati. Diweling jangan sampai meniru gubernur lain. Semuanya medhen-medheni. Semoga NU nanti yang ngayem-ngayemi,” pungkasnya sambil tertawa.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Muhammad Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Pahlawan RMI NU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur

Jember, RMI NU Tegal - Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kabupaten Jember Muhammad Muslim meraih juara 1 Lomba Penyuluh Teladan Jawa Timur yang digelar di? aula Kanwil Kemenag Jawa Timur, Selasa lalu. Lelaki yang juga Ketua LTNNU Jember ini berhasil meraih prestasi itu setelah mengungguli 38 penyuluh dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan mengumpulkan nilai 3.372.

"Saya melakukan ini bukan untuk menjadi teladan, karena tugas penyuluh itu harus berbuat baik, bukan berebut menjadi yang terbaik. Tapi, saya bangga bisa menjadi yang terbaik," ujarnya kepada RMI NU Tegal di Jember, Sabtu (15/7).

Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LTNNU Jember Juara Penyuluh Teladan Jawa Timur

Muslim patut berbangga. Upaya untuk menggapai posisi ini tidaklah mudah. Ada sekian tahapan yang harus dilewati, mulai dari penilaian makalah, croscek lapangan hingga adu argumentasi di depan juri yang terdiri atas para professor.

Menurut Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) se-Eks Karesidenan Besuki ini, prestasi yang diraih tidak lepas dari semangat dan keiklasannya dalam memberikan bimbingan di berbagai lembaga, utamanya di Lapas Kelas II A Jember dan Masjid Muhammad Cheng Ho. Makalah yang ia angkat juga memotret kegiatannya di dua lembaga tersebut.

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal

"Saya punya banyak sekali kelompok binaan dan kelompok sasaran binaan, tapi yang menyedot perhatian lebih ada dua, yakni lapas dan Masjid Cheng Ho. Maka, dari keduanya saya menulis makalah atau karya ilmiah," tegasnya.

Di babak penyisihan, ia menyodorkan kegiatan bimbingannya di Lapas Kelas II A Jember dengan mengangkat judul Model Penyuluhan di Lapas Berbasis Kultur Pendidikan Pesantren. Semua tahapan di babak ini berhasil dilewati Muslim dengan baik.

Ia akhirnya mencapai babak final, dan bertarung dengan enam finalis penyuluh teladan. Mereka adalah penyuluh dari Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Ponorogo dan Jember. Di babak ini, Muslim mengangkat aktivitas pembinaannya di Masjid H Muhammad Cheng Ho yang dituangkan dalam makalah berjudul Pembinaan Keagaman dan Ekonomi Muallaf di Masjid Cheng Hoo dalam Bingkai Fiqh Progresif.

"Alhamdulillah nilai saya tertinggi (3.372)," kata Muslim.

Dengan capaian ini, Muslim berhak mewakili Kanwil Kemenag Jatim untuk lomba penyuluh teladan nasional yang akan dilaksanakan Agustus 2017. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Syariah, Makam, Pahlawan RMI NU Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan

Subang, RMI NU Tegal. Puluhan generasi muda bangsa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Subang, Jawa Barat menggelar tahlil dan istighotsah untuk para pahlawan, Rabu (9/11) malam.

Acara yang digelar di sekretariat, Jalan Rancasari Dalam, Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang tersebut diikuti oleh sejumlah perwakilan anggota PMII yang tersebar di beberapa kampus yang ada di Kabupaten Subang.

PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Gelar Tahlil dan Istighotsah Doakan Para Pahlawan

Ketua Umum PC PMII Subang, Toto Taufiq Munajat mengatakan, sejatinya malam ini akan menuju ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Cidongkol, Kelurahan Pasirkareumbi, Subang.

"Namun karena terkendala cuaca yang sejak siang hujan terus mengguyur, acara kita pending sampai esok hari. Untuk malam ini kita gelar istighotsah untuk para pahlawan dan membaca Shalawat Nariyah," ujar Toto.

Selain itu, lanjut Toto, setelah melakukan istighotsah, dilanjut dengan diskusi kebangsaan yang berkaitan dengan hari pahlawan.

RMI NU Tegal

"Termasuk bagaimana kita harus mengetahui latar belakang terjadinya hari pahlawan itu sendiri yang salah satunya peran santri, Ulama dan pesantren sangat besar pengaruhnya terhadap hari pahlawan itu," ujar alumni Pesantren Cipulus Purwakarta ini. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal

RMI NU Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, Pahlawan RMI NU Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan

Jakarta, RMI NU Tegal



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan fokus pada perlindungan terhadap pelajar dan perempuan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP. IPPNU Puti Hasni dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang bertempat di Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, Jumat (23/12).

“PP. IPPNU saat ini sedang berpikir dan juga berfokus pada perlindungan pelajar dan perempuan,” ujarnya.

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan

Hal ini dipertegas dengan tema rakernas yang diusung, yakni Sinergitas Pelajar Putri dalam Memperjuangkan Perdamaian terhadap Perempuan.

Sebagai langkah praktisnya, IPPNU akan mendirikan Rumah Ramah Pelajar Perempuan. Ini yang mengantarkan PP. IPPNU meraih juara 1 Organisasi Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

RMI NU Tegal

Selain perlindungan perempuan yang menjadi fokus utama, IPPNU juga akan memperkuat kaderisasi, baik di sekolah maarif dan pesantren, maupun di sekolah umum.

Rakernas kali ini akan mengadakan forum laporan kinerja selama setahun kepengurusan PP. IPPNU, baik dari pimpinan pusat sendiri, maupun dari 24 perwakilan pimpinan wilayah yang hadir.

Diadakannya rakernas di pesantren, menurut Puti, merupakan kesadaran IPPNU karena basis kadernya terdapat di pondok pesantren.

RMI NU Tegal

“Rakernas diselenggarakan di pondok pesantren karena IPPNU menyadari, bahwa basis kader IPPNU adalah pondok pesantren,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Kiai, Pahlawan, Ubudiyah RMI NU Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Sowan ke Tebuireng, Jokowi Diingatkan Sejumlah Persoalan Bangsa

Jombang, RMI NU Tegal. Sabtu (3/5) dimanfaatkan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melangsungkan silaturahmi ke sejumlah tokoh di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Timur, kota tujuan Jokowi adalah Surabaya dan Jombang.

Selama di Jombang, bersama rombongan Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Paculgowang asuhan KH Aziz Mansyur,  Pondok Pesantren Tebuireng asuhan KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), kemudian Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Sowan ke Tebuireng, Jokowi Diingatkan Sejumlah Persoalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan ke Tebuireng, Jokowi Diingatkan Sejumlah Persoalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan ke Tebuireng, Jokowi Diingatkan Sejumlah Persoalan Bangsa

Di Pesantren Tebuireng, Gus Solah secara khusus memberikan pesan kepada Jokowi jika benar-benar dipercaya masyarakat menjadi presiden. Setidaknya ada tiga pesan yang menjadi titik tekan Gus Solah kepada Jokowi.

RMI NU Tegal

"Banyak hal yang saya sampaikan ke Pak Jokowi. Mulai penegakan hukum di Indonesia, reformasi birokrasi dan perpajakan, hingga reforma agraria," kata Gus Solah.

RMI NU Tegal

Bagi Gus Solah, sosok Jokowi adalah pribadi sederhana. "Beliau orang sederhana, dan mengalir apa adanya," kata Gus Solah yang berada di samping Jokowi.

Sedangkan Jokowi sendiri memaknai apa yang disampaikan Gus Solah sebagai amanah. "Saya akan melakukan apa yang sudah dipesankan oleh Gus Solah. Kedatangan saya ke Tebuireng sekaligus untuk napak tilas perjuangan para pendiri NU," ungkap Jokowi.

Kehadiran Jokowi ke pesantren ini membuat penasaran sejumlah santri. Tidak sedikit dari mereka berebut bersalaman dengan calon orang nomor satu di negeri ini.

Jokowi dan rombongan menutup kunjungannya di Tebuireng dengan melakukan pembacaan tahlil dan tabur bunga di makam pendiri NU Hadratusyaikh KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim serta tentu saja Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Rombongan lalu melanjutkan silaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang diterima oleh KH Hasib Wahab Chasbullah dan Ny Hj Mahfudhoh Ali Ubaid.

Sebelumnya, capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga mengunjungi kediaman Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Bahkan dalam pertemuan tersebut Khofifah didaulat menjadi juru bicara Jokowi. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

RMI NU Tegal Berita, AlaNu, Pahlawan RMI NU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock